Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
TEBAKAN TEPAT ALVERO


__ADS_3

Evan hanya memberikan sebuah senyuman untuk menanggapi kata-kata Enzo.


Ah… kenapa aku membiarkan my princess pergi terlebih dahulu. Hah… benar-benar gila… baru berpisah beberapa menit saja aku sudah begitu merindukannya. Kalau orang seperti Enzo mengatahui bagaimana tergila-gilanya aku dengan istriku, dia pasti akan menarik ucapan kekagumannya padaku.


Evan berkata dalam hati sambil melirik ke arah Enzo dengan perasaan merasa begitu menyesal.


“Sebaiknya kita cepat menemui Alvero. Kamu tahu kan, raja muda kita yang satu itu adalah orang yang sangat tidak sabaran. Dia pasti akan mengomel kalau kita membiarkannya menunggu. Hanya ada satu orang yang bisa membuatnya menunggu sambil mengulum senyumnya, Deanda Federer.” Enzo berkata sambil tertawa geli karena ingat bagaimana cinta matinya saudara sepupunya itu kepada Deanda.


“Kamu bisa berkomentar seperti itu, karena kamu belum benar-benar menikahi Melva. Masih ada jarak diantara kalian, sedangkan Alvero dan Deanda, tentu saja diantara mereka sudah tidak adalagi jarak sehingga mereka lengket seperti lem.” Kata-kata Evan membuat Enzo langsung menepuk pundak Evan.


“Sepertinya setelah menikah seorang duke Evan Carsten bisa dinobatkan sebagai pujangga hebat dari Gracetian, karena setelah menikah, seorang jenderal besar sepertimu secara tiba-tiba bisa begitu mengerti tentang hubungan percintaan antara pria dan wanita.” Enzo berkata sambil tersenyum, merasa menemukan hal baru yang bisa dia gunakan untuk menggoda Evan kembali.


(Pujangga atau bujangga adalah sebutan bagi para pengarang hasil-hasil sastra, baik puisi maupun prosa; ahli pikir; ahli sastra. Padan kata pujangga adalah: sastrawan dan penulis. Pujangga Baru adalah salah satu angkatan dalam kesusastraan Indonesia yang muncul sekitar tahun 1930-an, yang ditandai oleh semangat kebangsaan dan semangat mengejar kemajuan, dipengaruhi oleh aliran romantik dan individualisme)


“Aku bicara berdasarkan pengalaman pribadi, karena aku juga sudah menikah. Kalau kamu, mungkin bicara karena membaca atau mendengar pengalaman dari orang lain, karena kamu belum menikah, belum merasakan, dan belum bisa menceritakan karena belum pernah mengalami.” Enzo kembali melongo mendengar kata-kata Evan.

__ADS_1


“Kamu ini… benar-benar sulit untuk dikalahkan dalam hal apapun, sama seperti Alvero… hanya wanitanya saja yang bisa mengalahkannya.” Enzo mengeluarkan komentarnya tentang Evan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat dalam dunianya, ada dua pria hebat yang begitu sulit dilawan, tapi terhadap wanita yang dicintainya, mereka begitu bertekuk lutut.


# # # # # # #


"My Al, kira-kira kenapa dengan tiba-tiba Evan ingin bertemu dengan kita secara pribadi di istana? Apa ada hal penting yang sudah terjadi pada Alaya atau Evan?" Deanda yang sudah mengambil posisi duduk lebih dahulu dari Alvero langsung bertanya.


Tadi di tengah-tengah acara afternoon tea, Alvero memang menerima pesan singkat dari Evan yang mengatakan setelah acara makan malam di istana selesai, dia akan pergi ke istana untuk membicarakan hal penting pada Alvero yang langsung mengiyakan permintaan dari Evan tersebut.


"Aku tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh Evan dengan kita secara detail, dia hanya mengatakan kalau dia sudah mengerti kenapa dia bisa melupakan Alaya setelah peristiwa kecelakaan hari itu." Alvero berkata sambil menyilangkan kedua kakinya setelah duduk di samping Deanda, sambil mendengarkan suara gemericik air dari air terjun buatan yang mengalir di salah satu bagian kolam ikan itu.


"Lalu?" Alvero berkata sambil menggerakkan tangannya ke arah tubuh Deanda dan menariknya untuk lebih mendekat padanya.


"Kata Alea, ketika dia sedang menunggu Alaya turun dari kamar hotelnya, Evan menyusul Alaya kesana dan langsung menemui Alaya, setelah itu Alea tidak tahu apa yang terjadi. Hanya saja, setelah begitu lama menunggu Alaya tidak turun dari kamarnya, dia meminta tolong pihak hotel untuk menghubungi telpon di kamar Alaya, tapi yang mengangkat telepon justru Evan." Alvero langsung mengernyitkan dahinya begitu mendengar perkataan Deanda, dan salah satu ujung bibir Alvero tampak terangkat dengan senyum smirknya.


Apa itu artinya Evan sudah berhasil membuat Alaya benar-benar menjadi wanita seutuhnya? Menjadikan Alaya miliknya secara utuh? Karena seorang Alaya, jika dia belum memaafkan Evan, dia tidak mungkin akan tahan bersama dengan Evan di dalam ruangan yang sama cukup lama. Apalagi hanya berdua dengan Evan? Alaya pasti akan mengusir Evan atau melarikan diri dari Evan seperti biasanya. Satu-satunya alasan yang mungkin terjadi kenapa mereka bisa begitu lama berada di dalam satu kamar... pasti mereka sudah melakukannya, dan aku berani menjamin hal itu.

__ADS_1


Alvero langsung menebak-nebak dalam hati sambil melirik ke arah Deanda.


Akhirnya, berhasil juga Evan menjadikan Alaya sebagai wanita miliknya. Adikku yang keras kepala itu akhirnya berhasil ditaklukkan juga oleh Evan. Tidak salah aku memilih Evan sebagai pendamping Alaya. Jika bukan Evan, belum tentu laki-laki lain bisa membuat adikku menyerah dan takluk.


Alvero kembali berkata dalam hati, sedikit mengingat bagaimana dulunya dia juga sempat mengalami kesulitan untuk menaklukan hati Deanda, yang berpikir bahwa dia tidak layak sebagai pendamping Alvero, sehingga menolak untuk mengakui rasa cintanya pada Alvero.


"Alea tadi pasti kembali ke istana dengan tangan kosong. Tanpa Alaya." Tanggapan Alvero langsung membuat Deanda menoleh kaget.


"Bagaimana kamu bisa tahu? Apa Evan yang memberitahumu?" Alvero langsung tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari Deanda.


"Tidak. Evan tidak mengatakan apapun tentang hal itu, tapi dari cerita Alea padamu aku yakin pasti akan seperti itu ending cerita mereka. Yang pasti kamu sudah bisa mengucapkan selamat berbahagia atas pernikahan mereka berdua. Dan sebentar lagi, mungkin akan ada berita bahagia lagi dari istana Gracetian, tentang calon keturunan duke Carsten berikutnya." Mata Deanda langsung membeliak mendengar perkataan dari Alvero, tapi sebentar kemudian Deanda langsung tersenyum karena apa yang dikatakan Alvero, sepertinya memang benar adanya.


Dan memikirkan itu membuat Deanda tersenyum, ikut merasa bahagia jika memang benar itu terjadi seperti kata Alvero. Akan tetapi, tiba-tiba Deanda terdiam saat dia menginat tentang sesuatu yang penting dan cukup mengganggu pikirannya.


"My Al... aku mendengar ada sedikit berita yang mungkin belum tentu benar, tapi itu sedikit mengganggu pikiranku." Kata-kata Deanda membuat Alvero langsung fokus menatap ke arah istrinya.

__ADS_1


"Apa yang mengganggu pikiranmu sweety? Ingat jagoan kita, aku tidak mau dia merasa tidak nyaman di dalam sana karena kamu terlalu stress. Kamu tahu pikiran ibu hamil sangat berpengaruh pada kesehatan dan perkembangan janin. Kamu harus selalu bahagia." Alvero berkata sambil mengecup lembut kepala Deanda, dengan hati yang meluap dengan rasa cinta pada istrinya itu, satu-satunya wanita yang sanggup membuat jantungnya bergetar hebat, otaknya menjadi tumpul, dan hasratnya terbangun dan begitu menggelora.


__ADS_2