Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERSIAPAN ALVERO


__ADS_3

Dengan sejarah yang tertulis di Gracetian tentang keluarga besar Adalvino dan keluarga Carsten, Alvero bisa menebak, kalau pernikahan antara Evan dan Alaya akan membawa dampak yang begitu besar bukan saja bagi rakyat Gracetian, tapi juga para keluarga bangsawan lainnya.


Keluarga bangsawan lain akan semakin menaruh hormat dan kepercayaan kepada kedua keluarga besar yang akhirnya menyatukan kekuatan mereka dengan sebuah pernikahan, sebuah ikatan sakral yang dianggap rakyat Gracetian sebagai ikatan paling kuat.


"Kamu tidak perlu khawatir sweety, Evan pasti dapat mengatasi semuanya dengan baik, termasuk masalah Alaya yang sampai saat ini sepertinya belum bisa menerima keberadaan Evan sebagai calon suaminya." Alvero berkata untuk menenangkan Deanda, yang di masa-masa kehamilannya ini, begitu membuat Alvero menjagai perasaan dan emosi Deanda.


"Aku percaya sepenuhnya pada Evan, hanya saja bagiku terasa sungguh menjengkelkan melihat tindakan putra mahkota Christopher yang seenaknya sendiri." Alvero melanjutkan bicaranya sambil menepuk-nepuk pipi Deanda dengan lembut.


"Aku justru jadi tidak sabar melihat bagaimana wajah penuh senyum percaya diri itu setelah aku menyatakan penolakanku terhadap lamarannya kepada Alaya. Pasti menyenangkan melihat wajah kaget sekaligus kecewanya." Alvero berkata dengan wajah tersenyum sinis, membuat Deanda langsung menepuk pahanya.


"Jangan bersikap seperti itu my Al." Mendengar protes dari Deanda, Alvero langsung tersenyum.


"Oke... oke... asal kamu senang saja." Alvero berkata sambil menggenggam kedua tangan Deanda dengan erat.


Seperti biasanya, kalau sudah Deanda yang meminta, mana bisa Alvero menolaknya.


"Ernest, apa kamu sudah melakukan pengecekan terhadap persiapan acara kita malam ini? Aku tidak tahu bagaimana reaksi dari putra mahkota Christopher, tapi malam ini aku akan tetap pada rencanaku semula, menyampaikan penolakan lamaran, sekaligus memberitahukan alasan dari penolakan tersebut. Semoga semua tetap dalam kendali kita, meskipun aku tidak perlu khawatir karena keberadaan duke Evan yang akan hadir malam ini akan memperkuat posisi kita...."

__ADS_1


"Apa Evan... maksudku duke Evan sudah dipastikan bisa datang malam ini?" Deanda yang hampir saja menyebutkan nama Evan tanpa duke didepannya, sebuah kebiasaan saat mereka dulu saling bertemu, ketika Alvero belum menjadi suaminya, langsung memperbaiki kata-katanya jika tidak ingin mata Alvero melotot dan menunjukkan rasa cemburunya karena cara Deanda.


Dan untung saja, karena sedang begitu serius memikirkan kasus Christopher, membuat Alvero tidak memperhatikan lidah Deanda yang sedikit keseleo ketika menyebutkan nama Evan.


“Dia sedang dalam perjalanan. Begitu aku memberinya info tentang kedatangan mendadak putra mahkota Christoper, tanpa membuat alasan apapun dia bersedia kembali ke kota Tavisha secepatnya. Dari sana sudah terlihat jelas bagaimana bertanggung jawabnya Evan terhadap Alaya, yang bahkan belum menjadi tunangan apalagi istrinya.” Alvero berkata dengan sikap menunjukkan kalau pilihannya terhadap Evan adalah pilihan yang tepat dan terbaik untuk Alaya.


Yang mulia masih saja tidak peka terhadap keinginan perempuan. Kami lebih bahagia jika itu bukan tentang tanggungjawab, tapi kalian para pria melakukan itu karena memang perduli pada kami. Ah… apa mau dikata, meskipun suamiku ini laki-laki yang tidak peka, setiap yang dilakukannya padaku, aku tahu dan bisa merasakannya bahwa itu bukan karena dia merasa bertanggung jawab padaku, tapi karena dia begitu mencintaiku.


Deanda berkata dalam hati sambil memandang ke arah Alvero.


Dan aku tidak perduli bagaimana kurang pekanya yang mulia terhadap wanita atau bahkan padaku, karena aku sangat mencintai yang mulia, dan tidak merasa keberatan untuk menerima dia apa adanya.


Kehadiran Evan mala mini sangat diperlukan oleh Alvero, karena itu akan menunjukkan bahwa hubungan antara Evan dan Alaya bukanlah sekedar omong kosong, karena tidak mungkin bagi Alvero mengungkapkan rencana pertunangan antara Alaya dan Evan, tapi sang calon tunangan pria tidak bisa hadir di tempat itu.


Beberapa saat kemudian, Alvero, Deanda dan juga Ernest segera membicarakan rencana mereka nanti malam dalam menghadapi Christopher yang sikapnya sudah seenaknya sendiri dengan mengundang para wartawan di Gracetian, yang sebenarnya bukanlah daerah kekuasaannya.


Dengan sikap sembrononya itu, menunjukkan bagaimana lancangnnya sikap Chrsitopher terhadap penguasa setempat.

__ADS_1


Meskipun di Gracetian media bisa bebas mengangkat sebuah bertita, asal tidak merugikan pihak istana atau keluarga kerajaan, akan tetapi, wawancara dengan Christopher yang terjadi kali ini adalah inisiatif dari Christopher yang sebenarnya bagi Alvero tidak pantas dilakukan oleh orang dari kerajaan lain, bukan penduduk Gracetian.


“Ernest! Tolong bicarakan dengan Erich semua detail acara makan malam kita nanti. Persiapkan segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti malam setelah aku menolak permintaan putra mahkota Christopher. Semoga semuanya baik-baik saja dan dia bisa menerima alasanku. Tapi tidak ada salahnya kalau kita berjaga-jaga.” Alvero memberikan perintah kepada Ernest.


“Siap Yang Mulia.” Dengan suara terdengar tegas, Ernest berkata sambil menganggukkan kepalanya kepada Alvero.


“Ada baiknya kamu meminta Alea masuk dalam tim pelayan yang mengurus meja makan istana, sehingga kalau ada apa-apa, dia bisa membantumu dengan cepat.” Alvero kembali memberikan perintahnya kepada Ernest.


“Baik Yang Mulia. Saya akan aturkan dengan baik tentang hal itu.” Jawaban Ernest membuat Alvero tersenyum puas.


“Kalau begitu kamu bisa pergi sekarang dan menemui Erich, aku dan permaisuri juga akan beristirahat sebentar.” Alvero berkata sambil bangkit dari duduknya, setelah itu langsung mengulurkan tangan ke arah Deanda dan mengajak permaisurinya itu untuk pergi bersamanya untuk menenangkan pikirannya yang terus terasa tegang karena kehadiran Christopher yang lumayan memancing emosinya.


# # # # # # #


Alaya yang sedang berjalan diiringi oleh nyonya Rose untuk mengikuti acara makan malam yang sudah direncanakan dengan spesial karena kehadiran Christopher, tampak berjalan dengan sikap ogah-ogahan.


Aku sungguh berharap hari ini segera berlalu, dan si Krisis segera menghilang dari bumi Gracetian. Benar-benar pembuat krisis keadaan.

__ADS_1


Alaya berkata dalam hati dengan langkah-langkah kecil dan sikap malas, meskipun beberapa orang pelayan yang berpasan dengannya, melihatnya dan memberikan salam pernghormatan padanya, tampak tersenyum dan terpesona dengan sosok Alaya yang tampil cantik setelah dipaksa oleh nyonya Rose didandani oleh seorang tenaga MUA professional.


__ADS_2