Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEPUTUSAN ALVERO TENTANG KELUARGA BROWN


__ADS_3

Jika Alaya datang ke tengah-tengah yang lain dengan wajah mengantuk, sungguh berbeda jauh dengan Evan yang tampak segar dan terlihat bugar, seolah tadi malam dia bisa tidur dengan begitu nyenya dan cukup waktu tidurnya.


Bagi Alaya kurang tidur akan sangat berpengaruh baginya, membuat wajahnya tampak kusut dan sedari tadi menguap, sedang Evan yang biasa hidup di dunia militer, tidak tidur semalaman saat melakukan penyergapan adalah hal yang biasa untuknya, sehingga itu tidak memberikan pengaruh apapun padanya.


"Bukannya kak Laurel dan yang lain yang melakukan kegiatan seperti itu semalam? Jangankan melakukan itu, untung-untung aku dan Evan bisa pulang kembali ke penthouse sebelum acara makan pagi ini. Oahem...." Alaya berkata sambil menguap kembali sebelum akhirnya membuka matanya yang terlihat sedikit basah dan memerah karena dia baru saja menguap.


Pertanyaan balik Alaya kepada Laurel yang terdengar begitu apa adanya tanpa berpikir panjang, membuat yang lain tersenyum geli, termasuk Leo dan Evelyn yang tidak berani terlalu banyak berkomentar jika mereka sudah membahas masalah hubungan suami istri karena belum waktunya bagi mereka membicarakan hal seperti itu.


"Memangnya jam berapa kalian pulang ke penthouse semalam? Sampai kamu terlihat kurang tidur begitu Alaya?" Deanda menanggapi pertanyaan Alaya dengan wajah terlihat penasaran, ingin tahu apa yang sudah terjadi pada Kattie maupun Hugo semalam, karena Evan baru bertemu dengan mereka pagi ini setelah penyergapan di tempat kediaman Hugo.


Sedang Ornado yang sempat pergi bersama Evan ke tempat Hugo, semalam juga langsung masuk ke kamarnya bersama Cladia, padahal sebelumnya Laurel sangat penasaran dengan cerita itu.


"Aku dan Evan baru datang lewat dini hari, mana sempat melakukan hal seperti itu. Saat kami datang sudah tidak ada suara sama sekali. Kalian pasti sudah menikmati indahnya mimpi kalian ketika kami pulang ke penthouse." Alaya berkata sambil mengambil secangkir teh yang disuguhkan di depannya, sedikit menyesapnya untuk menghilangkan kantuknya.

__ADS_1


"Bukannya melakukan hal menyenangkan yang biasa dilakukan oleh pengantin baru. Semalam aku harus sedikit berolahraga di malam hari karena kegilaan yang dilakukan oleh duchess Kattie." Kata-kata Alaya secara otomatis tanpa sadar membuat semua yang ada di tempat itu dan duduk melingkar langsung menoleh ke arahnya.


Bahkan Laurel dan Deanda langsung menggeser kursi yang ditempatinya, agar menghadap langsung ke arah Alaya, menunggu cerita petualangan dari Alaya dimulai, seperti seorang anak kecil ayng sedang menunggu mamanya membacakan buku dongeng yang seru.


# # # # # # #


“Keluarga duke Brown, entah duke Hugo atau duchess Kattie, kakak beradik itu tingkah lakunya sungguh buruk.” Ornado memberikan komentarnya begitu Alaya selesai menceritakan tentang kejadian bagaimana dia sempat diserang oleh Kattie yang masih belum mau menyerah dan mengharapkan Evan bisa menjadi miliknya.


Kejadian semalam yang diceritakan dengan begitu semangat oleh Alaya, membuat dia tidak lagi mengantuk, dan berkali-kali memcoba mempraktekkan bagaimana Kattie berusaha menyerangnya.


“Cih… sebentar lagi, nama duke Brown akan dihapuskan dari silsilah keluarga bangsawan Gracetian.” Alvero langsung berkata dengan nada sinisnya.


“Mereka sungguh tidak pantas menjadi bangsawan. Sungguh mempermalukan kerajaan Gracetian saja. Untung saja sejak awal, aku tidak pernah memberikan kepercayaan lebih pada keluarga duke Brown.” Alvero kembali melanjutkan bicaranya sambil menoleh ek arah Evan.

__ADS_1


“Evan, lebih baik minta Sam untuk menyelidiki ulang semua tentang daerah kekuasaan duke Hugo sebgai seorang gubernur. Aku mau semuanya dibersihkan dengan baik. Jika ditemukan adanya bukti-bukti korupsi, penindasan, pemerasan keluarga duke Hugo di wilayah yang selama ini dia pimpin. Aku mau mereka semua mendapatkan ganti rugi dari pihak keluarga duke Hugo. Dan untuk sementara waktu, sambil menunggu hasil penyelidikan, aku mau harta keluarga Brown dibekukan untuk sementara waktu ini.” Perintah Alvero disambut dengan helaan nafas panjang dari semua yang hadir di tempat itu.


Semuanya mendukung sepenuhnya atas apa yang baru saja diputuskan oleh Alvero tentang keluarga Brown.


"Aku akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terhadap keluarga Brown. Kali ini aku ingin kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh keluarga Brown mendapatkan sanksi yang seharusnya." Evan menjawab perkataan Alvero sambil memikirkan siapa saja yang akan dia minta untuk bergabung dalam tim khusus itu.


Yang pasti Evan sudah menetapkan beberapa nama yang merupakan orang-orang kepercayaannya yang secara keahliannya juga tidak perlu diragukan lagi.


"Aku harap kasus keluarga Brown bisa menjadi pelajaran berharga untuk para bangsawan Gracetian lainnya supaya mereka tidak bertindak semena-mena dengan status bangsawan mereka." Alvero kembali berkata sambil menatap ke arah Evan.


"Kita tunggu daftar kejahatan dan kesalahan keluarga Brown.... yang aku yakin akan segera bisa diumumkan dalam waktu dekat." Perkataan Alvero membuat James menatap ke arah Evan dan Alaya.


"Tapi sepertinya, sebelum mengumumkan berita tentang daftar kejahatan keluarga Brown, kenapa tidak mengumumkan tentang hubungan pernikahan bahagia antara Evan dan Alaya?" James bertanya sambil tersenyum, membuat yang lain ikut tersenyum.

__ADS_1


"Benar kata James, sudah waktunya kalian berdua muncul di depan umum, dan memberikan klarifikasi tentang pernikahan bahagia kalian." Alvero langsung mendukung pernyataan James.


"Aku sudah menyiapkannya. Siang ini aku akan mengadakan konferensi pers bersama Alaya untuk memberitahukan kepada publik tentang pernikahan kami yang bukan sekedar sebuah aksi pura-pura." Alaya yang mendengar perkataan Evan langsung tersentak kaget, dan menjauhkan tubuhnya dari Evan, sambil menoleh dan menatap ke arah Evan dengan wajah bingung karena sebelumnya Evan tidak memberitahukan padanya tentang rencana besarnya itu.


__ADS_2