
"Terserah orang mau bicara apa tentang hal itu. Kalau bukan untuk amore mio, aku juga tidak akan sudi memengan peralatan masak di dapur, karena aku memang tidak berbakat dalam hal masa memasak. Tapi yang pasti amore mio sangat menyukai masakanku. Jadi, masa bodoh dengan pendapat orang lain." Dengan sikap percaya diri, Ornado langsung menjawab perkataan dari Alvero yang menghentikan tawanya, menyisakan sebuah senyuman di bibirnya begitu mendengar kata-kata Ornado yang begitu jelas menunjukkan bagaimana laki-laki itu begitu mencintai istrinya.
Hal itu membuat Alvero melirik ke arah Deanda yang masih dengan setia menunggu dia melakukan panggilan telepon dengan Ornado, dengan kepala bersandar di dada bidang Alvero.
"Oke, aku tahu kamu sudah berusaha sangat keras untuk memenuhi keinginan Cladia, karena itu, aku yakin bayi dalam perutnya tahu kerasnya perjuanganmu, sehingga dia bisa menikmati setiap masakan hasil karyamu." Alvero berkata sambil mengelus lembut bahu Deanda yang sedang bersandar pada tubuhnya.
"Lima belas menit lagi aku akan ke dapur, aku harap kamu yang ahli dalam masakan Asia, bisa memberikan resep terbaikmu. Aku akan menyelesaikan dulu urusanku bersama yang lain." Ornado berkata sambil bersiap mengakhiri panggilan teleponnya dengan Alvero.
"Oke Ad. aku akan selesaikan juga urusanku di sini sebelum menjadi mentormu memasak malam ini. Salam untuk Dave dan yang lain. Aku tunggu kedatangan kalian di Gracetian." Alvero mengakhiri pembicaraannya dengan Ornado, sebelum nantinya dia akan dihubungi kembali oleh Ornado untuk memberinya resep masakan sup tom yam yang sedang diinginkan oleh Cladia.
"Sedang mencariku amore mio?" Begitu Ornado sudah memasukkan kembali handphonenya di bagian dalam saku jasnya, laki-laki tampan bermata biru itu langsung melingkarkan kedua lengannya di pertu Cladia, dan memeluk tubuh istrinya dari arah belakang, dan bertanya dengan suara lembut pada Cladia yang dengan gerakan cepat, reflek menoleh ke arah samping.
Ketika Ornado tiba-tiba saja memeluknya tadi, tubuh Cladia langsung tersentak kaget dan hampir saja dia menjerit histeris dan keringat dingin mengucur di tubuhnya.
Tapi bau harum tubuh Ornado yang begitu dikenalnya, juga suara lembut milik Ornado yang hanya akan diperdengarkan Ornado untuknya, membuat tubuh Cladia segera merespon siapa yang sedang memeluknya sekarang ini.
Dan itu membuat jantung Cladia secara otomatis kembali menjadi tenang, dan sebuah senyum lega tersungging di wajah cantiknya yang seperti boneka barbie itu, membuat banyak orang seringkali terpukau melihat kecantikan wanita milik Ornado itu.
(Barbie adalah boneka yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Serikat, Mattel, dan diperkenalkan pada Maret 1959. Ruth Handler, pembuat boneka ini mendapatkan inspirasi dari sebuah boneka asal Jerman yang bernama Bild Lilli. Mattel, Inc.
Dalam perjalanannya ke Eropa pada tahun 1956 bersama dengan anaknya, Barbara dan Kenneth, Ruth Handler melewati toko yang menjual boneka Jerman yang bernama Bild Lilli. Akhirnya Handler membeli tiga boneka tersebut, salah satunya diberikan kepada anak perempuannya dan dua boneka yang lain diberikan ke Mattel.
__ADS_1
Kembali ke Amerika Serikat, Handler mendesain ulang boneka tersebut dengan bantuan Jack Ryan dan diberikan nama baru, Barbie. Boneka Barbie muncul pertama kali dalam ajang American International Toy Fair di New York pada tanggal 9 Maret 1959. Tanggal ini juga ditetapkan sebagai ulang tahun boneka tersebut.
Nama lengkap boneka barbie adalah Barbara Millicent Roberts. Diambil dari nama anak perempuan co-founders Mattel, Ruth and Elliot Handler.
Peluncuran boneka barbie pada tahun 1959 ternyata mendapat sambutan baik. Boneka itu diminati banyak anak hingga pada tahun 1961, Mattel memutuskan untuk mengeluarkan produk baru).
"Kemana saja kamu Al? Kenapa tiba-tiba menghilang?" Cladia langsung bertanya kepada Ornado yang tidak perduli dengan keberadaan orang lain di sekitarnya, terus memeluk tubuh Cladia, bahkan memberikan sebuah kecupan manis di leher istrinya itu.
"Sebenarnya aku tidak jauh-jauh darimu kok. Aku masih bisa terus melihatmu dari tempatku berdiri dan bisa tahu kalau barusan kamu sedang mencariku. Benar kan?" Ornado bertanya sambil mengelus lembut perut Cladia yang sudah terasa mengeras dan sedikit membuncit, meskipun orang bilang, dengan usia kehamilannya, perut Cladia tampak lebih kecil dari perut wanita hamil yang usia kehamilannya sama atau bahkan lebih muda darinya.
Ornado merasa maklum karena kondisi Cladia yang memang sulit dalam hal makannya, sehingga Ornado berusaha keras untuk selalu mengusahakan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan Cladia akan gizi makannya, termasuk memberikan vitamin dan susu ibu hamil terbaik untuk Cladia, dan memasak dengan tangannya sendiri jika Cladia yang seringkali secara tiba-tiba meminta masakan darinya.
Meskipun sebenarnya, memasak adalah hal yang paling tidak bisa dilakukan dan tidak disukai oleh Ornado, tapi demi Cladia, apapun akan dilakukan oleh seorang Ornado Xanderson, termasuk mengorbankan nyawanya demi wanita tercintanya itu.
“Jangan khawatir amore mio, meskipun kadang kamu tidak bisa melihat keberadaanku, tapi aku akan selalu berada di dekatmu, mengawasimu dengan baik, sehingga kamu tidak perlu merasa khawatir apalagi merasa sendirian.” Ornado berkata lembut sambil mengecup pelan kening Cladia, membuat James hanya bisa berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana Ornado yang tidak pernah perduli dengan tempat dan waktu, saat bertindak mesra pada Cladia.
“Aku akan menjadi seperti udara bagimu, terus berada di sekelilingmu, menyegarkan tubuhmu dan memberikan kekuatan untukmu menjalani kehidupanmu menghadapi dunia ini.” Ornado mengakhiri kata-katanya sambil memeluk kembali tubuh Cladia, dan menyandarkan kepala istrinya itu di dadanya.
# # # # # # #
“Apa Cladia mau datang ke Gracetian?” Dengan pandangan mata penuh harap menatap ke arah Alvero, Deanda langsung bertanya begitu Alvero mengakhiri panggilan teleponnya dengan Ornado.
__ADS_1
“Bukan Cuma Ornado dan Cladia, tapi juga Dave….”
“Laurel?” Deanda langsung menyebutkan nama dokter cantik itu.
“Dia juga, dan James.” Alvero kembali menjawab pertanyaan Deanda.
“Elenora juga?” Deanda kembali bertanya.
“Ya.” Sebuah jawaban singkat dari Alvero, tapi sudah cukup membuat Deanda tersenyum dengan wajah terlihat bahagia.
Dan di depan Deanda, bukan cuma Deanda, tapi Alaya yang mendengar bahwa orang-orang yang sudah menjadi sahabatnya ketika mereka berlibur ke Indonesia waktu itu ikut tersenyum bahagia.
"Evelyn dan calon suaminya Leo juga datang." Dave menambahkan kata-katanya.
Meskipun Deanda dan Alvero tidak begitu mengenal mereka berdua karena waktu itu tidak ikut berlibur bersama mereka, tapi dari cerita yang lain Alvero dan Deanda jadi tahu banyak tentang Evelyn dan Leo.
"Tumben sekali orang-orang penting seperti mereka bisa berkumpul bersama?" Pertanyaan Deanda membuat Alvero menggedikkan bahunya.
"Pasti ada suatu hal penting yang sudah terjadi. Kita bisa tanyakan saat mereka datang nanti...."
“Kapan mereka datang Kak?” Alaya langsung menyambung pertanyaan Deanda kepada Alvero.
__ADS_1
“Kata Ad besok atau lusa, dia belum bisa memastikannya, karena ada urusan yang harus dia selesaikan di kantornya yang ada di Itali….”
“Sepertinya kali ini aku harus mengajak Melva saat menyambut kedatangan mereka.” Enzo langsung ikut ambil bagian dalam pembicaraan itu, karena dia juga merasa ikut senang mendengar kabar rencana kedatangan para sahabat itu.