Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
AKHIRNYA... YANG DITUNGGU DATANG JUGA


__ADS_3

Penampilan Evan yang sedikit berantakan, mengendarai sepeda motor, dengan wajah tertutup sepenuhnya oleh helm, tadinya hampir saja membuat para penjaga pintu istana, tidak mengijinkan Evan untuk memasuki wilayah istana, karena dianggap sebagai seorang pemuda asing yang sedang mabuk, dan berani-beraninya berusah menerobos masuk ke istana.


Akan tetapi begitu Evan melepaskan helm yang dikenakannya, para penjaga yang langsung mengenali Evan itu, dengan sikap hormat langsung mempersilahkan Evan untuk langsung masuk ke halaman istana dan menghentikan sepeda motor yang dikendarainya, tepat di depan pintu masuk bangunan istana.


Alexis yang sedari awal memang mendapat tugas untuk menunggu kedatangan Evan, langsung menyambut laki-laki tampan berambut emas tersebut, dan langsung mengantarnya ke ruang pribadi Alvero, tempat dimana pembicaraan antara Alvero dan Christopher sedang dilakukan.


Hubungan Evan dan Alexis yang menjadi cukup dekat karena mereka pernah bersama-sama melatih pasukan khusus bersama tim pasukan milik Ornado Xanderson dari Italia untuk menangani pemberontakan Eliana, membuat Evan langsung tersenyum lebar begitu melihat sosok Alexis yang menyambutnya.


Apa yang sudah terjadi pada Evan? Kenapa penampilannya terlihat tidak seperti biasanya , yang selalu tampil begitu rapi dan bersih?  Apa mungkin... yang dialami Evan ada kaitannya dengan putra mahkota Christopher?


Meskipun saat ini Evan sudah berhasil kembali tampil dengan rapi, tapi karena tidak serapi biasanya, cukup membuat Alvero bertanya-tanya dalam hati.


Karena bagi Alvero, setiap kali dia bertemu Evan, laki-laki yang memiliki pembawaan tenang tapi sangat tegas dan berwibawa itu, selalu tampil sangat rapi, dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


Dan Alvero langsung mengkait-kaitkan kondisi Evan dengan campur tangan Christopher, karena Alvero sempat mengamati bagaimana sikap canggung dan juga perubahan raut wajah Christopher sejak Evan masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


“Apa ada masalah dalam perjalanan Anda ke istana Duke Evan?” Tanpa perduli dengan keberadaan Christopher, Alvero langsung bertanya kepada Evan yang langsung tersenyum, dengan sikap tetap terlihat tenang.


“Sedikit, nanti akan saya ceritakan dengan detail pada Yang Mulia.” Evan berkata sambil melirik ke arah Christopher, yang bisa merasakan aura kepemimpinan yang begitu pekat dari sosok Evan, dan mau tidak mau sedikit banyak, Christopher bisa merasakan kalau tatapan Evan mengandung sebuah peringatan keras untuknya.


Apa dia sudah mengetahui siapa dalang di balik semua kejadian kecelakaan itu? Kenapa tatapan matanya terlihat begitu tajam ke arahku? Sehebat itukah sosok duke Evan yang memang sering dibicarakan orang itu?


Tentu saja dengan lirikan Evan itu, Christopher hanya berani menerka-nerka dalam hati, dan tidak berani mengungkapkan rasa penasarannya di depan yang lain.


“Baiklah kalau begitu…. Akan kita bahas nanti.” Alvero berkata sambil memberikan tanda kepada Evan untuk bisa segera mengambil posisi duduk dan bergabung dengan pembicangan malam ini.


Akan tetap pikiran sehatnya langsung membuat Alaya membatalkan niatnya, karena dilihatnya Christopher sedang mengamati apa yang sedang dilakukan oleh Evan, bahkan sejak Evan melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu.


Alvero sendiri langsung tersenyum lega melihat kehadiran Evan yang dalam kondisi baik-baik saja, meskipun datang terlambat.


Dan rasa lega Alvero semakin besar begitu melihat bagaimana cara Evan bersikap begitu memasuki ruangan itu, termasuk bagaimana dengan sengaja dia langsung memilih untuk duduk tepat di samping Alaya, meskipun ada Christopher yang sejak tadi terus mengamati gerak geriknya.

__ADS_1


“Mmmm semuanya sudah berkumpul lengkap di tempat ini. Kalau begitu, aku akan menjawab pertanyaan putra mahkota Christopher yang tadi sempat terpotong.” Alvero berkata sambil memandang ke arah Christopher yang mulai menunjukkan tatapan tidak sukanya kepada Evan, tidak lagi bisa menyembunyikan emosinya, setelah sadar kalau semua rencananya sudah gagal total.


Dan begitu mendengar perkataan dari Alvero, wajah Christopher tidak lagi bisa menunjukkan senyum dan sikap sepercaya diri seperti sebelumnya.


“Kalau Putra Mahkota ingin tahu siapa kekasih dari putri Alaya, seperti yang Anda lihat, duke Evan Carsten, adalah kekasih dari putri Alaya. Dan sebentar lagi mereka akan mengadakan acara pertunangan mereka.” Alvero berkata sambil menyunggingkan senyum tipis, menunggu bagaimana reaksi dari Christopher kali ini.


“Apa Yang Mulia yakin mereka memang sedang menjalin ikatan cinta? Karena jujur saja, aku belum pernah mendengar tentang kekasih duke Evan. Seperti Yang Mulia tahu, orang setenar duke Evan, dengan posisinya sekarang yang menjadi orang nomer dua terpenting di Gracetian setelah posisi Yang Mulia Alvero sendiri… jika memang benar dia sedang memiliki hubungan dengan seorang perempuan, pasti akan mejadi berita besar, seperti ketika waktu itu Yang Mulia sedang menjalin hubungan dengan permaisuri Deanda.” Perkataan Chriitopher membuat Alvero sedikit mengernyitkan dahinya.


Lak-laki ini sepertinya benar-benar sudah mempersiapkan dirinya dengan baik ketika datang ke tempat ini, sehingga dia begitu fasih dalam berbicara, dan seolah-olah sudah tahu semua rencana kami dengan baik.


Alvero kembali berkata dalam hati.


“Tentu saja mereka saat ini sedang menjalin hubungan asmara. Memang mereka belum lama berhubungan, karena putri Alaya sendiri juga baru saja diketemukan sebagai putri Gracetian, setelah puluhan tahun keberadaannya tidak diketahui, bahkan oleh aku sendiri dan yang mulia Vincent.” Alvero dengan cepat berusaha menanggapi perkataan dari Christopher tentang Evan.


“Maaf jika aku menyela…” Tiba-tiba Evan langsung ikut angkat bicara.

__ADS_1


“Meskipun aku baru mengenal putri Alaya, sepertinya itu tidak menjadi alasan yang cukup untuk meragukan hubungan percintaan diantara kami. Karena seperti aku yang aku alami, sepertinya dalam waktu yang sangat singkat Anda sebagai putra mahkota kerajaan Rodfeel juga merasa begitu tertarik dengan keberadaan putri Alaya yang tiba-tiba saja muncul kan?” Dengan sikap tenang, tapi kata-kata yang begitu tepat sasaran, Evan langsung menanggapi perkataan Christopher yang terlihat langsung mengernyitkan kening karena tidak menyangka kalau Evan akan mengatakan hal yagn  menyerang balik seperti itu padanya


__ADS_2