Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERTEMUAN YANG MEMBOSANKAN UNTUK EVAN


__ADS_3

Sepertinya aku harus mengirimkan pesan pada duke Evan dan meminta waktu bertemu dengannya. Kalau mendengar cerita bagaimana duke Evan yang dikenal memiliki wajah malaikat tapi kemampuan seperti dewa perang itu, semoga dia mau menemuiku.


Alaya kembali berkata dalam hati tanpa berani membantah atau bersikeras pada petugas keamanan yang berjaga, karena selain dia sadar kalau dia yang bersalah datang tanpa membuat janji, Alaya cukup sadar diri kalau dibandingkan dengan Evan, secara status sosial, posisinya sebagai putri Gracetian, masih di bawah seorang duke seperti Evan.


Meskipun waktu itu Alaya pernah bertemu Evan di acara afternoon tea dan bahkan hampir bertabrakan dengannya, waktu itu dengan buru-buru Alaya langsung pergi tanpa memandang sedikitpun ke arah Evan yang justru sempat memandang Alaya dengan waktu cukup lama.


“Kalau Putri berkenan, Putri bisa menunggu sampai meeting duke Evan selesai. Setelah itu mungkin saya bisa menghubungi asisten pribadi duke Evan, untuk meminta waktu jika duke Evan berkenan." Dengan sikap sopan, petugas keamanan itu menawarkan solusi yang bisa dia pikirkan para Alaya.


Bagaimanapun, Alaya adalah adik kandung dari Alvero yang merupakan raja Gracetian, sehingga membuat petugas itu juga merasa tidak enak hati jika membiarkan Alaya tanpa berusaha untuk membantu yang dia bisa.


“Mmmmm, mungkin itu bukan ide buruk. Aku akan menunggu di sana.” Alaya menunjuk ke arah deretan kursi yang berjajar rapi di salah satu sudut ruangan itu, dan berjalan ke arah sana.


Begitu Alaya sudah duduk, dia mulai memikirkan rencana untuk mencoba menghubungi Evan.


Pasti tidak sopan kalau di tengah-tengah meetingnya, aku langsung menghubungi duke Evan, apalagi dia belum tentu mau menerima panggilan teleponku karena duke Evan tidak mungkin memiliki nomerku.


Alaya berkata dalam hati sambil menggerak-gerakkan handphone yang ada di tangannya.

__ADS_1


Selamat siang duke Evan, saya Alaya Adalvino, bisakah saya meminta waktu sebentar untuk bertemu dengan duke Evan? Jika diijinkan, ada satu hal penting yang ingin saya bicarakan dengan duke Evan.


Akhirnya Alaya memberanikan diri untuk mengirimkan pesan pada Evan, berharap Evan segera membaca pesannya, dan menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengannya.


Setelah mengirimkan pesannya, Alaya yang menunggu balasan dari Evan dengan harap-harap cemas, terlihat bangkit berdiri, dan berjalan mondar-mandir kesana kemari sambil memegang erat handphone miliknya, dengan kedua tangannya, dan dia tempelkan pada dadanya.


Sesekali kepala Alaya tampak mendongakkan kepalanya ke atas, dengan sikap seperti orang berdoa, karena dia sungguh berharap kalau Evan mau memberinya kesempatan untuk bertemu sebelum semuanya terlambat, dan Alvero membicarakan tentang rencana perjodohan mereka.


Dan yang menjadi ketakutan terbesar Alaya, Evan menerima rencana perjodohan itu.


Jika sampai itu terjadi, Alaya tahu akan sulit baginya untuk menghindari pernikahannya dengan Evan.


Seperti yang dikatakan oleh sebagian besar orang yang pernah bertemu dengan Evan atau mengenal sosok laki-laki itu.


Evan dengan rambut pirang dan matanya yang berwarna hijau, merupakan laki-laki tampan dengan kedudukannya yang tinggi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi militer di negara Gracetian, dikenal dengan wajah tampan seperti malaikat dan sifat pendiam, tidak banyak bicara, tapi selalu murah senyum dan bersikap hangat pada orang lain.


Akan tetapi, di balik sikap dan wajah seperti malaikat itu, Evan dikenal akan ketangguhan dan kemampuan hebatnya dalam memimpin pasukan militer Gracetian.

__ADS_1


Di bawah kepemimpinan Evan yang dikenal tegas meskipun pendiam dan murah senyum, semua orang yang berada di bawahnya begitu taat dan setia padanya.


Hal itu sebenarnya menjadi pertimbangan terbesar Alvero untuk merangkul Evan sebagai sekutu dengan ikatan pernikahan dengan Alaya, sehingga kepemimpinan Alvero sebagai raja Gracetian, akan mendapatkan dukungan penuh dari Evan, dan posisi kepemimpinan Alvero sebagai raja semakin kuat.


Alvero tahu kalau di sisi lain, dia yang tahu bagaimana Evan pernah mencintai istrinya Deanda di masa lalu, membuatnya yang begitu posesif terhadap Deanda, sempat ragu saat dia memutuskan untuk menjalankan rencana perjodohan antara Alaya dan Evan.


Akan tetapi dengan cinta yang begitu besar, yang ditunjukkan oleh Deanda padanya, Alvero percaya sepenuhnya pada Deanda bahwa istrinya itu bisa membawa diri dengan baik dan tidak mungkin bertindak macam-macam dengan Evan, yang otomatis akan memiliki hak dan wewenang lebih untuk memasuki istana begitu Evan menikah dengan Alaya.


Apalagi, saat ini, Deanda sedang mengandung buah cinta mereka berdua, membuat Alvero semakin yakin dengan cinta Deanda padanya, yang semakin kuat dan terikat dengan adanya calon anak mereka saat ini, membuat Alvero semakin yakin kalau keputusannya untuk menjodohkan Evan dan Alaya adalah keputusan yang benar.


Mmmmm….. nomer siapa ya?


Evan bergumam dalam hati, begitu melihat adanya notifikasi pesan baru yang membuat layar di handphonenya menyala sekejap, dan sekilas Evan bisa melihat pesan baru itu berasal dari nomer yang tidak dikenalnya.


Biasanya, Evan yang dikenal disiplin, tidak akan pernah membiarkan dirinya mengamati apalagi membuka handphonenya, saat dia dalam kondisi meeting.


Bahkan Evan akan selalu membuat handphonenya dalam posisi silent karena saat meeting Evan akan benar-benar serius dan tidak mau apapun mengganggunya saat dia sedang meeting, sehingga dia tidak akan pernah memperdulikan atau fokus pada handphonenya saat sedang meeting.

__ADS_1


NOTE: Untuk para pembaca setia, satu episode ekstra hari ini untuk merayakan hadirnya novel baru ini. Semoga suka ya. Jangan lupa like, vote, komen, rate bintang 5, dan memberikan gift. Happy reading guys.


__ADS_2