Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SEBUAH TANDA IKATAN


__ADS_3

“Aku tahu tindakanku pasti akan dianggap tidak sopan oleh duke Evan. Dan kak Alvero pasti akan memarahiku jika mengetahui tindakan kurang ajarku ini nanti.  Bisa-bisa dia mengusirku dari Gracetian dan tidak mengakuiku sebagai putri gracetian lagi setelah ini. Tapi apa boleh buat, orang yang tidak dalam posisiku pasti dengan mudahnya menghakimi dan menilaiku salah dalam bertindak, egosi, dan lain sebagainya.” Alaya berkata sambil menghela nafas panjang.


“Tapi aku ingin menjadi diriku sendiri, yang tidak ingin terikat dalam sebuah pernikahan yang akan tidak membuatku bahagia, karena apa yang sudah dilakukan Evan padaku.” Alaya kembali berkata pelan sambil melirik ke arah pergelangan kakinya, dimana di sana melingkar sebuah gelang kaki yang indah dan berkilauan.


Sudah lama aku mengenakannya, berharap untuk bisa segera bertemu dengan orang yang menyerahkanmu padaku. Apa mungkin ini sudah waktunya melepas gelang ini, seperti bersiap memutuskan hubunganku dengan duke Evan?


Alaya berkata dalam hati sambil menatap ke arah gelang kaki yang melingkar di kaki kirinya itu.


# # # # # # #


“Kenapa kamu harus pergi? Bahkan kita baru saja meresmikan hubungan kita. Apa kamu serius mencintaiku? Jangan-jangan, kamu hanya menjadikan aku tempat bersinggah sementara karena kekasihmu berada di tempat lain.” Alaya dengan suaranya yang terdengar manja berkata kepada Evan, yang sebenarnya juga berat untuk pergi meninggalkan gadisnya, sedang belum genap sebulan gadis itu menjadi kekasihnya.


“Jangan bicara sembarangan Alaya. Aku bahkan belum pernah jatuh cinta pada gadis manapun selain kamu, mana ada gadis lain yang menjadi kekasihku di luar sana?” Evan berkata sambil menatap dengan mesra ke arah Alaya dengan tangannya yang menggenggam erat tangan tangan Alaya, seolah takut jika Alaya lari darinya jika dia melepaskan tangannya.


Sesekali Evan tampak menciumi punggung telapak tangan Alaya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


“Masa sih? Pastikan kamu benar-benar menutup matamu saat nanti kembali ke Gracetian. Aku dengar gadis-gadis dari kerajaan Gracetian terkenal cantik dan menarik.” Evan tertawa kecil begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Alaya dengan bibir sedikit memberengut.


“Apa kamu cemburu?” Evan berkata sambil dengan tangannya yang lain, mencubit pelan pipi Alaya yang tampak menggelembung, yang sengaja diisinya dengan udara.

__ADS_1


“Evan… berjanjilah padaku agar jangan sampai kamu tergoda dengan gadis lain setibanya nanti di Gracetian.” Dengan sikap possesifnya Alaya berkata kepada Evan yang langsung menganggukkan kepalanya kepada Alaya.


“Dasar pencemburu… Tentu saja…. Mana ada gadis lain yang bisa membuatku seperti orang gila selain kamu Alaya.” Evan berkata sambil merogoh kantong celananya.


Saat itu Evan asal saja bicara tanpa menyadari bahwa Alaya yang merupakan adik dari Alvero, merupakan gadis yang memang pencemburu berat. Sebelas dua belas dengan kakak kandungnya, sehingga saat mengetahui tentang Evan yang sempat tertarik dengan Deanda sebelum menikah dengan Alvero, membuat Alaya tidak ingin lagi menjalin hubungan apapun dengan Evan yang baginya sangat mengecewakannya.


“Apa kamu sedang menyiapkan sebuah hadiah besar untukku?” Alaya langsung bertanya kepada Evan yang masih sibuk mengambil sesuatu dari kantong celananya.


“Tentu saja, karena seperti kamu yang tidak ingin aku melirik gadis lain, aku juga ingin kamu tidak akan melirik, atau membiarkan laki-laki lain melirikmu. Dan untuk itu….” Evan menghentikan kata-katanya sebentar, melepaskan pegangan tangannya pada tangan Alaya, dan membuka menyodorkan tangan lainya yang tergenggam ke arah Alaya.


Begitu Alaya tetap menatap ke arah wajah Evan dengan tatapan kagumnya, Evan segera menggerakkan bola matanya, memberi tanda kepada Alaya agar melihat ke arah tangannya yang tergenggam.


“Evan….” Begitu Alaya tahu itu adalah sebuah gelang berukuran besar dengan bentuknya yang unik dan indah, membuat senyum di wajah Alaya langsung terlihat lebar.


“Aku sengaja memberikanmu gelang kaki ini, berharap saat kita bertemu lagi nanti, aku akan bisa segera mengenalimu, hanya dengan melihat gelang ini di kakimu. Aku juga ingin mengatakan, kalau gelang ini akan menjadi tanda terikatnya kita berdua, selamanya kita berdua akan terikat, baik hatiku dan hatimu, akan selamanya saling memiliki sampai selamanya.” Kata-kata Evan yang begitu manis dan lembut, hanya bisa membuat Alaya tersenyum, tanpa bisa menjawabnya dengan kata-kata.


“Aku akan selalu mengingat kata-katamu itu….” Alaya menghentikan kata-katanya dengan wajah terlihat kaget, karena tiba-tiba saja Evan sudah duduk dengan posisi berlutut dengan satu kaki di hadapannya.


Dan kekagetan Alaya semakin bertambah begitu Evan meraih kakinya dan menumpangkannya di atas pahanya, untuk kemudian dengan gerakan lembut, Evan memasangkan gelang kaki yang tadi di pegangnya, tanpa memberikan kesempatan pada Alaya untuk menolaknya.

__ADS_1


Waktu itu, sebelum Evan benar-benar meninggalkannya dan juga melupakannya, Evan memang sengaja memberikan gelang kaki itu pada Alaya sebagai tanda ikatan diantara mereka berdua.


“Hanya aku yang boleh memasangkan gelang kaki ini, namun tidak ada seorangpun yang boleh melepaskannya, sebagai tanda hatiku yang akan selalu terikat padamu.” Evan berkata sebelum akhirnya kembali mengambil posisi duduk tepat di hadapan Alaya.


Mengingat semua kejadian itu, membuat Alaya menaraik nafas dalam-dalam dengan wajah pasrah.


Apa mungkin sudah nasibku, tali jodoh diantara aku dan Evan, hanya sampai di sini saja, karena dia yang tidak bisa memegang janji ucapannya padaku. Dia yang waktu itu mengikatku, tapi dia juga yang melepaskanku di hari pertama kami kembali bertemu waktu itu. Mata hijaunya, saat itu bahkan tidak memandangku dengan mesra dan hangat seperti waktu. Dan sekarang karena perintah kak Alvero, kami harus menjalani sebuah perjodohan? Aku tidak mau memiliki hubungan dengan Evan, dengan cara seperti itu.


Alaya berkata sambil menjulurkan tangannya ke arah gelang kakinya, berniat untuk melepaskan gelang itu dari kakinya, sebagai tanda kalau antara dia dan Evan, benar-benar sudah berakhir, tidak ada alasan untuk tetap saling berhubungan antara satu dengan yang  lain.


“Hahhhh…. Kenapa sulit sekali?” Alaya akhirnya mengeluarkan suara omelannya setelah beberapa menit berlalu, tapi ternyata dia tidak berhasil melepaskan gelang kaki pemberian Evan itu dari pergelangan kakinya.


Kenapa dengan gelang ini? Padahal beberapa tahun yang lalu sempat aku bisa melepaskan pengaitnya dengan mudah karena kakiku yang sempat tekilir. Tapi kenapa sekarang aku tidak bisa melapaskan gelang ini dari kakiku?


Alaya bertanya-tanya dalam hati sambil memikirkan cara apa saja yang mungkin bisa dia lakukan untuk benar-benar melepaskan gelang kaki itu, seperti dia yang begitu ingin memutuskan hubungannya dengan Evan,.


Dengan polosnya Alaya berpikir seperti itu, tanpa dia tahu bahkan saat ini dia tidak akan pernah lagi bisa memutuskan hubungan dengan Evan karena dia sudah terikat dalam sebuah pernikahan yang sah dengan Evan.


NOTE: Mohon maaf untuk para pembaca setia, dikarenakan kondisi kurang sehat, up novel ini jadi sesikit terganggu. Semoga author bisa secepatnya pulih dan beraktifitas seperti biasanya🙏.

__ADS_1


__ADS_2