Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA LAIN


__ADS_3

Awalnya Alaya merasa kesal dengan perintah yang diberikan Alvero padanya tentang menyuguhkan teh pada Evan, tapi tiba-tiba dia menemukan sebuah ide baru tentang hal itu.


Dan kesempatan itu ingin dipergunakan oleh Alaya untuk membuat Evan benci kepadanya.


Dengan sengaja Alaya mencari ide agar Evan marah dan kecewa padanya, dengan dia memberikan minuman yang pastinya akan membuat Evan kesal, karena itu adalah minuman yang tidak disukainya, karena rasa asam dan sepat pada teh jenis earl grey.


Belum lagi, Alaya sedang berpikir untuk dengan sengaja ingin membubuhkan sedikit garam pada teh itu,dan melihat ekspresi Evan saat meminum teh buatannya, karena Alaya sudah mempelajari bagaimana aturan di kerajaan Gracetian, saat seorang putri menyuguhkan teh pada laki-laki yang datang ke istana dan akan mnjadi calon suaminya, semua orang pasti akan mengamati bagaimana wajah laki-laki itu untuk mereka bisa menerka apakah teh buatan putri itu enak atau tidak, memuaskan atau tidak bagi laki-laki yang akan menjadi calon suaminya itu.


Alaya berharap jika laki-laki menyatakan ketidaksukaannya terhadap teh itu, maka rencana pernikahan bisa saja dibatalkan saat itu juga.


Membayangkan wajah kaget dan juga tidak terimanya Evan saat nanti dia menyuguhkan teh yang akan dia berikan pada Evan itu, Alaya langsung tersenyum geli sambil memandang ke arah Alea.


"Kalau begitu, aku akan ke dapur. Seperti permintaan yang mulia Alvero, aku harus belajar menyeduh dan menyuguhkan teh dengan benar. Untuk itu aku akan berlatih dengan baik hari ini, untuk persiapan besok." Alaya berkata sambil menarik pergelangan tangan Alea dengan sikap bersemangat, mengajaknya pergi ke dapur istana.

__ADS_1


# # # # # #


"Tidak boleh lebih dari 5 gram daun teh yang diseduh, tolong Putri perhatikan dan catat dengan baik." Nyonya Rose berkata kepada Alaya yang dengan sembarangan memasukkan teh yang akan dia buat teh earl grey dengan takaran sembarangan.


"Memang kenapa kalau kurang atau lebih Nyonya Rose?" Alaya berkata dengan wajah ingin tahunya, tanpa nyonya Rose tahu jawabannya akan menjadi penentu bagi Alaya saat dia menyuguhkan teh besok, agar teh yang disuguhkannya kepada Evan, menjadi teh paling tidak enak yang akan membuat Evan mengernyitkan dahi, mata melotot, syukur-syukur kalau sampai terdengar suara makian dari bibir Evan.


Membayangkan itu, membuat Alaya semakin bersemangat untuk mempelajari semua tentang teh earl grey yang tidak disukai oleh Evan tersebut.


"Kalau kurang tentu saja aroma dan rasa teh akan kurang kuat, kalau terlalu banyak, penggabungan teh dan ekstrak orange bergamot, akan membuat rasa teh terlalu asam dan juga sepat. Semua harus sesuai dengan takaran yang pas, agar rasa dan aroma tehnya menjadi istimewa." Nyonya Rose berusaha menjelaskannya kepada Alaya yang langsung tersenyum manis, tapi tertawa puas dalam hati.


Minyak bergamot adalah salah satu minyak atsiri terbaik yang sudah sejak lama dikenal sebagai aromaterapi untuk menangani gangguan kesehatan mental seperti kegelisahan, kecemasan, depresi dan gangguan mood lainnya. Sifat antidepresan di dalam minyak ini dapat meningkatkan energi dan suasana hati. Cara kerjanya dengan memberi sinyal pada otak untuk melepaskan hormon dopamine dan serotonin saat dihirup).


Itu artinya, aku harus memberikan teh dan juga ekstrak orange bergamot lebih banyak dari takaran biasanya agar rasa teh earl grey semakin kuat rasa dan aromanya, dan yang pasti, akan membuat perasaan Evan semakin buruk. Siapa suruh mencari masalah denganku.

__ADS_1


Alaya berkata dalam hati dengan seringai licik di wajahnya.


Sedangkan nyonya Rose yang sedang memberikan pelajaran abgaimana menyeduh dan menyuguhkan teh pada Alaya tampak senang karena tidak biasanya Alaya terlihat bersemangat mempelajari sesuatu yagn berhubungan dengan tata krama di istana.


Apa karena sebentar lagi putri Alaya akan menjadi istri dari duke Evan Carsten ya, makanya dia terlihat begitu bersemangat untuk belajar semua tata cara hidup bangsawan di Gracetian yang kadang memang mengadakan pesta, dan juga acara minum teh. Apalagi, duke Evan merupakan bangsawan kelas atas yang kedudukannya bahkan lebih tinggi dari pangeran dan putri Gracetian.


Nyonya Rose berkata dalam hati dengan bahagia, tidak tahu kalau Alaya sedang memiliki misi lain kenapa hari ini dia begitu bersemangat belajar tentang bagaimana menyeduh teh.


# # # # # #


"Perempuan bodoh! Dia benar-benar merusak rencanaku." Seorang laki-laki tampan berperawakan tegap, dengan rambutnya yang berwarna hitam legam, tampak menggebrak mejanya begitu mendengar laporan dari salah satu orang yang merupakan bawahannya.


"Sepertinya dia memang tidak bisa berpikir panjang Duke Hugo. Sibuk menjalankan misis pribadinya untuk menaikkan statusnya, dengan mengesampingkan tugas penting dari Anda Duke Hugo." Orang yang baru melapor itu segera menanggapi perkataan tuannya.

__ADS_1


"Aku harus segera memikirkan cara lain agar bisa memasukkan mata-mata lain ke dalam istana, agar aku bisa tahu apa yang bisa aku lakukan untuk bisa menyingkirkan duke Evan dari posisinya yang sekarang. Aku harus bisa menarik perhatian yang mulia Alvero, agar dia tahu bahwa sudah waktunya keluarga Carsten tidak lagi menduduki posisi sebagai duke dengan posisi tertinggi di kerajaan Gracetian. Sudah waktunya keluarga Brown, berada di posisi itu." Orang yang dipanggil dengan sebutan duke Hugo itu berkata sambil matanya menatap ke arah jajaran foto keluarganya yang terpampang di dinding.


Keluarga duke Brown, merupakan keluarga bangsawan dengan gelar Duke yang usia keluarganya, sebenarnya lebih tua dari keluarga duke Carsten, namun dalam hal kekuasaan, kekuatan, posisi dan status, selama berabad-abad, keluarga Brown selalu berada di bawah keluarga Carsten.


__ADS_2