
"Aku akan mengurus sendiri bagaimana cara agar aku bisa segera sampai ke istana meskipun terlambat. Setelah kamu mengurus mereka, cepat segera susul aku ke istana." Evan berkata sambil menepuk bahu Sam, memberi tanda pada Sam agar asistennya itu tidak perlu khawatir dengan apa yang akan dilakukannya untuk bisa segera sampai di istana Gracetian.
"Tapi Duke Evan, ini anggota kita baru saja memberi kabar mereka juga terjebak macet di ujung sana dan mobil tidak bisa masuk ke temapt ini. Begitu juga untuk kendaraan sewa online, mereka tidak bisa menuju titik ini." Evan hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Sam, tidak ada sedikitpun wajah khawatir di wajah Evan.
"Sudah aku bilang aku sendiri yang akan menemukan caranya. Setelah itu tinggal kamu yang mengurus dirimu sendiri agar bisa secepatnya menyusulku ke istana." Evan berkata sambil berjalan menjauh dari Sam.
Sebentar Evan memandang ke arah truk tronton yang sedang terguling, lalu dengan gerakan cepat dan lincah Evan tiba-tiba berlari, meloncat ke atas bodi truk yang terguling, lalu merangkak ke atas, melewati truk tronton untuk bisa melinhat dan mengamati kondisi sisi jalan di balik truk tronton yang juga terlihat macet.
Dari bagian paling atas bodi truk yang sedang terguling itu, mata Evan memandang ke sekelilingnya, sampai matanya menemukan sesuatu yang bisa memberinya ide, membantunya untuk dapat segera sampai ke istana.
Begitu merasa sudah menemukan solusi, Evan segera bergerak turun dengan cepat dari bodi truk, dan berlari ke depan, untuk menemui seorang pemuda yang sepertinya sedang menunggu seseorang, dengan posisi berjongkok di samping sepeda motor sport miliknya yang terparkir di tepi jalan, sambil mengamati kemacetan yang terjadi.
(Sepeda motor sport adalah sepeda motor yang dirancang dan dioptimalkan untuk kecepatan, akselerasi, pengereman, dan menikung di trek balap dan jalan aspal beton. Mereka terutama dirancang untuk kinerja dengan mengorbankan kenyamanan, penghematan bahan bakar, dan penyimpanan dibandingkan dengan sepeda motor lain.
Jenis sepeda motor ini dirancang sebagai turunan langsung motor balap yang menggabungkan performa tinggi, kelincahan, desain agresif, dan tentunya kecepatan. Sportbike ini beragam pilihannya, mulai yang memakai mesin 150 cc dan untuk superbike dibekali mesin 1000 cc keatas).
__ADS_1
"Selamat malam, apa boleh aku pinjam sepeda motormu?" Suara Evan yang tiba-tiba mengajak bicara pemuda yang sedang menunggu temannya yang terjebak kemacetan dan minta dijemput olehnya, dengan janji untuk saling bertemu di posisi dimana pemuda itu berada sekarang langsung tersentak kaget begitu mendengar sapaan dari Evan.
Bukan hanya sekedar sapaan Evan yang membuatnya kaget, tapi pertanyaan Evan sebagai orang asing yang tiba-tiba dengan percaya diri meminta dia untuk meminjamkan sepeda motor keren miliknya.
“Eh, tapi….” Pemuda itu berniat menolak permintaan Evan, tapi begitu matanya dengan jeli mengamati siapa yang sedang berdiri di hadapannya, anak muda itu langsung melotot dan melompat berdiri.
“Selamat malam… Duke Evan….” Pemuda itu segera memberikan salam penghormatan kepada Evan begitu dia menyadari siapa yang sedang berdiri di hadapannya.
Evan sebagai seorang duke, merupakan orang yang banyak dikenal oleh rakyat Gracetian, selain Alvero, sehingga tidak heran jika setelah mengamati dengan baik, pemuda yang sebenarnya juga pengagum dari sosok Evan itu langsung bisa mengenali Evan.
“Maaf… jika saya sudah bersikap tidak sopan kepada Duke Evan….” Dengan rasa bersalah pemuda itu berkata dengan sikap tidak tenang.
“Ah, tidak masalah. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun padaku.” Begitu mendengar kata-kata Evan, pemuda itu langsung menarik nafas lega.
“Jadi… apa boleh aku pinjam sepeda motormu?” Evan kembali bertanya kepada pemuda itu.
__ADS_1
Pemuda itu kembali memandang ke arah Evan dengan pandangan tidak percayanya.
“Ap… apa benar Duke Evan berniat meminjam sepeda motor milikku ini?” Pemuda itu balik bertanya kepada Evan tanpa menjawab pertanyaan Evan yang memang membuatnya kaget.
“Mak… maksud saya… sepeda motor ini. Eh… anu.... Apa pantas seorang Duke besar seperti Anda menegendarai sepeda motor saya?” Dengan suara ragu, pemuda itu menyampaikan kenapa dia merasa aneh tiba-tiba Evan meminjam msepeda motornya.
“Well, aku pengendara sepeda motor yang cukup mahir kalau itu yang kamu khawatirkan. Aku tidak akan merusak sepeda motor kerenmu ini.” Evan berkata sambil menepuk-nepuk bagian atas bodi sepeda motor itu.
“Bu… bukan begitu Duke Evan. Justru saya merasa khawatir kalau sepeda motor saya tidak cukup pantas untuk dikendarai oleh Duke Evan.” Dengan wajah dan sikap malu-malu, pemuda itu mengatakan tentang apa yang sedang dipikirkannya bukan seperti yang dikatakan oleh Evan.
Mendengar itu, Evan langsung tertawa kecil, dan dengan sikap hangat Evan menepuk kembali bodi sepeda motor itu.
“Apa sepeda motor ini sedang mogok? Rusak?” Pertanyaan Evan membuat pemuda itu menganggkat kedua tangannya dan menggerak-gerakkannya ke kanan dan ke kiri.
“Tentu saja tidak, sepeda motor ini dalam keadaan baik-baik saja, bahkan baru saja menjalani servis rutinnya. Hanya saja saya merasa tidak pantas jika Duke Evan….” Pemuda itu menghentikan bicaranya sejenak, karena merasa ragu untuk melanjutkan kata-katanya, takut dianggap tidak sopan oleh Evan.
__ADS_1