Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA KE GOLDIE TAVISHA


__ADS_3

Alaya yang melihat televisi di kamarnya yang sedang heboh memberitakan rencana pernikahannya dan Evan, hanya bisa termenung dengan mata menatap kesal ke arah layar televisi.


Hingga akhirnya, tanpa menunggu sampai pemberitaan itu selesai, Alaya langsung mematikan televisinya, dan berjalan ke arah jendela kamarnya, dan begitu melihat sosok Alea yang sedang berdiri dan berbincang dengan Ernest, Alaya langsung membuka layar handphonenya dan melakukan panggilan dengan Alaya.


"Hallo.... Selamat pagi Putri Alaya." Alea segera mengangkat panggilan telepon dari Alaya untuknya.


“Alea, antar aku pergi mencari udara segar. Rasanya pusing sekali aku harus berada di istana sepanjang hari.” Alea yang mendengar permintaan dari Alaya langsung mengangkat kepalanya, dengan matanya menatap ke arah jendela kamar Alaya yang memang tampak dari tempatnya berdiri sekarang.


“Putri mau kemana? Kalau memang merasa jenuh, kenapa tidak pergi bekerja saja? Sebentar lagi sepertinya yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda berencana untuk berangkat ke kantor.” Kata-kata Alea membuat Alaya  menghela nafas panjang.


“Tidak! Sudah cukup aku mendengar tentang kehebohan warga gara-gara pengumuman resmi rencana pernikahanku dengan duke Evan. Kalau sampai hari ini aku berani bernagkat ke kantor, bisa-bisa sepanjang hari aku tidak bekerja, sibuk menjawab pertanyaan dari orang-orang kantor tentnag berita itu.” Alaya langsung menanggapi perkataan Alea dengan nada suara terdengar kesal.


Semuanya karena duke Evan yang membuat kak Alvero memberikan keputusan untuk mempercepat pernikahan kami. Hah! Pernikahan apa? Menikah dengan laki-laki pengkhianat seperti dia? Kalau kak Alvero tahu tentang siapa sebenarnya duke Evan, pasti dia tidak akan membiarkan duke Evan menikahiku! Tapi aku tidak bisa menceritakan hal memalukan itu kepada kak Alvero! Benar-benar duke Evan ini laki-laki yang menyebalkan sekali! Apalagi dengan sikap sok manisnya kemarin di ruang perjamuan! Rasanya aku ingin sekali mencakar wajah tampannya itu!

__ADS_1


Tanpa sadar Alaya terus mengomel dalam hati sambil mengingat bagaimana sikap Evan ketika dia melotot ke arah Evan dengan wajah kesal, Evan justru tersenyum kepadanya sambil mengangkat kedua bahunya, dengan wajah tidak bersalahnya, sengaja bersikap pura-pura tidak tahu apa alasan yang membuat Alaya merasa begitu kesal sampai berani melotot ke arahnya dengan wajah sinis.


“Sebentar, aku tanyakan dulu kepada tuan Ernest tentang rencana permaisuri Deanda hari ini. Kamu tahu kan, selama tuan Ernest belum sembuh betul dari cidera yang dialaminya, aku harus selalu siap saat dibutuhkan untuk mengawal permaisuri Deanda saat beliau tidak bersama dengan yang mulia Alvero…..” Alea berusaha mencari alasan, karena dia tahu Alaya sedang kesal, dan tidak seharusnya dia mengikuti keinginan Alaya, takut kalau-kalau gadis cantik itu sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk melarikan diri dari pernikahannya.


Meskipun itu sebuah pikiran konyol, karena Alaya bilang dia akan memaksa Evan yagn membatalkan pernikahan mereka, akan tetapi tetap saja ada rasa khawatir di hati Alea, apalagi mengingat bagaimana sikap sembrono Alaya yang sering bertindak tanpa berpikir panjang dan tidak perduli dengan resiko yang sedang dia hadapi.


“Jadwal permaisuri Deanda hari ini full bersama dengan yang mulia Alvero, jadi tidak mungkin dia memanggilmu, karena ada Erich dan pengawal lain bersama mereka berdua.” Jawabab Ernest dengan suara cukup keras, langsung membuat mata Alea melotot.


Maksud hati Alea, dia sengaja mencari alasan untuk membuat Alaya membatalkan niat untuk keluar dari istana, tapi gara-gara kata-kata Ernest yang tiba-tiba terdengar di tengah-tengah pembicaraan mereka, yang terjadi justru Alaya saat ini sedang tersenyum lebar dengan wajah senang begitu mendengar perkataan Ernest yang menunjukkan bahwa hari ini Deanda tidak akan meminta Alea untuk menjadi pengawal pribadinya.


“Memangnya Putri Alaya mau mengajak kita kemana?” Alea langsung bertanya dengan mata masih melotot ke arah Ernest yang merasa bingung kenapa Alea melotot kepadanya dengan wajah yang terlihat begitu kesal, padahal dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun pada Alea.


“Kita ke Goldie Tavisha sekarang juga! Aku mau main ke tempat itu!” Dengan nada suara yang terdengar begitu bersemangat, Alaya berkata kepada Alea yang sudah menatap kembali ke arah jendela kamar Alaya, dimana Alaya terlihat berdiri di balik jendela sambil melambai-lambaikan tangannya dengan gerakan ceria.

__ADS_1


Dasar tuan Ernest! Kalau saja dia tidak berbicara dengan sembarangan tadi, pasti nasibku tidak akan seburuk ini. Bagaimana kalau sampai yang mulia Alvero dan duke Evan tahu kalau putri Alaya sengaja tidak mau pergi ke kantor dengan alasan menghindari pertanyaan banyak orang, tapi justru ingin pergi ke Goldie Tavisha sekarang? Padahal disana juga banyak orang kan? Apa bedanya dengan pergi ke kantor?


Alea mengomel dalam hati tanpa bisa berkata apa-apa lagi, karena Alea tahu kalau Alaya bukan seorang gadis yang mudah dirayu atau mengalah, jadi dia tahu kalau seperti kata Alaya, dia harus bersiap, berarti dia memang harus bersiap untuk menemani Alaya pergi ke Goldie Tavisha.


“Putri Alaya, tapi ini masih begitu pagi, di Goldie Tavisha yang biasanya ramai pada sore hingga dini hari, mau melihat apa Putri Alaya kesana pada waktu sepagi ini?”


“Lho bagus kalau begitu dong….” Alaya langsung memotong perkataan dari Alea yang tampak bingung dengan jawaban dari Alaya.


“Kalau begitu artinya aku bisa seharian di sana. Sampai malam! Menunggu Goldie Tavisha ramai. Apalagi sore nanti uncle Alexis mengatakan kalau dia mau mengunjungi uncle Red. Jadi aku bisa bertemu mereka semua dan mengobrol bersama mereka. Aku juga bisa beristirahat di rumah pohon milik kak Deanda, meskipun di sana aku akan disuguhkan dengan wajah kak Alvero dimana-mana.” Alaya berkata tanpa bisa menyembunyikan nada ceria dalam perkataannya, yang justru membuat Alea kehabisan kata-kata.


“Ayo Alea, segera siapkan mobilku, kita berangkat sekarang ke Goldie Tavisha sekarang. Aku akan segera turun ke bawah menemuimu. Aku yakin kamu juga ingin bertemu Rock kan? Aku tahu kamu sudah lama tidak bertemu dengannya. Ayo siapkan dirimu dan kita pergi sekarang.” Alaya langsung memutus panggilan teleponnya tanpa membiarkan Alea berkata sepatah katapun.


Matilah aku kalau sampai yang mulia Alvero atau duke Evan mengetahui aku yang membawa putri Alaya pergi ke Goldie Tavisha.

__ADS_1


Alea hanya bisa berkata dalam hati, karena beberapa kemarin, setelah selesai acara pertemuan antara keluarga Carsten dan keluarga Adalvino, baik Evan maupun Alvero yang tahu kalau Alea cukup dekat dengan Alaya, berpesan agar ikut menjaga Alaya dengan baik, dan meminta pada Alea untuk segera melapor kalau Alaya melakukan hal-hal yang tidak seperti biasanya.


__ADS_2