Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEBOHONGAN KATTIE


__ADS_3

"Maaf jika perkataanku terlalu kasar. Karena sejak kecil aku dibiasakan hidup dengan tata cara hidup seorang bangsawan, jadi aturan-aturan baku seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hariku. Mungkin di jaman semaju ini, aku masih dianggap sebagai orang yang kolot, tapi itu murni hasil pemikiranku. Aku tidak bisa mencegah orang lain untuk berpikir lebih modern, tapi aku bangga bisa menjadi orang yang masih mau mengerti dengan tata cara kehidupan nenek moyangku, dan tetap menjalakannya dengan baik." Perkataan Evan membuat Kattie semakin merasa tidak enak, dan membuatnya menjadi merasa canggung.


(Setiap orang memiliki pola pemikiran mereka masing-masing, ada yang terbuka tetapi tidak sedikit juga yang tertutup, karena terus berpegangan pada prinsip-prinsip hidup yang dianggap sudah kuno . Dalam dunia psikologi, pola pemikiran pemikiran tertutup dikenal dengan istilah kolot


Kolot adalah pola pemikiran yang membuat seseorang tidak dapat menerima ide, pendapat, maupun opini orang lain yang berbeda dengannya terhadap suatu prinsip yang dianggapnya benar dan baik


Seseorang yang begitu memegang adat istiadat kadang juga dianggap sebagai orang yang kolot, meskipun dalam beberapa hal kita harus mengakui bahwa ada adat istiadat tertentu yang memang membawa kebaikan dan menghasilkan sesuatu yang positif).


"Tidak. Kata-kata Duke Evan sepenuhnya benar. Aku minta maaf sudah bersikap lancang kepada Duke Evan." Akhirnya Kattie hanya bisa mengalah untuk saat ini, sambil memikirkan cara untuk membuat Evan mau berpaling padanya.


"Terimakasih untuk pengertiannya. Apa ada hal lain yang ingin dibicarakan duchess Kattie kepadaku?" Pertanyaan Evan membuat Kattie langsung teringat tentang sesuatu yang penting tentang cidera di kepala Evan waktu itu.


"Ah, daripada membicarakan itu, sebenarnya, aku ingin menanyakan tentang kesehatan Duke Evan pasca kecelakaan itu." Akhirnya Kattie berusaha untuk memulai topik pembicaraan yang lain.


"Kejadian itu sudah bertahun-tahun yang lalu, dan sampai sekarang, aku tetap baik-baik saja. Jadi, tidak ada masalah dengan kesehatanku." Evan langsung menjawab pertanyaan Kattie.


"Ah, apa Duke Evan tidak ingat kalau dokter yang merawat Duke Evan dulu pernah mengatakan kalau ada baiknya Duke Evan memeriksakan secara rutin kesehatan Duke Evan, terutama di bagian kepala yang pernah mengalami benturan keras waktu itu?" Kattie berusaha mengingatkan Evan tentang pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin setelah kecelakaan maut hari itu.

__ADS_1


"Terimakasih untuk perhatian duchess Kattie, tapi aku selalu rutin memeriksakan kesehatanku, dan dokter keluargaku mengatakan semuanya baik-baik saja hingga saat ini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Kattie langsung tersenyum mendengar ucapan terimakasih Evan, yang menurutnya merupakan hal baik karena Evan tidak lagi menunjukkan kata-kata yang membuatnya terpojok.


Aku harus segera mencari cara agar duke Evan mau bertemu kembali dan melakukan konsultasi dengan dokter saraf yang waktu itu sudah mengobatinya kalau aku ingin membuat pernikahan antara duke Evan dan putri Alaya dibatalkan.


Kattie berkata dalam hati sambil mulai mencari cara untuk menyusun kata-kata yang tepat untuk membuat Evan mau menjalankan pemikirannya.


"Mmm... apa Duke Evan tahu? Waktu itu yang menangani Duke Evan ada banyak dokter, dan salah satunya, adalah dokter saraf terbaik yang dikenal oleh keluarga kami, meskipun dia bukan dokter keluarga kami. Dia yang paling berjasa dalam pemulihan luka di kepala Duke Evan waktu itu." Kattie berkata dengan penuh semangat.


"Aku ingat tentang dokter itu, tapi bukan hanya dia yang merawatku waktu itu. Dan bagiku, semua dokter yang menanganiku waktu itu... semuanya berjasa dalam proses penyembuhanku. Aku sangat menghargai kerja keras mereka semua...."


"Dokter Jordan sangat ahli dalam menangani pasien yang mengalami luka di kepala. Apa tidak ada baiknya, Duke Evan memeriksakan kembali bekas cidera di kepala Duke Evan pada dokter Jordan? Mungkin ada beberapa terapi atau pengobatan yang masih perlu dilakukan Duke Evan?" Kattie menghentikan sebentar bicaranya sambil menatap penuh selidik ke arah Evan, untuk menelisik tanggapan Evan terhadap kata-katanya.


"Kalau memang Duke Evan tertarik untuk mencoba mengecek kembali kesehatan Duke Even, ada baiknya Duke Evan segera bertemu dengan dokter Jordan, dan aku akan dengan senang hati membantu untuk mengaturkan jadwal pertemuan itu." Perkataan Kattie membuat Evan sedikit menahan nafasnya.


Kenapa aku mulai merasakan ada yang aneh dengan sikap duchess Kattie? Kenapa harus dokter Jordan yang dia referensikan padaku? Padahal diantara ketiga dokter saraf yang menanganiku waktu itu, dari info yang aku dapat, dokter Jordan bukanlah yang terbaik diantara ketiga dokter itu. Dokter Jordan memang berprestasi, tapi dia bukan yang terbaik dibandingkan dengan dua dokter yang lainnya yang menanganiku waktu itu. Justru aku tidak terlalu mengenal siapa itu dokter Jordan.


Evan berkata dalam hati dengan hati mulai bertanya-tanya tentang siapa dokter Jordan sebenarnya.

__ADS_1


Pujian Kattie terhadap dokter Jordan justru membuat Evan tidak merasa nyaman dan mempertanyakan apa hubungan mereka berdua, kenapa Kattie terlihat begitu getol memintanya bertemu dengan dokter Jordan yang sejak peristiwa itu berlalu, tidak pernah lagi berhubungan dengannya, karena keluarga Evan sudah memiliki dokter pribadi mereka sendiri.


Bahkan keluarga Carsten merupakan keluarga yang memiliki saham di beberapa rumah sakit yang ada di Gracetian, meskipun tidak semua rumah sakit.


“Duchess Kattie, sebelum kita melanjutkan pembicaraan kita tentang kesehatanku, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.” Evan segera menyatakan keinginannya, sambil menunda untuk menjawab keinginan Kattie tentang pertemuannya dengan dokter Jordan.


“Apa yang ingin Duke Evan ketahui?”


“Apa Duchess Kattie ingat kita pernah bertemu di luar negeri, sebelum aku mengalami kecelakaan? Aku hanya ingin memastikan ingatanku tentang hal itu, apakah benar kita memang pernah bertemu di luar negeri saat itu?” Wajah kattie terlihat sedikit berubah begitu mendengar pertanyaan Evan padanya.


Akan tetapi secepat mungkin Kattie berusaha untuk menormalkan wajahnya kembali, karena tidak ingin Evan berpikir macam-macam kepadanya.


“Ah, mungkin itu hanya bayangan Duke Evan, karena aku tidak merasa bertemu dengan Duke Evan waktu itu, meskipun memang benar saya pergi keluar negeri.” Kattie berusaha berbicara setenang mungkin, meskipun saat ini dadanya sedang berdetak lebih kencang dari biasanya untuk menjawab pertanyaan Evan barusan.


“O, begitukah? Berarti aku benar-benar tidak bisa mengingat dengan baik beberapa kejadian karena terjadinya kecelakaan itu.” Evan berkata pelan sambil tersenyum, dengan wajah tenang, yang membuat Kattie berpikir kalau Evan benar-benar mempercayainya.


Apa maksudmu dengan berbohong seperti itu padaku? Ada beberapa hal yang sepertinya hilang dari ingatanku, tapi sesuatu yang aku ingat, aku ingat itu dengan begitu jelas. Waktu itu kita benar-benar bertemu, dan aku sudah meminta Sam melakukan pengecekan terhadapmu, yang hasilnya, di tanggal itu kamu memang pergi ke negara itu.

__ADS_1


Evan berkata dalam hati dengan hati yang mulai bertanya-tanya tentang Kattie, apa yang sudah dilakukannya di luar negeri waktu itu, dan kenapa mereka bertemu pada waktu itu.


__ADS_2