Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PENOLAKAN EVAN


__ADS_3

Apa itu hanya suatu kebetulan, atau memang mereka sedang ada urusan lain? Membuat Evan merasa penasaran, apalagi terlihat dengan begitu jelas kalau Kattie berusaha keras untuk mengelak tentang hal itu.


Aku semakin yakin ada yang tidak beres yang sudah terjadi ketika kecelakaan itu. Apa duchess Kattie terlibat, atau hanya sekedar sebagai saksi? Yang pasti, sepertinya dia mengetahui dengan jelas tentang peristiwa kecelakaan itu.


Evan bertanya-tanya dalam hati sambil menatap ke arah Kattie dengan tatapan mata yang menyelidik.


"Ah, jadi bagaimana Duke Evan? Kapan kira-kira Duke Evan bisa bertemu dengan dokter Jordan?" Kattie kembali mengingatkan Evan tentang rencananya menemui Jordan.


"Maaf Duchess Kattie, sepertinya aku tidak ada niat untuk bertemu dengan dokter Jordan, karena aku sudah memiliki dokter pribadi yang cukup mumpuni. Dan belum lama ini aku sudah memeriksakan kesehatanku, termasuk kepalaku, dan tidak ada masalah dengan hal itu. Jadi, Duchess Kattie tidak perlu repot-repot untuk itu." Evan langsung berkata kepada Kattie yang tampak mengepalkan kedua tangannya yang ada di pangkuannya, tertutup oleh meja yang ada diantara dia dan Evan, sehingga Evan tidak bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Kattie.


Kalau dia tidak mau bertemu dengan dokter Jordan... bagaimana bisa aku melaksanakan rencanaku berikutnya? Alaya... kenapa selalu saja jadi pengganggu. Entah dulu, entah sekarang, harusnya dia tidak pernah muncul dalam kehidupan duke Evan dan mengusik duke Evan.


Kattie berkata dalam hati sambil menahan dirinya untuk tidak menggeretakkan gigi di depan Evan.


"Mungkin Duke Evan bisa mencoba untuk bertemu sebentar agar bisa tahu kalau dokter Jordan layak dipertimbangkan untuk menjadi dokter duke Evan. Keluarga kami juga cocok dengan bagaimanan cara dia mengobati." Kattie akhirnya berusaha bersikap tenang dan memberikan usul kepada Evan yang mungkin bisa membuat Evan berubah pikiran.


"Bukannya biasanya kita sesama keluarga duke memiliki dokter pribadi secara individual? Aku kira jika keluarga besar duke Brown sudah menggunakannya sebagai dokter pribadi kalian, tidak ada alasan bagi keluarga Carsten untuk menggunakannya sebagai dokter pribadi." Mendengar perkataan Evan, Kattie sedikit memajukan tubuhnya.


"Tapi Duke Evan...." Kattie ingin sekali menanggapi kata-kata Evan, tapi dia segera menghentikan niatnya, begitu melihat ke arah Evan yang menatapnya dengan tenang, tapi mata hijau itu menunjukkan kalau dia tidak akan mengubah pendiriannya meskipun Kattie tetap berusaha ngotot tentang hal itu.


Karena pada kenyataannya, apa yang dikatakan oleh Evan memang hal yang selalu terjadi di antara para bangsawan selevel tentang bagaimana mereka menetapkan seorang dokter pribadi bagi keluarga mereka.

__ADS_1


"Maaf Duchess Kattie, tapi hari ini acaraku cukup padat, tidak bsia menemani Duchess Kattie lebih lama lagi." Seolah tidak mendengar kalau baru saja Kattie berusaha menanggapi kata-katanya, Evan berkata sambil bangkit berdiri setelah melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.


Meskipun Evan tahu bahwa waktu pertemuannya dengan Alexis di Goldie Tavisha masih cukup lama dari waktu yang sudah ditetapkan oleh mereka kemarin, tapi Evan ingin segera mengakhiri pembicaraannya dengan Kattie dan memilih untuk lebih dahulu pergi ke Goldie Tavisha.


Bagi Evan, daripada berbincang dengan Kattie yang mulai membuatnya tidak nyaman karena kebohongannya, lebih baik dia pergi ke Goldie Tavisha dan menunggu Alexis di sana.


Meski Evan baru beberapa kali berkunjung di Goldie Tavisha, dia merasa pemandangan dan suasana alam di sana sangat indah dan membuatnya betah, dan tidak akan bosan jika dia harus menunggu Alexis di sana.


Belum lagi, meskipun boleh dikata masyarakat Gracetian menganggap para penduduk Goldie Tavisha merupakan sekelompok para penjahat profesional, sejak munculnya Alexis, dan berteman dengan Red, Evan justru mengerti kalau orang-orang di Goldie Tavisha merupakan orang-orang di belakang layar yang sudah menjaga negara Gracetian tanpa pemerintah tahu bagaimana peran besar mereka dalam hal itu.


Setelah Alvero menikah dengan Deanda, dan juga mengenal Red sekaligus Alexis, raja muda itu juga baru tahu kalau orang-orang Goldie Tavisha hanya mau melakukan bisnis dengan orang-orang yang kepentingannya tidak berhubungan dengan pemerintahan, karena orang-orang Goldie Tavisha, adalah pendukung setia keluarga Adalvino.


Sedang Evan sudah bersiap melangkah meninggalkan meja makan itu.


"Maaf Duchess Kattie, aku sudah ada janji dengan orang lain. Mungkin di lain waktu kita bisa bertemu lagi...."


Dan aku harap itu tidak akan pernah terjadi ke depannya, karena aku tidak mau ada salah paham jika sampai Alaya melihat pertemuan kita, dan menjadikan itu alasan untuk membuat aku mengakhiri hubungan kami. Aku tidak akan membiarkan Alaya mendapatkan alasan, ataupun menemukan cara agar aku membatalkan rencana pernikahan kami. Tidak akan pernah aku biarkan pernikahan kami gagal dengan alasan apapun, meski Alaya sendiri yang memohon padaku.


Evan melanjutkan kata-katanya dalam hati sambil melangkah pergi meninggalkan Kattie, tanpa memberikan kesempatan pada Kattie untuk mengatakan apapun padanya.


Kattie hanya bisa melihat kepergian Evan sambil mengigit bagian bawah bibirnya dengan rasa kesal bercampur dengan rasa kecewa.

__ADS_1


Benar-benar sial! Bagaimana caranya agar duke Evan mau bertemu dengan dokter Jordan dan kembali melakukan terapi kesehatannya? Apa yang bisa membuatku membujuknya melakukan hal itu kembali?


Kattie berkata dalam hati dengan sikap tidak tenang, karena dia tahu pasti gagalnya dia membujuk Evan untuk bertemu dokter Jordan, akan membawa akibat buruk baginya yang ingin mendapatkan Evan dan menikah dengan laki-laki itu.


# # # # # # #


"Sam...." Begitu Evan berada dalam mobil pribadinya yang dikendarai oleh Sam, Evan segera menyebutkan nama Sam.


"Iya Duke Evan...." Dengan sikap hormat, tetap menjalankan mobil yang dikendarainya, Sam menatap Evan melalui spionnya.


"Apa pendapatmu tentang duchess Kattie?"


"Maksud Duke Evan? Tentang bagaimana karakter duchess Kattie atau tentang bagaimana sosok duchess Kattie dibandingkan dengan sosok tuan putri Alaya?"


"Eh...." Pertanyaan Sam membuat Evan sedikit tersentak kaget, tapi mengingat bagaimana tadi Sam memang sempat mendengar pernyataan suka Kattie terhadapnya sedangkan saat ini status Evan adalah calon suami Alaya, membuat Evan langsung tersenyum dengan menunjukkan adanya sedikit semburat merah di wajahnya.


"Tentu saja tentang karakternya. Kalau tentang antara dia dibandingkan dengan putri Alaya... tentu saja dia tidak sebanding dengan putri Alaya dalam segi apapun, meskipun secara status, dia adalah seorang duchess. Tapi karena dia mendapatkan gelar itu dari ayahnya, bukan suaminya, belum tentau selamanya dia memiliki gelar duchesnnya. Putri Alaya, segera setelah menikah denganku, dia akan mendapatkan gelar duchessnya." Sam yang melihat bagaimana mesaranya Evan saat menyebutkan nama Alaya, membuat Sam sedikit menaikkkan salah satu alisnya.


Sepertinya duke Evan benar-benar menyukai putri Alaya. Bahkan saat dia menyebutkan nama putri Alaya, terdengar jauh lebih lembut dan mesra dibandingkan saat duke Evan menyebutkan nama permaisuri Deanda dulu. Meskipun saat itu aku baru pertama kalinya melihat bagaimana duke Evan menyukai seorang gadis seperti permaisuri Deanda. Apa duke Evan hatinya sudah benar-benar bisa berpaling? Padahal aku sempat berpikir kalau akan butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan patah hati duke Evan karena cinta bertepuk sebelah tan gan yang dialaminya saat itu.


Sam berkata dalam hati sambil sedikit menyungingkan senyumnya, karena merasa lega akhirnya Evan bisa menemukan gadis yang dicintainya selain Deanda, tanpa tahu bahwa sedari awal gadis, sebenarnya gadis yang benar-benar dicintai oleh Evan adalah Alaya, dan sosok Deanda sempat disukai Evan karena kemiripan sifat mereka berdua waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2