
“My princess….” Evan yang awalnya sedang berdiri membelakangi pintu, langsung membalikkan tubuhnya begitu mendengar suara pintu dibuka dan melihat sosok Alaya bersama Sam.
Sebuah suara lembut dari bibir Evan yang memanggil nama kesayangannya pada Alaya langsung terdengar, membuat sekilas Alaya sedikit melupakan tentang Kattie dan langsung berjalan ke arah Evan dengan senyum senang tersungging di bibirnya, bahkan tanpa ragu, meskipun ada Sam disana, begitu berada di dekat Evan, Alaya langsung memeluknya meskipun hanya sebentar, lalu melepaskannya kembali.
Sebuah pelukan yang hanya terjadi sekilas, tapi bagi Evan itu sudah cukup untuk membuat hatinya melambung tinggi dan sangat bahagia, karena dari pelukan Alaya padanya dia bisa merasakan bagaimana Alaya yang begitu mencintainya.
“Evan… apa semua baik-baik saja? Bagaimana dengan duke Hugo? Apa kamu berhasil menangkapnya?” Begitu melepaskan pelukannya pada Evan, Alaya langsung meraih tangan Evan, menggenggamnya dengan erat sambil bertanya tentang Hugo.
“Bukan semata-mata karena aku, kami bisa menangkap duke Hugo, tapi dalam hal ini, Ornado sangat banyak membantu.” Evan berkata sambil mengelus lembut rambut Alaya.
“Ah, kak Ornado? Dia pasti menyelesaikan dengan caranya yang hebat, seperti biasanya. Apa tidak masalah kalian meangkapnya tanpa adanya bukti tentang kejahatannya?” Alaya berkata sambil menarik tangan Evan, agar mereka bisa duduk, seolah-olah keberadaan Sam tidak terlihat sama sekali baginya yang saat ini hanya fokus pada Evan, hanya ada Evan di matanya.
Sikap Alaya membuat Evan sebenarnya ingin tertawa geli, tapi dia sangat menahan diri untuk itu, agar tanduk Alaya tidak keluar dan merusak suasana mesra diantara mereka.
“Duke Evan, saya pamit untuk kembali ke posisi saya.” Sebelum Evan menjawab pertanyaan Alaya, Sam segera pamit untuk pergi meninggalkan mereka, karena dia harus tetap mengawasi dokter Jordan agar tidak berbuat macam-macam dan memberikan peringatan apapun pada Kattie saat perempuan itu nanti datang, sehingga menggagalkan rencana yang sudah disusunnya bersama dengan Evan.
__ADS_1
Selain itu, Sam jadi merasa canggung karena tanpa malu-malu, Alaya langsung menunjukkan kedekatannya dengan Evan, sungguh berbanding terbalik jika Sam mengingat bagaimana putri cantik yang sudah sepenuhnya menyandang gelar duchess itu dulu terlihat begitu membenci Evan dan selalu menghindar, bahkan berusaha melakukan hal-hal buruk pada Evan.
Tapi siapa sangka di balik sikap Alaya yang terlihat begitu anti terhadap Evan, ternyata dia begitu mencintai Evan dan sudah berjalan dalam waktu yang cukup lama, sejak dia masih remaja.
"Oke Sam, segera infokan padaku jika duchess Kattie sudah memasuki area gedung ini." Evan berkata kepada Sam tanpa menoleh ke arah Sam, justru matanya menatap dengan penuh kerinduan kepada Alaya yang sebenarnya belum ada setengah hari berpisah darinya.
Melihat itu, tanpa berpamitan untuk kedua kalinya, Sam langsung mengundurkan diri agar bisa segera menghilang dari hadapan dua orang yang terlihat begitu kasmaran itu.
Sebuah senyum tipis terlihat menghiasi wajah Sam sebelum dia benar-benar menutup pintu dan membiarkan kedua orang itu meluapkan dan mengekspresikan rasa cinta mereka tanpa ada yang mengganggu.
Sam berkata salam hati sambil melangkah pergi menjauhi ruangan itu, melanjutkan tugasnya.
# # # # # # # #
"Evan... kalau diijinkan, aku mau benar-benar membalas duchess Kattie karena dia sudah berusaha merebutmu dariku dengan cara yang begitu licik." Alaya yang berkata dengan gerakan tubuhnya yang tiba-tiba duduk di atas pangkuan Evan.
__ADS_1
Tindakan Alaya membuat Evan cukup kaget, tapi sedetik kemudian Evan langsung tersenyum sambil menatap ke arah Alaya yang semakin bersikap manja pada Evan, dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Evan yang hanya bisa pasrah membiarkan dirinya harus menahan diri untuk tidak mencumbu Alaya karena dia sadar tempat dan waktu saat ini tidaklah tepat untuk melakukan hal itu.
"Bagaimana kamu akan membalasnya? Apa yang sedang kamu pikirkan di otakmu ini my princess? Ide aneh apa yang sedang kamu siapkan untuk duchess Kattie?" Evan bertanya sambil jari telunjuknya mengarah pada kening Alaya yang langsung terlihat menyeringarai, karena seperti yang sudah bisa ditebak oleh Evan, Alaya sedang memikirkan cara terbaik untuk membalas perbuatan Kattie padanya dan Evan.
"Aku punya rencanaku sendiri jika kamu mengijinkanku untuk menjalankannya." Alaya berkata dengan wajahnya yang sengaja dia dekatkan ke wajah Evan, yang terlihat mengernyitkan dahinya karena kata-kata Alaya, namun hanya sedetik saja.
"Memang apa rencana yang sedang kamu rancangkan untuk membalas duchess Kattie?" Evan kembali bertanya dengan sikap tenang seperti biasanya, membuat Alaya kembali meringis.
"Begini...." Alaya berkata sambil mendekatkan bibirnya ke arah telinga Evan dengan posisi masih tetap duduk di pangkuan Evan dan melingkarkan kedua lengannya ke leher Evan dan bergelayut mesra di sana, membuat Evan hanya bisa tersenyum meskipun di bawah sana ada bagian dari tubuhnya yang memberontak karena sikap Alaya yang benar-benar manja sehingga membuat jiwa laki-laki Evan benar-benar terpancing.
Beberapa menit selanjutnya, Alaya sibuk membisikkan tentang rencananya kepada Evan, yang sesekali tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil sesekali tersenyum geli mendengar setiap kata-kata Alaya yang sibuk menjelaskan tentang rencananya terhadap Kattie.
# # # # # # #
Suara pintu yang dibuka dengan sedikit kasar sehingga menimbulkan suara yang cukup keras, apalagi setelah itu Kattie menutupnya dengan sikap sedikit membanting, membuat dokter Jordan yang memang sedang menunggu kedatangannya tampak kaget dan mendongakkan kepalanya yang tadinya sibuk memandangi layar handphone yang ada di meja depannya, di hadapan tempat dia duduk.
__ADS_1