
“Evan, kamu sedang memikirkan apa?” Alaya yang melihat bagaimana wajah Evan yang tiba-tiba berubah serius setelah memandang ke arah lain, langsung bertanya kepada Evan dengan wajah penasaran sekaligus manja, membuat Evan langsung menggerakkan tangannya, mencubit pelan ujung hidung mancung Alaya, kekasihnya
“Aku baru saja melihat seseorang yang sepertinya aku kenal.” Evan langsung menjawab pertanyaan Alaya sambil menyodorkan potongan steak daging yang sudah dipotong dan ditusuknya dengan garpu ke arah Alaya yang langsung melahapnya.
“Apa dia orang dari Gracetian?” Sambil mengunyah steak yang disodorkan Evan, Alaya bertanya.
“Benar, orang dari Gracetian.”
“Laki-laki?”
“Perempuan.” Jawaban Evan kali ini membuat Alaya memandang ke arah Evan dengan tatapan lurus dan menyelidik.
“Kenapa? Apa kamu cemburu?” Evan bertanya sambil tersenyum manis ke arah Alaya.
Lagi-lagi senyum manis dengan wajah malaikat Evan, membuat aku semakin yakin di Gracetian sana banyak gadis yang menginginkan Evan sebagai kekasihnya. Ah.... sungguh beruntungnya aku memiliki Evan sebagai kekasihku.
Alaya berkata dalam hati dengan mata yang mengagumi ketampanan dan juga senyum manis kekasihnya itu.
Meskipun saat itu hubungan kasih mereka masih dalam hitungan hari, belum lama, bagi Alaya, dia sungguh benar-benar sudah jatuh cinta pada Evan, seolah tanpa Evan, dunianya akan hancur.
__ADS_1
“Kenapa? Tidak boleh cemburu?” Alaya langsung bertanya balik kepada Evan yang langsung tersenyum kecil, menarik kepala Alaya agar mendekat ke arahnya, lalu mencium lembut rambut di puncak kepala Alaya.
“Boleh. Siapa yang melarangmu cemburu pada gadis lain?” Evan menjawab pertanyaan Alaya dengan sebuah pertanyaan balik yang diucapkannya dengan suara lembut.
“Dasar kamu ini memang pencemburu akut. Tapi bagiku, tidak pernah mempermasalahkan sifat pencemburumu itu. Asal itu tidak membuatmu larut dalam sakit hati dan membuatmu jadi tidak bahagia saat bersamaku.” Evan berkata sambil tangannya yang melingkar di bahu Alaya, mengelus-elus lembut bahu itu.
“Siapa suruh kamu memiliki wajah malaikat yang begitu tampan, dengan senyum manismu yang begitu mempesona? Jangankan para gadis, para pria juga pasti kagum saat melihatmu, dan mungkin banyak yang iri padamu.” Kata-kata keluhan dari Alaya, yang berisi pujian padanya, membuat Evan hampir saja tertawa terbahak-bahak.
Bagi Evan, kata-kata Alaya justru terdengar begitu manis baginya, menunjukkan bagaimana gadisnya itu benar-benar mencintainya, seperti dia yang begitu mencintai gadis yang pernah ditolongnya ketika itu.
Gadis yang saat masih kecil itu terlihat lemah, tapi saat ini, Evan bisa melihat bagaimana gadis itu tumbuh dengan baik, cantik dan juga kuat, baik secara fisik maupun karakternya, sehingga ketika melihatnya di restoran waktu itu saat Alaya sedang mengejar seorang preman, Evan tahu hatinya sudah begitu terpaut pada gadis itu.
“Kamu benar-benar bisa membuat hatiku meleleh dan merasa besar kepala. I love you….” Evan berkata sambil mengacak pelan rambut di kepala Alaya, yang langsung meringis mendengar perkataan Alaya.
Mendapatkan perlakuan seperti itu, Alaya langsung tersenyum lebar sambil mengambil posisi duduk kembali di sisi Evan yang langsung merangkul bahu kekasihnya yang cantik itu.
“Apa kamu tidak sadar kalau wajah cantikmu juga pasti sudah membuat bukan hanya gadis lain, bahkan para bidadari menjadi iri denganmu?” Evan melanjutkan kata-katanya dengan memuji kecantikan Alaya yang baginya memang tidak kalah dengan kecantikan patung-patung, maupun gambar-gambar dewi Yunani yang biasanya digambarkan dengan wajah yang begitu anggun dan cantik.
“Jadi…. Siapa gadis itu?” Kali ini pertanyaan Alaya membuat Evan langsung terkikik geli.
__ADS_1
“Masih penasaran ternyata….” Evan berkata lirih sambil mengecup kembali bagian samping kepala Alaya, menarik nafas dalam-dalam, menikmati bau harum rambut Alaya yang lurus karena hasil dari rebonding itu.
“Dia salah satu gadis yang aku kenal di Gracetian. Bukan siapa-siapa sih, teman juga bukan. Hanya saja, aku sering bertemu dengannya dan kakak laki-lakinya karena sering menghadiri sebuah acara yang sama.” Evan menjelaskan siapa Kattie baginya di depan Alaya, meskipun Evan sengaja tidak menceritakan dengan detail siapa Kattie sebenarnya, yang selalu berusaha mencari-cari kesempatan untuk bisa bertemu dengannya, dan tidak pernah merasa malu menunjukkan kepada banyak orang kalau memang dia begitu menyukai Evan.
Karena bagi Evan, Kattie bukanlah sosok orang yang penting dalam kehidupannya, sehingga membuatnya tidak tertarik dan malas untuk menceritakan tentang Kattie pada Alaya.
“Apa dia ada masalah denganmu? Kalau tidak, kenapa dia tidak datang kemari dan tidak menyapamu? Kalau dia memang orang yang kamu kenal sebelumnya?” Alaya bertanya dengan wajah penasarannya, membuat Evan tertawa kecil.
“Masih cemburu juga kamu Sayang?” Evan balik bertanya dengan tangan mencubit pipi Alaya yang sengaja digembungkan oleh gadis cantik itu.
“Tidak… karena Evan hanya milikku, dan tidak akan melirik gadis lain. Benar tidak?” Alaya berkata dengan suara dan sikap manja, sambil tangannya memeluk pinggang Evan dengan erat.
“Tentu saja. Aku akan selalu jadi milikmu seorang. Kalau aku berani mengkhianatimu, kamu boleh membenciku dan mengutukiku sesuka hatimu. Dan aku jamin, aku tidak akan pernah bisa bahagia dengan gadis lain, jika itu bukan kamu.” Evan berbisik pelan sambil mengecup lembut telinga Alaya yang langsung bergidik geli sambil tertawa bahagia, tanpa menyadari ada sepasang mata yang mengawasi dengan wajah kesal dan tatapan mata terlihat begitu marah melihat kemesraan antara Evan dan Alaya meski dari jauh.
“Janji ya, dimanapun dan kapanpun, hanya aku yang ada di hatimu. Kamu harus selalu ingat tentang aku, meski kamu kembali ke Gracetian. Dan kamu harus berjanji padaku, jika suatu ketika kamu kembali ke Gracetian, kamu tidak akan pergi lama dariku. Kamu harus segera kembali padaku. Kalau tidak, saat kita bertemu lagi, aku akan pura-pura tidak mengenalmu.” Perkataan Alaya yang seolah tahu bahwa sebentar lagi Evan benar-benar akan pergi darinya untuk waktu yang sangat lama membuat Evan tersenyum.
“Mana bisa aku jauh darimu terlalu lama. Meskipun harus kembali ke Gracetian, aku akan selalu memyempatkan waktu untuk mengunjungimu. Aku juga tidak mau kalau ada laki-laki yang melirikmu, dan merebutmu dariku.” Evan langsung menanggapi perkataan Alaya waktu itu dengan begitu serius, tanpa sadar ada badai besar yang membuat semuanya berubah, sehingga dia tidak bisa memenuhi janjinya pada Alaya sampai waktu bertahun-tahun berlalu, sedangkan Alaya terus dengan setia menanti kedatangan Evan kembali ke sisinya.
NOTE: Untuk para pembaca setia, maaf ya baru sempat update 1 episode tambahan hari ini. Happy reading all
__ADS_1