
Apa maksud perkataan kak Alvero? Darimana dia tahu tentang hubungan kami di amsa lalu? Dari duke Evankah? Karena tidak mungkin dari aku. Apa itu artinya duke Evan sudah mengingat semuanya? Tentang kami? Dan menceritakannya kepada kak Alvero?
Alaya langsung bertanya-tanya dalam hati dengan wajahnya yang masih menunjukkan wajah kaget.
“Siapa yang memberitahukan hal itu pada Kakak? Apa duke Evan? Apa yang sudah dia katakan pada Kakak tentang hubungan kami berdua di masa lalu?” Alaya langsung bertanya kepada Alvero yang langsung menatap Alaya dengan tatapan seorang kakak yang terlihat begitu menyayangi adik satu-satunya itu.
“Tidak, Evan tidak mengatakan apapun tentang hal itu, dia tidak bisa menjelaskan apapun padaku.” Alvero berkata sambil menatap dalam-dalam ek arah Alaya.
“Evan merasa ada sesuatu yang aneh ketika dia melakukan tugasnya di luar negeri waktu itu meskipun dia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Dan dengan bantuan Ornado, akhirnya kami melihat adanya gambar antara kamu dan Evan yang terlihat sangat bahagia, sedang saling menatap dengan penuh cinta.” Penjelasan Alvero membuat Alaya menahan nafasnya sesaat.
“Di gambar itu jelas-jelas kalian berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Jadi kami percaya, dulunya kamu dan Evan pasti sudah memiliki hubungan khusus. Entah bagaimana ceritanya, tapi itu pasti pernah terjadi dulu.” Alvero kembali mempertegas hasil analisa mereka setelah melihat gambar yang menunjukkan sosok Alaya dan Evan itu.
“Mungkin itu suatu hal yang tidak ingin kamu bicarakan, tapi kamu harus mau terbuka tentang masalah itu dengan kami. Kami ini sebagai keluargamu, ingin selalu mendukungmu dan membantumu.” Kata-kata Alvero hanya ditanggapi dengan sebuah helaan nafas panjang oleh Alaya.
“Alaya… sebenarnya apa yang sudah terjadi denganmu dan Evan di masa lalu? Evan yang aku kenal, tidak akan mau sedekat itu dengan gadis yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Di gambar itu, jelas-jelas kamu terlihat sedang memeluk lengan Evan, dan kalian saling berpandangan dengan mesra.” Dengan suara lembut, Deanda mencoba berkata kepada Alaya yang sejak tadi memilih untuk diam, setelah mendengar perkataan Alvero yang panjang lebar.
Alvero sedikit mengernyitkan dahinya mendengar bagaimana Deanda menceritakan tentang sosok Evan yang bagi banyak gadis memang sosok yang mengagumkan.
__ADS_1
Kalau saja tidak di tengah banyak orang dan sweety melakukan itu bukan untuk menenangkan Alaya, aku pasti akan memprotes apa yang baru saja dikatakan oleh sweety barusan tentang Evan. Harusnya kata-kata itu tepatnya ditujukan buat aku. Aku tidak pernah bisa dekat dengan perempuan lain selain istriku itu.
Alvero berkata dalam hati sambil menahan nafasnya, dan berusaha untuk kembali fokus pada Alaya.
"Kami memang pernah menjadi sepasang kekasih dulunya...." Akhirnya Alaya mengucapkan kata-kata yang membuat semua yang ada di ruangan itu mengernyitkan dahi dengan wajah bertanya-tanya, terutama Larena yang bahkan tidak tahu kalau Alaya pernah menjadi kekasih Evan.
Larena memang pernah beberapa kali bertemu dengan Evan ketika ayahnya yang juga seorang duke melakukan pertemuan dengan Alexis, dan dari Alexis, Larena tahu kalau ayah Evan sudah melakukan banyak hal untuk membantunya melarikan diri dari Gracetian, dan selalu membantu Alexis untuk melindunginya dan Alaya.
Tapi sejak Evan dewasa dan meneruskan jejak ayahnya sebagai orang yang bertanggungjawab di bidang kemiliteran Gracetian, Larena belum pernah bertemu sekalipun dengan Evan, sampai Larena kembali ke Gracetian.
Melihat wajah penasaran mereka semua, akhirnya Alaya menceritakan tentang kisah masa lalunya bersama Evan.
"Evan adalah duke yang merupakan kebanggaan Gracetian, dan dia bukan orang yang suka bertindak sembarangan. Kalau memang dia tidak pernah serius dengan janjinya padamu, dia pasti sudah bersama dengan gadis lain saat ini. Kamu boleh menyelidikinya, dan kamu tidak akan menemukan berita tentang Evan memiliki hubungan serius dengan gadis lain setelah berpisah darimu." Kali ini, Alvero berusaha untuk mendukung Evan, yang baginya memang seorang laki-laki yang baik.
Tentu saja dia tidak pernah dekat dengan gadis lain, karena gadis yang disukainya adalah milik kak Alvero, yang tidak mungkin direbutnya. Apa kak Alvero tidak tahu kalau duke Evan pernah menyukai kak Deanda?
Perkataan Alvero justru membuat Alaya berkomentar ketus dalam hati.
__ADS_1
"Yang pasti jika dia serius dengan janjinya, dia tidak akan dengan mudah melupakan janjinya, bahkan melupakan aku sama sekali, sehingga di pertemuan pertama kami di Gracetian waktu itu, seolah dia belum pernah bertemu denganku sama sekali." Alaya mencoba untuk membenarkan sikap keras kepalanya dalam menghadapi Evan.
“Mmmm… apa kamu sudah pernah bertanya kepada Evan kenapa dia bisa melupakanmu? Apak amu pernah memberikan Evan kesempatan untuk menjelaskan semuanya?” Perkataan Alvero ditanggapi dengan wajah protes Alaya.
“Aku tidak merasa perlu untuk itu.” Alaya berkata dengan nada ketus, membuat Alvero menghela nafasnya.
“Dalam hal ini, aku tidak ingin membela Evan, tapi aku juga tidak bisa berdiam diri kamu tidak berusaha untuk menyelesaikan masalahmu dengan Evan, tapi justru melarikan diri darinya. Bagaimanapun sekarang dia adalah suamimu yang sah.” Kata-kata Alvero yang menyebutkan Evan sebagai suaminya, membuat Alaya ingin sekali mendengus keras di hadapan mereka, untuk menunjukkan bahwa dia tidak mengakui pernikahannya dengan Evan.
“Alaya… meskipun aneh karena Evan hanya melupakanmu tidak dengan yang lain, sebenarnya bukan seratus persen salah Evan jika dia melupakanmu begitu saja. Setelah pulang dari luar negeri waktu itu, Evan mengalami kecelakaan maut yang bahkan merenggut nyawa asisten pribadinya….”
“Evan? Kecelakaan?” Tanpa sadar, Alaya langsung menyebutkan nama Evan, seperti ketika dulu mereka masih menjadi sepasang kekasih, dan saling memanggil dengan nama mereka langsung.
Wajah Alaya langsung terlihat tegang begitu mendengar berita tentang Evan yang pernah mengalami kecelakaan, meskipun sebenarnya itu sudah berlalu dan Evan baik-baik saja.
Respon Alaya membuat Alvero maupun Deanda tersenyum kecil, karena sikap kaget Alaya menunjukkan kalau dia masih begitu perduli pada Evan, meskipun di bibir berkata tidak perduli.
“Apa Ramon… adalah asisten pribadi duke Evan yang Kakak bilang meninggal dalam kecelakaan itu?” Dengan ragu Alaya bertanya kepada Alvero.
__ADS_1
Alaya sempat mengenal Ramon ketika Evan memperkenalkannya sebagai asisten pribadinya ketika menyamar menjadi pengusaha waktu itu, dan beberapa kali Alaya melihat bagaimana sibuknya Ramon saat harus mengurusi banyak hal untuk Evan, termasuk saat Evan memintanya membeli barang-barang atau benda-benda, bahkan makanan-makanan kesukaan Alaya, menghujaninya dengan berbagai hadiah romantis, yang membautnya semakin mencintai Evan yang sikapnya selalu manis dan romantis padanya.