Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
BUKTI YANG SEMAKIN BERTAMBAH


__ADS_3

"Silahkan Duke Evan." Orang yang membawa pena itu segera mengarahkan pena itu kepada Evan yang menerimanya sambil menarik nafas panjang, karena pena itu jelas-jelas mengingatkannya kepada Edward, sahabatnya.


"Aku tidak tahu bagaimana caramu mendapatkan pena itu. Yang pasti aku yaki sepenuhnya, bahwa itu bukanlah cara yang legal untuk dilakukan oleh seorang duke sepertimu." Hugo berkata sambil kembali memupuk rasa percaya dirinya agar tidak terliaht lemah di hadapan Evan dan yang lain, bersikap seolah-olah tidak tahu tentang asal usul pena itu dan sudah melakukan cara kotor untuk menyingkirkan pemilik aslinya.


"Kenapa sepertinya kamu terlihat begitu tertarik dengan pena itu? Kalau kamu mau, kamu boleh mengambilnya untukmu." Hugo terus saja mengucapkan kata-kata yang bagi Evan justru menunjukkan bagaimana Hugo terlihat panik begitu Evan memegang pena itu.


"Pena yang bagus, apa kamu memesannya secara khusus duke Hugo?" Evan berkata sambil mengamat pena itu dengan teliti, tidak ingin melewatkan sedikitpun detail dari pena itu.


"Ya... aku memesannya secara khusus pada seorang pengrajin perhiasan." Hugo berusaha memberikan penjelasan sebisa mungkin.


"O, begitu. Tapi kenapa... pena ini mirip sekali dengan yang aku berikan pada viscount Edward?" Pertanyaan dari Evan membuat mata Hugo sedikit melotot karena kaget.


"Jika ini memang milikmu...." Evan berkata sambil menarik bagian atas pena itu dan menyipitkan mata hijaunya untuk melihat ke bagian dalam bagian atas pena itu.

__ADS_1


"Kenapa ada lambang keluarga viscount Edward di bagian dalam pena ini? Sama seperti yang pernah aku berikan padanya sebagai hadiah ulang tahunnya sebelum dia meningal dalam gedung teater beberapa tahun yang lalu?" Pias pucat langsung terlihat di wajah Hugo begitu mendengar kata-kata Evan, meskipun setelah itu, Hugo berusaha menguasai dirinya sendiri.


"Ah... maaf, yang aku bicarakan adalah pena lain milikku yang mirip dengan itu. Aku mendapatkan pena itu ketika ikut menghadiri acara pembukaan di gedung teater. Hanya saja, aku berusaha mencari pemilik pena yang sepertinya terjatuh, sayangnya tidak ada yang mengakui siapa pemilik pena itu. Aku sungguh tidak menyangka kalau pemiliknya adalah viscount Edward." Dengan sikap yang terlihat berusaha tenang, Hugo berkata.


Melihat cara bicara Hugo yang benar-benar dolak- dalik itu rasanya Evan ingin sekali menghajar wajah Hugo yang terlihat pura-pura tidak bersalah itu.


(Dolak-dalik artinya selalu berubah-ubah; selalu berpindah-pindah; tidak tetap; tidak teguh pendiriannya).


Sedang Ornado terdengar langsung berdecih pelan dengan tatapan mata terlihat meremehkan Hugo yang berusaha membuat orang tetap percaya pada kata-katanya.


Kejadian yang bagi banyak orang hyanya dianggap sebagai sebuah kecelakaan belaka. Akan tetapi ternyata sengaja dilakukan oleh orang-orang suruhan Hugo.


Dalam rekaman itu, awalnya anak itu ingin merekam bagaimana orang-orang yang panik dan berlarian menuju pintu keluar sehingga dia nekat untuk tetap berada di dalam gedung teater sambil merekam menggunakan kamera handphone miliknya, bahkan membuatnya sempat terpisah dari kedua orangtua yang mengajaknya.

__ADS_1


Peristiwa itu membuat akhirnya anak itu menyimpan rekaman kejadian dalam gedung teater itu, tanpa berani menunjukkan pada siapapun hingga dia beranjak remaja.


“Duke Evan! Hati-hati dengan ucapanmu! Jangan menuduh dengan sembarangan mentang-mentang kamu adalah duke yang dipercaya sepenuhnya dalam kemiliteran Gracetian!” Hugo langsung berkata dengan nada tinggi, sedang Egan lebih memilih untuk tidak perduli dan tetap fokus pada tablet di tangannya.


"Rekaman ini akan menjelaskan apa yang sudah terjadi pada viscount Edward malam itu di gedung teater. Dan rekaman ini, diambil oleh remaja yang dulu sempat meminjamkan sepeda motornya pada Anda Duke Evan untuk bisa menembus kemacetan yang diciptakan oleh putra mahkota Christopher waktu itu ..." Suara bisikan dari Sam membuat Evan tersenyum tipis, tidak menyangka kalau remaja itu dua kali ini sudah membantunya.


"Pastikan kamu melindungi anak itu dengan baik karena dia adalah saksi penting. Aku akan segera menemuinya setelah urusanku dengan duke Hugo selesai." Evan segera membalas bisikan dari Sam sambil memencet tanda play pada rekaman yang ada di tablet itu, berjalan meendekat ke arah Hugo, dan berniat menunjukkan rekaman itu di hadapan Hugo.


“Kamu menanyakan bukti atas perkataanku. Kalau begitu, lihat rekaman ini dengan baik.” Evan berkata sambil mengarahkan tablet yang ada di tangannya ke arah Hugo, yang melihat rekaman amatir dari seorang yang memang tanpa sengaja mengambil rekaman itu.


Akan tetapi, meskipun tidak terlalu jelas, tapi dari rekaman itu terlihat bagaimana Hugo sengaja membiarkan Edward mengalami asma tanpa berniat menolongnya, bahkan mencegah Edward untuk meminta bantuan pada orang lain.


“Aku tidak melakukan apapun yang salah. Aku juga terjebak dalam kebakaran itu!” Hugo berkata tanpa bisa menahan amarahnya, sehingga tanpa sadar tiba-tiba tangannya meraih tablet yang dipegang oleh Evan, dan membantingnya.

__ADS_1


“Haist! Benar-benar bangsawan yang tidak mengerti sopan santun.” Ornado berkata dengan tatapan mata dinginnya sambil melangkah maju, mendekat ke arah Evan dan Hugo yang posisinya saling berhadapan sekarang.


Begitu Ornado melangkah maju sambil mengangkat tangannya, tampak dua orang berjalan dari arah belakang barisan sambil menggelandang seseorang yang tampak kusut penampilannya, setelah menerima hajaran dari anak buah Ornado ketika  orang itu berusaha melawan dan melarikan diri saat orang-orang Ornado menemuinya tadi.


__ADS_2