
Dokter Jordan tampak langsung menahan tubuh Kattie agar tidak terjatuh karena dorongan dari Alaya.
Wajah Kattie langsung merah padam melihat bagaimana Alaya yang sudah memperlakukannya dengan tidak hormat seperti itu, apalagi di depan Evan, yang dia anggap sebagai kekasihnya sekarang.
"Putri Alaya! Beraninya kamu mendorongku!" Kattie berteriak keras karena merasa Alaya sudah berani melawannya, dan mencegahnya untuk mendekat ke arah Evan.
"Hei, Putri Alaya! Tunjukkan sopan santunmu! Bagaimana bisa seorang putri sepertimu langsung masuk ke ruangan orang lain, dan datang tanpa memberikan salam penghormatanmu kepada bangsawan dengan status lebih tinggi seperti aku dan duke Evan?" Kattie menegur Alaya yang awalnya sedang melotot ke arah Evan, tapi begitu mendengar teguran itu, langsung menoleh ke arah Kattie, dan menatap sinis pada wanita itu.
"Kalau keluarga istana tahu tentang sikap tidak sopanmu ini, mereka pasti akan kecewa kepadamu. Yang mulia Alvero juga pasti akan malu dengan perbuatanmu ini." Kattie melanjutkan kata-katanya sambil mendekat ke arah Alaya.
"Perbuatan mana yang memalukan? Duke Evan adalah suamiku, jadi wajar saja aku merasa tidak suka kalau ada wanita lain berada di dekatnya, apalagi berusaha menggodanya. Yang memalukan adalah sikapmu yang seperti wanita murahan dan berusaha menggoda suami orang lain." Alaya berkata sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya, dengan sikap menantang ke arah Kattie, membuat Kattie merasa justru ingin menertawakan Alaya yang baginya terlihat terlalu percaya diri.
Aku akan membuat Alaya melihat bagaimana Evan membelaku dan membuatmu dipermalukan.
Kattie berkata dalam hati dengan sedikit mendongakkan kepalanya, dengan sikap membalas tantangan dari Alaya.
"Sayang, dengar apa yang diucapkan oleh putri Alaya padaku. Kamu harus memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Bahkan kamu harus segera melaporkan hal tidak menyenangkan ini kepada yang mulia Alvero." Kattie berkata dengan wajah memelas ke arah Evan.
__ADS_1
“Meskipun saat ini statusnya adalah istrimu, tapi kamu tahu pernikahan kalian adalah pernikahan yang dipaksakan, dan kekasihmu yang sebenarnya adalah aku.” Kattie melanjutkan kata-katanya dengan nada merengek.
"Cih...." Bibir Alaya langsung berdecih dan menoleh ke arah Evan yang masih duduk di tempatnya dengan wajah bingung dan menatap Evan dengan tatapan tajam.
“Sayang? Bagaimana bisa wanita lain memanggilmu sayang? Apa kalian sudah sedekat itu? Bagaimana kamu tega melakukan hal seperti ini padaku Evan?” Alaya langsung menyampaikan protesnya.
"Dokter Jordan... kenapa putri Alaya mengatakan kalau dia adalah istriku? Apa dia sedang bercanda denganku?" Evan bertanya kepada dokter Jordan yang tampak kikuk dengan pertanyaan yang baru saja di tanyakan Evan padanya.
Apa yang sedang terjadi? Kenapa tiba-tiba putri Alaya muncul di tempat ini? Benar-benar gawat.
"Be... benar Duke Evan. Menurut berita resmi yang disampaikan oleh pihak kerajaan, Anda dan putri Alaya memang sudah menikah sejak beberapa hari yang lalu...." Dengan suara gugup, dokter Jordan berusaha menjelaskan kepada Evan.
"Tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Apa benar dia istriku? Yang aku tahu, dia adalah wanita jahat yang sudah membuat hidupku kacau." Evan kembali bertanya sambil menatap ke arah Alaya dengan ragu, membuat Kattie tersenyum dengan wajah puas, karena efek hipnoterapi dokter Jordan kali ini sungguh menguntungkan untuknya.
Kenapa tidak sejak dulu aku meminta dokter Jordan untuk membuat Evan tidak hanya melupakan Alaya, tapi juga membencinya, dan mengingatku sebagai kekasihnya? Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Kattie berkata dalam hati dengan hati sangat bahagia.
__ADS_1
"Kamu dengar sendiri kan Putri Alaya? Duke Evan bahkan tidak mengenalimu sebagai istrinya. Jadi lebih baik kamu segera menyingkir dari tempat ini. Segera pulang dan menunggu surat cerai dari Duke Evan dengan tenang di kamarmu." Dengan percaya dirinya Kattie berkata kepada Alaya sambil melangkah, berencana mendekat ke arah Evan dengan senyum lebar tersungging di bibirnya.
"Eh...." Wajah Kattie tampak berubah kesal begitu menyadari bahwa Alaya yang sedang berdiri di depannya dengan sengaja menghalang-halanginya untuk berjalan mendekat ke arah Evan.
Saat Kattie mau ke kiri, Alaya ikut menggerakkan tubuhnya ke kanan, begitu juga ketika Kattie berusaha untuk bergerak ke kanan, Alaya yang ada di hadapannya langsung bergerak ke kiri, sehingga Kattie tidak bisa bergerak ke depan.
“Kamu ini semakin kurang ajar ya Putri Alaya! Cepat menyingkir dari hadapanku!” Kattie kembali berteriak ke arah Alaya yang tetep tidak mau menyingkir dari hadapannya.
“Kenapa aku harus menyingkir dan membiarkan kamu mendekati suamiku? Aku bukan wanita yang akan membiarkan wanita lain menggoda suamiku, apalagi merebutnya dariku, karena dia adalah milikku.” Alaya berkata dengan mata menatap ke arah Katie.
“Kamu benar-benar harus diberi pelajaran. Duke Evan mungkin sungkan padamu karena dia adalah pria terhormat milikku yang tidak akan memukul wanita. Tapi aku! Tidak perduli karena kita sama-sama perempuan!” Kattie berkata sambil melayangkan tangannya ke arah Alaya, berniat menampar wajah Alaya.
Akan tetapi dengan gerakan cepat dan tangkas, Alaya langsung menahan gerakan Kattie dengan mencekal pergelangan tangannya.
Merasa ditantang oleh Alaya, Kattie langsung menggerakkan kakinya berniat menendang Alaya.
Sayangnya Kattie tidak tahu bahwa wanita cantik di depannya menguasai ilmu bela diri dengan sangat baik, sehingga dengan gerakan cepat, Alaya yang masih mencekal tangan Kattie, bergerak memutar tubuhnya, dan menjegal salah satu kaki Kattie sehingga Kattie jatuh berlutut dengan satu kakinya, di hadapan Alaya.
__ADS_1