Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MEMINTA WAKTU UNTUK BERPIKIR


__ADS_3

Perkataan Alvero membuat suasana di ruangan itu menjadi hening seketika itu juga, dan Alvero dengan sengaja ikut berdiam diri, memberikan kesempatan pada Evan untuk berpikir tentang ide yang baru disampaikannya itu, karena Alvero yakin Evan yang biasa penuh pertimbangan tidak akan dengan mudah memutuskan sesuatu yang penting seperti itu.


Kasihan sekali Alaya kalau sampai seperti itu pernikahan yang harus dijalaninya. Harusnya di hari pernikahannya, sebagai seorang putri dia mengenakan gaun pengantinnya yang indah dan pasti membuatnya semakin cantik. Meskipun Evan orang yang sangat baik dan terlihat sangat perduli pada Alaya, tapi perasaan Alaya juga penting untuk dipertimbangkan. Dia sudah uring-uringan saja sejak yang mulia menjodohkannya dengan Evan, apalagi kalau saat dia bangun tiba-tiba statusnya sudah berubah menjadi istri Evan. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana marah dan kecewanya Alaya saat itu terjadi.


Deanda berkata dalam hati sambil ikut memikirkan reaksi Alaya dan Deanda benar-benar khawatir tentang hal itu.


"Yang Mulia, apa itu sebuah keputusan yang bijak?" Deanda berbisik pelan ke telinga Alvero, karena merasa kurang setuju dengan apa yang baru saja disampaikan suaminya itu.


Deanda tahu, seorang Alvero saat sudah menyatakan sebuah keputusan atau perintah, akan sulit untuk mengubahnya, tapi sebagai kakak bagi Alaya sekarang, Deanda ingin mencoba untuk meminta Alvero tidak bertindak seekstrim itu.


"Maaf sweety, sepertinya tidak ada jalan lain. Karena pihak istana juga baru memberitahukan padaku melalui email bahwa putra mahkota Hector, berencana untuk meminta waktu mengunjungi istana Gracetian besok lusa. Dan dengan sengaja putra mahkota Hector menyatakan ingin bertemu dengan Alaya, dengan alasan memberikan secara langsung sebuah hadiah titipan dari ibunya, permaisuri Crownhill sebagai tanda persahabatan, ucapan selamat atas kembalinya Alaya sebagai putri." Mata Deanda kembali terbeliak kaget mendengar bisikan dari Alvero itu.

__ADS_1


Kalau sampai dua hari lagi Alaya tidak ikut dengan Alvero untuk menemui Hector, itu benar-benar akan menjadi masalah besar.


Baik Alvero maupun Alaya, akan dianggap sebagai orang yang tidak memiliki sopan santun, dan bisa saja dianggap menolak untuk bersahabat dengan negara tetangga, dan berbagai label buruk akan segera disematkan oleh negara-negara lain di dunia pada kerajaan Gracetian.


Akan tetapi, jika alasan ketidakhadiran Alaya adalah karena acara bulan madu, akan membuat semua orang mengerti tentang hal itu.


Bagaimana ini? Sepertinya... aku tidak bisa lagi membantu Alaya sekarang. Hidup sebagai orang dengan status sosial dan kedudukan yang tinggi, kadang memang terasa menyesakkan, tidak adil, dan bahkan harus siap mengorbankan diri untuk orang lain demi negara. Semoga Alaya dan Evan, benar-benar bisa berakhir dengan bahagia, meskipun awal bagi mereka sungguh bukan sesuatu yang baik seperti ini.


“Bagaimana Duke Evan?” Alvero langsung bertanya kepada Evan ketika dilihatnya Evan terdiam cukup lama dengan wajah terlihat begitu serius, menunjukkan bahwa dia sedang berpikri sangat keras saat ini.


"Maaf sudah membuat Yang Mulia Alvero menunggu...." Dengan suara bernada rendah dan sopan, Evan langsung menjawab panggilan Alvero padanya.

__ADS_1


“Duke Evan, apa menurutmu ini bukan jalan yang terbaik? Atau Duke Evan memiliki ide lain yang lebih baik?” Pertanyaan Alvero membuat Evan menarik nafas panjang sebelum memulai bicaranya.


Meskipun aku akan tetap menjadikanmu istriku apapun yang terjadi, termasuk jika kamu terus berusaha untuk lari dariku. Tapi paling tidak aku ingin saat pernikahan kita, kita sama-sama mengucapkan janji suci kita dalam keadaan sadar, meskipun kamu mungkin dengan terpaksa mengucapkan hal itu. Tapi ide yang mulia Alvero sungguh tidak... ah, aku tidak tahu harus berkata apa tentang ide itu.


Evan berkata dalam hati sambil mencoba mencari jawaban yang tepat untuk Alvero.


"Yang Mulia... jujur saja, meskipun saya serius untuk menjadikan Alaya sebagai istri saya, tapi sungguh saya tidak ingin mengambil jalan seperti ini demi menghargai Alaya. Untuk itu... bisakah Yang Mulia memberi saya sedikit waktu untuk memikirkan ide dari Yang Mulia?" Alvero sedikit terdiam begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Evan.


"Kapan Duke Evan akan memberikan jawaban? Karena besok lusa, rombongan putra mahkota Hector akan tiba di istana Gracetian. Dia berencana menemuiku dan juga putri Alaya, dengan alasan untuk memberikan hadiah dari permaisuri Crownhill kepada Alaya yang sudah diangkat kembali menjadi putri Gracetian. Duke Evan pasti bahwa itu itu hanya sekedar alibi dari Hector untuk bisa bertemu dengan Alaya. Dan jika saja bisa, dia pasti ingin mencari celah untuk bisa merebut Alaya darimu." Perkataan Alvero cukup membuat dada Evan berdegup dengan kencang karena merasa tidak nyaman dan tidak terima begitu dia membayangkan ada laki-laki lain yang berusaha merebut Alaya darinya.


"Beri waktu untuk saya berpikir malam ini Yang Mulia. Besok saya akan memberikan jawaban saya." Akhirnya Evan berusaha untuk melakukan negosiasi dengan Alvero yang terlihat menghela nafasnya, karena baginya sebenarnya hal seperti idenya tadi bukan hal yang diinginkannya juga.

__ADS_1


Hanya saja, kondisi mendesak, ditambah dengan rencana Hector mengunjungi istana dan ingin bertemu dengan Alaya, membuat Alvero semakin yakin kalau itu adalah jalan yang terbaik.


__ADS_2