
“Nona… tolong hentikan atau aku akan segera memanggil yang lain.” Ernest berakta dengan sikap kikuk dan tidak nyaman.
Aist… kenapa ada pelayan dengan sikap kurangajar seperti ini bisa masuk dalam lingkungan istana? Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti ini untuk merayuku. Tindakannya benar-benar memalukan dan juga murahan. Sungguh tidak pantas.
Ernest merutuk dalam hati, karena meskipun dia merupakan pria tampan yang banyak digandrungi para wanita, karena tugasnya sebagai pengawal pribadi Alvero, dan saat itu keberadaan Eliana masih menjadi duri dalam daging, membuat Ernest selalu fokus pada pekerjaannya, tidak memikirkan tentang wanita sama sekali.
(Duri dalam daging adalah sesuatu yang selalu terasa tidak menyenangkan hati, menyakitkan hati, atau mengganggu pikiran misalnya penyakit, peristiwa yang mengganggu, ancaman, keberadaan seseorang yang mengancam keselamatan dan sebagainya).
Karena tugas dan tanggung jawabnya yang besar, selama ini Ernest bahkan tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun dalam kaitannya dengan hubungan asmara, meskipun sikap Ernest yang ramah, perhatian dan baik hati sudah memukau banyak orang di sekitarnya, dan banyak wanita yang ingin dekat dengannya.
Dan jika saja memungkinkan, para wanita itu ingin memiliki hubungan khusus dengan Ernest, atau jika saja bisa mereka ingin menjadi wanita milik Ernest.
“Panggil saja Tuan Ernest, supaya mereka menjadi saksi hubungan kita berdua.” Dengan nekat dan tidak tahu malunya, pelayan itu justru menantang Ernest yang mulai emrasa kesal dengan tindakan pelayan itu.
“Kita tidak memiliki hubungan apapun Nona, Tolong bersikaplah sebagai wanita terhormat, selagi saya masih menghargai keberadaan Nona sebagai seorang wanita.” Ernest mulai berkata dengan nada tinggi, karena mulai merasa tidak sabar dan merasa malu sendiri dengan sikap dan tindakan pelayan itu padanya.
“Kenapa saya harus berhenti Tuan Ernest? Apa saya tidak semenarik itu di depan Tuan Ernest? Apa Tuan Ernest benar-benar laki-laki sejati?” Dengan sikap tetap menggoda, pelayan itu berjalan dengan gerakan tubuh mengodanya, dengan dadanya yang sengaja dia busungkan, dada yang memang terlihat sintal dan penuh.
Tapi dengan gerakan cepat, Ernest langsung bergerak mundur, untuk kemudian dia membuka pintu kamarnya, dan bermaksud pergi keluar meninggalkan pelayan itu sendiri setelah dengan paksa dia mengambil kunci di kantong seragam pelayan itu dengan wajah bergidik ngeri dan jijik.
__ADS_1
Akan tetapi begitu Ernest membuka pintu ruang istirahatnya tampak dua orang pengawal dan seorang pelayan sedang berbicara tepat di depan pintu ruang istirahat Ernest.
Mendengar suara pintu terbuka dengan keras akibat gerakan Ernest yang buru-buru, membuat ketiga orang yang sedang berdiri di depan ruangan itu langsung menoleh dengan wajah bertanya-tanya.
Dan mata mereka bertiga langsung melotot begitu melihat sosok seorang perempuan yang tiba-tiba muncul dari balik punggung Ernest.
Sosok pelayan yang sedang berpura-pura memegang bagian atas seragam pelayannya, karena dua kancing pakaiannya terlepas.
Wajah pelayan yang baru saja muncul dari balik tubuh Ernest tampak langsung menundukkkan wajahnya dengan sikap canggung, seperti pencuri yang tertangkap basah saat sedang melakukan aksinya.
Dan itu sengaja dia lakukan untuk menarik simpati ketiga orang yang sedang melihat ke arahnya dan Ernest dengan tatapan tidak percaya sekaligus bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dengan kedua orang itu.
(Kata groom menurut Kamus Bahasa Inggris Indonesia, artinya mengurus, merawat, rapi atau pelihara. Secara harfiah, grooming artinya penampilan diri. Grooming dalam penampilan prima adalah, penampilan diri tenaga pelayanan pada waktu bekerja, memberikan pelayanan kepada kolega dan pelanggan.
Salah satunya adalah mengedepankan kecantikan rambut dengan melakukan penataan sanggul modern. Sehingga di Istana Gracetian, untuk level pelayan, harus menata rambutnya dengan rapi, dengan cara disanggul).
Kondisi pelayan wanita dengan sanggul yang sudah dilepasnya dan kebetulan berada di dekat seorang knight tampan seperti Ernest, membuat siapapun yang melihatnya pasti berpikir yang tidak-tidak dan menjadi curiga denga napa yang sudah mereka lakukan sebelumnya di dalam sebuah ruangan istirahat berdua saja.
“Sel… selamat siang… Tuan Ernest….” Dengan suara terbata-bata, ketiga ornag itu langsung mengucapkan salam kepada Ernest yang langsung menarik nafas panjang.
__ADS_1
Karena dari ketiga raut wajah orang itu, Ernest bisa menilai kalau kondisinya sekarang sedang dicurigai baru saja melakukan hal tidak senonoh dengan pelayan wanita itu.
Dan Ernest sebagai pengawal dari istana Gracetian, tahu pasti tentang hukuman apa yang akan dia terima jika dia tidak bisa membuktikan kalau dia tidak bersalah.
Kemungkinan terburuk Ernest tahu dia akan dipecat, dan satu hal yang tidak bisa dia hindari adalah harus menikah dengan pelayan itu, karena aturan dari istana, siapapun yang tertangkap basah atau diketahui memiliki hubungan asmara yang sampai terbukti melakukan hubungan terlarang, hal tidak senonoh sebelum ikatan pernikahan, mereka akan dipaksa untuk menikah secepatnya tanpa boleh menolak.
Jika salah satu dari mereka sudah menikah, maka mereka akan dipisahkan jauh-jauh dan diasingkan, sehingga tidak memungkinkan untuk mereka bertemu dan melakukan kesalahan lagi di depannya.
Dan itulah yang sedang direncanakan oleh pelayan itu. Dia sengaja berusaha menggoda Ernest, tapi andaikata tidak bisa, dia ingin membuat orang lain salah paham, yang akhirnya membawa hasil pernikahan antara dia dan Ernest.
“Apa yang sudah terjadi di sini?” Akhirnya salah satu dari pengawal itu memberanikan diri bertanya pada Ernest.
Meskipun pengawal itu tahu kalau kedudukan Ernest sebagai pengawal pribadi raja Alvero memiliki posisi paling tinggi diantara para pengawal istana yang lain, akan tetapi karena ini menyangkut masalah moral dan juga pelanggaran norma yang berlaku di istana, pengawal itu merasa wajib dan berhak untuk mengetahui apa yang sudah terjadi.
Begitu mendengar perkataan dari salah satu pengawal itu, pelayan yang mencoba merayu Ernest langsung menghambur ke pelayan wanita yang sedang bersama dengan dua pengawal itu, memeluknya dengan erat sambil menangis, membuat pikiran yang lain semakin yakin Ernest dan pelayan itu sudah melakukan sesuatu yang tidak benar.
Dan bahkan mereka mulai menerka-nerka kalau-kalau Ernest sudah melakukannya dengan kekerasan, memaksa pelayan itu untuk melayani nafff…ssu Ernest.
Meskipun jika dilihat dari sejarah Ernest sebagai pengawal Alvero tidak pernah memiliki skandal sekecil apapun terutama dengan wanita, namun melihat kenyataan saat ini, mau tidak mau mereka jadi berpikir seperti itu.
__ADS_1
Pelayan itu sendiri tetap memeluk tubuh sesama pelayan itu dengan mata sedikit melirik ke arah Ernest, dan sebuah senyuman licik tampak tersungging di wajahnya, berharap rencananya untuk menjebak Ernest bisa berhasil dengan sukses, sehingga secepatnya dia bisa menjadi istri dari Ernest, tanpa harus menunggu Ernest jatuh cinta padanya dan membalas perasaannya.