
"Duke Evan...." Suara manja dari Kattie membuat Evan menarik nafas panjang.
"Apa maksudmu dengan putri Alaya bersikap kasar padamu? Yang aku lihat tadi justru kamu yang berkali-kali mencoba menyerangnya. Kamu tahu sebagai seorang duke, yang dipercaya dalam hal keamanan negara ini, aku harus menilai segala sesuatunya dengan adil." Evan berkata sambil menatap ke arah Kattie tanpa berkedip, tanpa ada aura lembut seperti sebelumnya.
Jawaban dari Evan mau tidak mau membuat Kattie merasa salah tingkah.
"Bagiku, tindakan putri Alaya sangat wajar sekali karena dia hanya berusaha membela dirinya dari seranganmu. Yang aku tidak mengerti justru kenapa kamu berusaha menyerang putri Alaya dengan membabi buta seperti itu. Kamu tahu hukuman dari tindakan kriminal berusaha menyerang dan melukai orang lain dengan senjata tajam di negara ini. Paling tidak, satu tahun kamu akan mendekam di penjara, dan mendapatkan peringatan untuk tidak berada di dekat orang yang pernah kamu coba lukai dalam jarak kurang dari 500 meter." Kattie hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar mendengar kata-kata Evan.
Bisa-bisanya kamu masih berusaha mengucapkan kata-katamu dengan sikap manja dan menggoda seperti itu, padahal kamu sudah berani-beraninya berniat menyerang istriku! Kalau bukan karena my pincess yang keras kepala ingin memberi pelajaran padamu, sudah dari awal aku akan meminta Sam untuk menangkap dan segera menyingkirkanmu dari hadapanku.
Sebuah omelan panjang mulai diucapkan Evan dalam hatinya dengan tatapan mata hijaunya yang lurus mengarah kepada Kattie.
__ADS_1
Evan memang mengucapkan kata-katanya kepada Kattie dengan suara dan sikap tenang, tidak menunjukkan bahwa saat ini, sebenarnya dalam dada Evan sedang terjadi gemuruh hebat karena sebenarnya dia begitu tidak terima melihat bagaimana istrinya diserang seperti tadi oleh Kattie.
Jika bukan karena permintaan Alaya padanya tadi, Evan sedari awal pasti sudah turun tangan untuk menghentikan Kattie menyerang Alaya, meskipun Evan tahu, Alaya mampu membela dirinya dengan baik tanpa dia ikut campur tadi, akan tetapi sebagai suami, mana bisa hatinya tetap tenang melihat bagaimana kerasnya usaha Kattie untuk menyakiti Alaya.
Hanya saja Evan ingat betul bagaimana Alaya yang ingin membalas perbuatan Kattie padanya, sedikit mengerjainya, meskipun Alaya juga tidak menyangka kalau Kattie akan bersikap beringas seperti tadi karena begitu percaya dirinya bahwa Evan masih melupakan Alaya sebagai wanita yang dicintainya.
Bagaimana ini? Duke Evan memang tidak terlihat marah, tapi dia mungkin kecewa melihat bagaimana aku yang tadi terlihat kalap karena Alaya. Aku harus segera merayunya dan mencari cara agar dia tidak merasa kesal lagi padaku. Anggap saja hari ini kamu beruntung Alaya. Lain kali aku akan mencari kesempatan untuk memberimu pelajaran saat tidak ada duke Evan bersamaku.
Kattie berkata dalam hati dengan penuh harap, menatap ke arah Evan yang tetap duduk dengan tenang di tempatnya, meskipun dalam hati, rasanya dia ingin sekali memberi pelajaran pada Kattie karena berani menyentuh wanitanya.
Cih... bisa-bisanya berlagak begitu manja kepada Evan, padahal dia bukan siapa-siapanya Evan. Sungguh tidak tahu malu. Untuk saat ini aku akan diam, sampai tiba saatnya kamu harus bangun dari mimpi konyolmu itu.
__ADS_1
Alaya berkata dalam hati sambil menatap ke arah Evan dan Kattie, sengaja menunggu apa yang akan dilakukan Kattie pada Evan, meskipun sikap manja Kattie pada Evan sebenarnya membuat Alaya begitu kesal, dan ingin menarik tubuh Kattie agar tidak berada di dekat Evan.
"Duke Evan... semua itu aku lakukan karena aku sangat mencintaimu. Kamu tahu aku tidak bisa berpisah jauh darimu, apalagi membiarkan gadis lain yang mencoba mendekatimu, padahal aku adalah kekasihmu." Kata-kata manja dengan sikap percaya diri Kattie membuat Alaya sedikit membeliakkan matanya.
"Kalau memang kamu keberatan melihat keberadaan putri Alaya di dekatmu, lebih baik kita pergi sekarang. Aku anggap hari ini tidak terjadi apa-apa, dan kita bisa meninggalkan tempat ini berdua. Kali ini aku akan memaafkan perbuatan putri Alaya demi nama baikmu sebagai duke. Ke depannya aku berjanji akan lebih menjaga sikapku." Kattie berkata sambil berusaha mendekatkan tubuhnya kembali kepada Evan, dan berniat meraih tangan Evan, mengajaknya untuk pergi begitu saja meninggalkan Alaya.
Akan tetapi, tiba-tiba saja sebuah tangan menampik tangan Kattie, agar menjauh dari tangan Evan, meskipun sebelumnya Evan sudah sempat menarik tangannya terlebih dahulu agar Kattie tidak menyentuhnya.
"Putri Alaya! Beraninya kamu kembali bersikap tidak sopan padaku, padahal aku sudah berusaha melupakan kejadian hari ini demi memberi muka pada duke Evan!" Kattie langsung berteriak sambil mendongakkan kepala dan melotot ke arah Alaya yang sudah berdiri di antara Evan dan Kattie yang dalam posisi duduk.
"Tolong sadar diri duchess Kattie, siapa yang sudah memulai pertengkaran hari ini dan berusaha bersikap kasar pada orang lain." Alaya berkata sambil dengan sikap santai, tiba-tiba duduk di pangkuan Evan, membuat mata Kattie semakin melotot, dan bibirnya meneluarkan sebuah suara dengusan yang cukup keras, menunjukkan kemarahannya karena Alaya yang dengan beraninya duduk di pangkuan Evan.
__ADS_1
"Alaya! Beraninya kamu bersikap tidak sopan terhadap duke Evan! Cepat menyingkir dari sana." Kattie bangkit dari duduknya dan berencana menarik tubuh Alaya agar menjauh dari Evan, namun sebuah tangan segera menahan bahunya.
"Sudah Kattie.... hentikan." Dokter Jordan yang tangannya sedang berada di bahu Kattie berkata pelan, berusaha memberikan peringatan pada Kattie, agar gadis itu tidak menambah daftar kesalahan fatalnya pada Alaya dan Evan, karena masih saja berusaha untuk mempermalukan dan merendahkan Alaya di depan Evan tanpa tahu bahwa Evan sudah tidak kehilangan ingatannya tentang siapa Alaya dan pentingnya keberadaan putri cantik itu baginya.