Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEKEJAMAN HUGO


__ADS_3

Edward yang melihat pena miliknya, pemberian dari Evan terlempar jauh, berusaha mengulurkan tangannya kembali untuk meraihnya, dan melupakan nebulizer yang sebenarnya berada lebih dekat dengannya, meskipun juga jauh dari jangkauan tangannya.


Sayangnya, karena pena itu terlempar terlalu jauh, Edward tidak juga berhasil meraihnya.


Melihat begitu kerasnya usaha Edward untuk meraih pena itu, Hugo bangkit dari berlututnya di samping Edward dan dengan langkah santai, Hugo berjalan mendekati pena itu, lalu membungkukkan tubuhnya dan mengambilnya.


Pena yang sangat bagus. Aku yakin pena ini benar-benar terbuat dari emas murni. Tidak ada tanda pengenal apapun di sini, yang bisa menunjukkan bahwa ini adalah pena milik viscount Edward. Lebih baik aku menyimpannya untukku sendiri. Sayang sekali jika pena sebagus dan seindah ini harus lenyap bersama dengan pemiliknya dari dunia ini.


Hugo berkata dalam hati sambil melirik ke arah Edward yang terlihat tidak lagi berusaha untuk meraih pena itu karena tubuhnya yang sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bergerak.


Tanpa basa-basi, dengan sikap tidak perduli, setelah puas memandangi pena itu, Hugo langsung memasukkan pena itu ke dalam saku pakaiannya, menegakkan kembali tubuhnya dan menatap ke arah Edward yang sudah terlihat tidak sadarkan diri.


Sepertinya urusanku sudah selesai di sini. Selamat malam viscount Edward, semoga tidurmu nyenyak dan tidak lagi terbangun untuk selama-lamanya. Selamat tinggal.... viscount Edward, salam untuk malaikat pencabut nyawamu.

__ADS_1


Hugo berkata dalam hati, setelah itu langsung pergi meninggalkan tubuh Edward yang kondisi detakan jantungnya semakin melemah, dengan mata yang tertutup rapat.


# # # # # # #


"Hah!" Ornado mendeee....ssah pelan begitu membaca pesan masuk dari timnya yang diperintahkan untuk menemukan bukti kejahatan dari Hugo.


"Segera perintahkan orang untuk menyerbu kediaman duke Hugo Alvero sebelum dia menyadarai bahawa dia tidak akan bisa lari dari kejahatan yang pernah dilakukannya, karena orang-orangku tidak mungkin melakukannya. Karena kami adalah orang luar bagi rakyat Gracetian." Ornado berkata sambil menoleh ke arah Alvero yagn berdiri di sampingnya, dan terlihat mengernyitkan dahinya begitu mendengar permintaan dari Ornado.


"Apa maksudmu Ad? Walaupun aku adalah raja Gracetian, aku tidak bisa seenaknya menyerbu rumah seseorang dan menangkapnya dengan tuduhan kejahatan sebelum ada bukti nyata tentang segala kejahatannya." Alvero langsung berkata sambil membalas pandangan Ornado.


"Aku akan menjelaskannya pada kalian nanti. Sebaiknya kita ikut kesana, karena aku mendapatkan laporan kalau sepertinya malam ini Hugo terlihat berniat meninggalkan tempat kediamannya. Belum pasti kemana tujuan dia akan pergi, tapi aku dengar dari tim IT ku yan ada di Italia, mereka mengatakan kalau malam ini Hugo sudah memesan tiket untuk terbang ke Kamboja. Entah apa tujuannya, tapi lebih baik kita mencegahnya pergi kerluar dari Gracetian karena dia harus bertanggung jawab terhadap tindak kejahatan yang sudah dia lakukan selama ini.” Ornado berkata kepada Alvero.


Letak Kamboja menjadikan negara itu salah satu rute penyelundupan dan tujuan narkotika populer. Ini seperti  metamfetamin dan heroin. Otoritas Kamboja, yang terkenal dengan perilaku gemar korupsi, menjadikan negara ini sebagai tempat persembunyian yang mudah bagi penjahat dan pelarian asing

__ADS_1


Akan tetapi dalam kurun waktu beberapa tahun ini, pemerintah Kamboja menyatakan perang terhadap obat-obatan terlarang dan korupsi, menyababkan ribuan orang ditangkap terkait masalah itu).


“Kamu benar Ad, karena kerajaan Gracetian tidak punya perjanjian ektradisi dengan negara Kamboja. Akan sulit jika bagi kita untuk langsung menangkapnya kalau dia pergi kesana.” Alvero membenarkan perkataan Ornado.


(Perjanjian ekstradisi adalah perjanjian yang dilakukan antara dua negara untuk mengembalikan seorang tersangka atau terpidana. Perjanjian ekstradisi pernah dilakukan Indonesia dengan berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, Hong Kong, dan lainnya. Melalui perjanjian ini, pemerintah RI dapat memulangkan para buronan kembali ke Indonesia, begitupun sebaliknya.


Secara singkat, perjanjian ekstradisi adalah perjanjian untuk membebaskan seorang tersangka yang ditahan di suatu negara agar dikembalikan ke negara asalnya. Selanjutnya akan diproses hukum sesuai dengan hukum yang berlaku di negara asalnya).


“Lebih baik kita pergi sekarang sebelum terlambat. Kamu sebagai raja Gracetian, tidak perlu langsung hadir disana. Biarkan aku dan yang lain yang berangkat ke sana.” Ornado berkata kepada Alvero sambil bangkit dari duduknya, dan merapikan kancing jas yang dikenakannya.


“Apa akan ada masalah jika aku ikut denganmu?” Alvero berkata kepada Ornado.


“Masalah seperti ini, seorang raja sepertimu, tidak perlu untuk langsung turun tangan mengatasinya. Jangan membuat Hugo terlalu besar kepala karena menganggap dirinya sebagai orang penting denan kedatanganmu. Tetaplah disini, semuanya akan aku bereskan dengan baik….” Ornado menghentikan kata-katanya sejenak sambil memandang Evan.

__ADS_1


“Kalau kamu ingin membantuku, berikan Erich atau Ernest kepadaku, agar aku bisa memiliki seorang pemandu terbaik untuk membawaku dengan cepat ke tempat kediaman duke Hugo.” Ornado bekata, mencoba menenangkan Alvero wajahnya terlihat tidak sabar ingin bertemu Hugo dan melihat apa yang dilakukan Hugo untuk membela dirinya.


“Aku saja yang ikut denganmu.” Evan segera mengajukan dirinya untuk bisa ikut dengan Ornado, menuju tempat kediaman Hugo.


__ADS_2