
Sikap tenang dan elegan dari Evan, dan juga kata-katanya yang terlihat tertata rapi dan terlihat bijaksana, membuat Alaya tidak lagi dapat membantah apa yang sudah dikatakan Evan barusan.
“Kalau begitu… saya permisi dulu Duke Evan. Terimakasih untuk waktu yang sudah diluangkan untuk saya. Maaf sudah menggangu waktu Duke Evan siang ini.” Alaya berkata sambil bangkit dari duduknya, membuat Evan ikut bangkit berdiri untuk melepas kepergian Alaya.
"Tidak perlu merasa sungkan Putri. Kedatanganmu akan selalu diterima di tempat ini." Evan membalas kata-kata Alaya dengan senyum tersungging di wajahnya, menunjukkan kalau dia benar-benar serius saat mempersilahkan Alaya untuk datang kapan saja jika ingin menemuinya.
Dan hal itu, sebenarnya justru membuat pikiran Alaya sedikit terganggu.
Tidak boleh! Aku tidak boleh menuruti kata-kata duke Evan dan terbuai dengan sikap ramahnya. Akan benar-benar berbahaya untukku sendiri. Aku harus tetap apda keputusanku, untuk tidak membiarkan diriku dekat dengan duke Evan. Apapun alasannya, aku harus benar-benar menghindari pria yang satu ini.
Alaya berkata pada dirinya sendiri dalam hati sambil menjauhkan pandangan matanya dari sosok Evan yang selalu tampil rapi dan menawan.
“Aku akan panggilkan seseorang untuk mengantar Putri Alaya.” Suara bel yang ditekan oleh Evan membuat tidak lebih dari 5 detik terdengar ketukan pintu dan tampak dua orang masuk ke ruang kerja Evan.
"Eh... tidak perlu repot Duke Evan.... " Kata-kata ragu dari Alaya tidak membuat Evan mengurungkan niatnya.
“Tolong antarkan putri Alaya untuk pulang. Pastikan Putri kembali ke tempatnya dengan selamat.” Evan berkata sambil mengerakkan tangannya karena Alaya yang memberikan salam penghormatan padanya.
__ADS_1
Begitu Alaya meninggalkan tempatnya, Evan segera berjalan menuju jendela ruang kerjanya, dan menghadap ke arah pintu masuk dan keluar gedung itu.
Kantor Evan yang berada di lantai 15, merupakan ruangan yang memang di salah satu sisinya terdapat jendela berukuran sangat besar, sehingga dari tempatnya berdiri sekarang, Evan bisa melihat dengan jelas apa saja yang ada dan sedang terjadi di halaman depan dari gedung tempatnya berada sekarang.
Dengan mata terus memandang ke arah bawah, sebuah senyum tampak tersungging di wajah Evan begitu laki-laki tampan itu melihat sosok Alaya yang keluar dengan diantar oleh dua orang anak buahnya.
“Alaya Adalvino.... Gadis itu sungguh sangat unik. Apa benar yang mulia ingin menjodohkanku dengan putri Alaya?” Evan bergumam pelan dengan mata terus menatap ke arah mobil Alaya yang mulai bergerak meninggalkan lapangan parkir gedung tempatnya bekerja itu.
Setelah bayangan mobil Alaya menghilang dari pandangan matanya, diikuti oleh mobil yang dikendarai kedua anak buahnya untuk memastikan Alaya sampai ke tujuan dengan selamat, dengan gerakan cepat Evan segera menghubungi Sam, untuk menanyakan tentang undangan yang dia terima dari Alvero.
Setelah pertemuannya dengan Alaya barusan, Evan mau tidak mau merasa penasaran dengan undangan dari Alvero untuknya.
Begitu Sam mendapatkan perintah untuk membawa undangan dari Alvero, dengan langkah bergegas, Sam langsung berjalan menuju ke ruangan pimpinannya, Evan.
Sam adalah laki-laki berperawakan atletis dengan potongan rambut crew cut, menimbulkan kesan maskulin dan pembawaan tegas dari seorang Sam, yang sosoknya memang dikenal dengan kedisiplinan dan loyalitasnya terhadap statusnya sebagai tentara militer Gracetian.
(Crew cut adalah potongan khas model cepak dengan sisi sempit dan bagian depan sedikit panjang. Gaya rambut ini telah populer sejak abad ke-18 dan masih digunakan sampai sekarang untuk gaya rambut militer karena kepraktisannya. Model crew cut ini dapat membuat volume dalam jumlah sedang, sehingga juga direkomendasikan untuk orang dengan rambut keriting. Saat ini ada dua jenis potongan cepak ini, yakni crew cut Eropa dan Amerika.
__ADS_1
Model rambut classic crew cut merupakan gaya rambut pendek di bagian atas dengan sisi yang meruncing. Potongan rambut ini memberikan kesan minimalis dan tajam yang cocok untuk bergaya dalam tampilan apapun. Crew cut cocok semua jenis rambut, mulai dari lurus dan keriting).
Karena alasan itu juga, Evan memilih Sam sebagai asisten pribadinya.
"Selamat siang Duke Evan, ini undangan yang Duke Evan minta." Sam berkata sambil menyerahkan undangan yang tadi dia terima dari Ernest.
Begitu menerima undangan dengan segel bergambar simbol keluarga Adalvino, Evan segera membukanya dan membaca isi dari undangan tersebut.
Ah, yang mulia ternyata juga mengundang mama untuk ikut dalam makan malam di istana besok malam. Putri Alaya pasti tidak menyangka kalau ternyata yang mulia Alvero begitu cepat bertindak tentang masalah perjodohan ini. Sepertinya gadis itu akan uring-uringan karena masalah ini sepertinya sangat mengganggunya.
Sambil membaca undangan dari Alvero, Evan berkata dalam hati.
Dan entah kenapa, rasanya sungguh menggelikan bagi Evan saat dia membayangkan bagaimana sikap Alaya yang pasti sedang berusaha keras memikirkan cara untuk memprotes tindakan kakak kandungnya itu.
Meskipun baru pertama kalinya tadi Evan bertemu muka dengan muka dengan Alaya, dan berbicara secara langsung dan serius dengan gadis cantik itu, Evan sedikit banyak bisa langsung menilai dan tahu, gadis seperti apa Alaya itu.
Seorang gadis yang bagi Evan memiliki sikap pemberani, unik dan juga menarik, meskipun sedikit ceroboh dan terlihat sering terburu-buru dalam bertindak, sekaligus memiliki sifat tidak bisa berpikir panjang saat menghadapi suatu masalah dalam kehidupannya.
__ADS_1
Apa yang ada di pikirannya, saat itu juga yang akan dikerjakan oleh Alaya, tanpa memperhitunganya untung dan ruginya, atau memikirkan sebab akibat yang mungkin bisa membawa dampak buruk bagi dia di masa depan.