Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA CHRISTOPHER YANG TERBACA OLEH ALVERO


__ADS_3

"Kenapa Putra Mahkota Christopher tiba-tiba datang berkunjung ke Gracetian?"


"Apa selain urusan kenegaraan ada rencana lain dari Yang Mulia Christopher?"


"Bagaimana pendapat Yang Mulia tentang kerajaan Gracetian ini?"


"Apakah ke depannya ada sebuah rencana kerjasama yang cukup besar antara kerajaan Rodfeel dan Gracetian?"


"Apa Yang Mulia kenal dekat dengan seseorang yang tinggal di Gracetian dan berencana menemuinya?"


Berbagai pertanyaan langsung timbul begitu pengawal dari kerajaan Rodfeel memberi kesempatan pada para wartawan untuk mulai menyampaikan pertanyaan mereka.


"Semuanya harap tenang. Aku tidak bisa memberikan banyak waktu, karena jadwal acara selama aku di Gracetian cukup padat. Karena itu, aku hanya akan menjawab beberapa pertanyaan dari kalian." Dengan senyum manis di wajah tampannya, Christopher berkata ke arah kerumuman wartawan yang sibuk menyodorkan mic, merekam, dan mengambil foto dari Christopher.


"Negara Gracetian merupakan negara besar yang layak untuk ditinggali karena perekonomiannya yang maju, dan juga peran besar dari raja Gracetian, raja Alvero Adalvino membuat Gracetian menjadi negara yang nyaman dan aman untuk ditinggali. Beliau sudah begitu bekerja keras bahkan sejak beliau masih sebagai putra mahkota Gracetian. Aku juga merasa betah tinggal di lingkungan seperti kerajaaan Gracetian ini." Perkaaan Christopher membuat Alvero sedikit mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Bagi orang lain yang mendengar tentang perkataan Christopher, akan menganggap kalau putra mahkota kerajaan Rodfeel itu sedang memuji-muji kehebatan Alvero.


Akan tetapi bagi Alvero, dia bisa melihat dengan jelas bagaimana seorang Christopher sengaja ingin tampil baik di depan rakyat Gracetian, sengaja membangun penilaian positif atas dirinya, agar dia menjadi orang yang dikagumi oleh rakyat Gracetian.


"Hari ini aku dan rombongan dari kerajaan Rodfeel sengaja datang untuk melakukan kunjungan kerja ke Gracetian. Meskipun sebenarnya ada tujuan lainya, tapi aku belum bisa mengemukakan di depan umum sekarang. Tunggu saja berita baik selanjutnya." Christopher berkata sambil tetap menyungingkan senyumnya, membuat para wartawan ikut tersenyum.


Dengan sosoknya yang tampan, dan statusnya sebagai putra mahkota kerajaan Rodfeel, Christopher sengaja menarik simpati rakyat Gracetian agar Alvero tidak dengan mudah menolak lamaran yang dia ajukannya untuk Alaya.


"Aku dengar putra mahkota dari Crownhill juga akan segera menjadwalkan kunjungannya ke Gracetian, aku harap dia bisa datang tepat waktu dan juga bisa menikmati keindahan dan kehidupan nyaman di Gracetian seperti yang sedang aku lakukan sekarang." Chrsitopher yang memang sejak dulu selalu bersaing dengan Hector, berkata sambil menarap lurus ke depan, seolah-olah sedang berbicara dengan Hector langsung.


Rasanya begitu malas Alvero mendengarkan omong kosong berikutnya dari Christopher yang bagi Alvero akan semakin membuat emosinya terpancing.


"Lalu bagaimana rencanamu my Al?" Deanda langsung bertanya kepada Alvero, ikut merasa tidak tenang karena tindakan dari Christopher.


"Tidak masalah. Tetap akan sesuai dengan rencana. Toh, orang yang aku pilih sebagai pendamping Alaya adalah duke Evan. Dia bukan orang yang mudah untuk dikalahkan. Jika Christopher berani mencari masalah dengan duke Evan, aku yakin dia sendiri yang akan mengalami kesulitan." Alvero berkata dengan percaya diri.

__ADS_1


"Jangankan menghadapi putra mahkota Christopher, jika duke Evan harus menghadapi putra mahkota Christopher dan putra mahkota Hector, keduanya sekaligus, aku akan tetap menjagokan duke Evan. Apalagi dari sejarahnya, aku tahu kalau putra mahkota Hector adalah orang yang kekanak-kanakan. Wajah ramah dan tubuh atletisnya, hanya sebuah topeng dari sifat aslinya dia yang tidak ada bedanya dengan pikiran anak SD, tahunya hanya bersenang-senang saja." Alvero berkata dengan nada suara sudah normal kembali.


Alvero memang tidak banyak berkomunikasi dengan Evan, bahkan boleh dibilang hubungan Alvero dengan Evan tidaklah dekat dan jarang bertemu.


Apalagi di masa lalu, sifat pencemburu akut dari Alvero tidak membiarkan dirinya untuk terlalu dekat dengan Evan yang pernah menyukai Deanda itu.


Karena dalam pemikiran Alvero, jika sampai dia dekat dengan Evan, itu artinya, Evan akan memiliki banyak kesempatan untuk dekat dengan Deanda yang merupakan permaisurinya, yang seringkali ada dimanapun dia berada. Tentu saja Alvero tidak akan rela jika hal seperti itu sampai terjadi.


Tapi dari beberapa kali pertemuan, terutama saat mereka berdua menyiapkan pasukan khusus untuk menghadapi Eliana dan kelompoknya, Alvero bisa menilai bahwa Evan merupakan sosok laki-laki hebat, yang akan bisa mengatasi masalah yagn dia hadapi, termasuk jika itu berhubungan dengan Christopher yang bagi Alvero, dibandingkan dengan Evan, mereka berada pada level kemampuan yang jauh berbeda.


Hal itu juga yang membuat Alvero jadi memaksakan dirinya untuk berpikir realistis dan logis, untuk memaksa dirinya sendiri menerima keberadaan Evan dengan menjodohkan Evan dan Alaya, yang selain untuk menolak secara halus lamaran dari Christopher, keberadaan Evan sebagai jenderal besar dari keluarga Carsten (keluarga paling berpengaruh di Gracetian selain keluarga Adalvino) yang menjadi iparnya, akan secara otomatis memperkuat posisinya sebagai seorang raja Gracetian.


Apalagi selain keluarga Carsten, pengaruh dan juga kekuatan dari para keluarga bangsawan lainnya berada jauh di bawah keluarga Adalvino, dan akan sulit memberikan pengaruh pada kedudukan keluarga Adalvino yang telah berabad-abad menduduki posisi sebagai raja.


Keluarga Adalvino dan keluarga Carsten merupakan dua keluarga dengan kekuatan besar dan kekayaan yang tidak terhitung jumlahnya.

__ADS_1


Dalam sejarah Gracetian, kedudukan keluarga Adalvino selalu menempati posisi keluarga raja, sedangkan untuk keluarga Carsten merupakan keluarga duke yang juga disegani secara turun temurun baik oleh rakyat Gracetian maupun kaum bangsawan lainnya.


__ADS_2