Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MENGABULKAN PERMINTAAN EVAN


__ADS_3

Sepertinya Evan benar-benar bisa menilai karakter orang dengan baik. Dia yang hanya bertemu sekali dua kali dengan Alaya tanpa banyak berbicara dengannya, bisa dengan tepat menilai sifat adikku yang memang sedikit sulit diatur, karena dia tidak dibesarkan dengan semua adat istiadat dan aturan sebagai seorang putri. Aku juga yakin seperti duke Evan, ke depannya Alaya pasti akan membuat masalah dan berusaha membatalkan perjodohan mereka berdua. Tapi semoga Evan bisa menahan emosinya saat menghadapi Alaya.


Alvero berkata dalam hati, membenarkan penilaian Evan tentang Alaya yang pasti akan melakukan banyak cara untuk bisa membatalkan perjodohannya dengan Evan.


Melihat sifat Alaya, meski baru beberapa bulan ini mereka dipertemukan sebagai saudara kandung, Alvero bisa mengerti kalau Alaya adalah gadis yang cukup keras kepala dan tidak mudah menyerah dengan apa yang menurutnya benar dan menjadi keinginannya.


Dan Alvero tidak bisa menyalahkan itu karena kehidupan Alaya di masa lalu juga tidak mudah di luar sana, apalagi ada darah Adalvino yang mengalir dalam tubuhnya, yang membuatnya memiliki sikap keras kepala dan tidak mudah menyerah jika punya keinginan, seperti umumnya keturunan Adalvino yang lain.


"Apa Yang Mulia ragu dengan rencana Yang Mulia menjodohkan saya dengan putri Alaya? Mungkin Yang Mulia menganggap saya bukan kandidat terbaik untuk bisa menjadi suami bagi putri Alaya." Evan akhirnya berkata, setelah dilihatnya cukup lama Alvero termenung dengan wajah seriusnya, mencoba memikirkan dengan bijaksana untuk menjawab permintaan Evan yagn tidak mudah, karena Alaya adalah adik kandung yang harus dilindunginya dengan baik.


Bukan kandidat terbaik? Justru kamu adalah kandidat terbaik itu. Dan kamu sebagai seorang jenderal besar, pasti tahu tentang hal itu.


Alvero bergumam dalam hati dengan hati bimbang.

__ADS_1


"Apa Duke Evan tidak bisa mengganti syarat yang diajukan Duke Evan? Apa ada hal lain yang diinginkan oleh Duke Evan? Mungkin kita bisa mendiskusikannya dengan baik." Akhirnya Alvero mencoba untuk bernegosiasi dengan Evan.


"Tidak Yang Mulia. Keinginan saya hanya itu. Maaf jika saya bersikap lancang, tapi saya tidak ingin hubungan antara saya dan Alaya, berada dalam bayang-bayang sosok besar Anda sebagai Raja Gracetian, sekaligus kakak kandung dari putri Alaya. Biarkan saya dan Alaya menjalankan hubungan kami tanpa adanya campur tangan dari Yang Mulia." Perkataan Evan membuat Alvero merasa sedikit ragu untuk meneruskan rencana perjodohan itu, karena ada pemikiran bagaimana dia takut kalau-kalau ke depannya Alaya akan menjadi orang yang tersakiti, dan Alvero tidak mau itu terjadi.


"Bukan begitu Duke Evan...."


"Saya berjanji tidak akan pernah menyakiti putri Alaya, apalagi melukainya secara fisik. Saya akan memperlakukan putri Alaya sebagaimana seharusnya saya memperlakukan seorang ratu dalam hidup saya, meskipun saya harus jujur, untuk saat ini, belum ada cinta diantara kami. Jika itu yang menjadi kekhawatiran Yang Mulia, saya pastikan, saya akan melindungi putri Alaya dengan baik, dan menjadikannya satu-satunya wanita dalam hidup saya saat sudah ada komitmen ikatan yang jelas diantara kami berdua." Alvero hanya bisa menatap Evan dalam-dalam, begitu mendengar apa yang dikatakan Evan, yang seolah bisa membaca pikirannya yang mengkhawatirkan Alaya.


Seperti kata Evan, Alvero begitu khawatir jika Evan akan menyakiti Alaya di masa depan, tanpa dia bisa ikut campur tangan jika Alvero memenuhi permintaan Evan.


Alvero mulai memikirkan jawaban atas permintaan Evan dalam hati.


"Aku tahu kamu laki-laki yang selalu bisa memegang janjimu dengan baik Duke Evan. Karena itu, kali ini, aku akan mengabulkan persyaratan yang kamu minta. Asal seperti katamu tadi, selama kamu tidak menyakiti Alaya. Jika aku mendengar, apalagi menyaksikan kalau kamu berani menyakiti Alaya, baik secara mental apalagi fisik, saat itu juga perjanjian diantara kita aku nyatakan tidak akan lagi berlaku. Dan tidak perduli apapun, saat itu akan membawa kembali Alaya ke istana." Alvero berkata dengan sikap tegas dan berwibawa, disambut dengan sebuah anggukan kepala oleh Evan.

__ADS_1


"Yang Mulia tahu dengan pasti, saya pria yang selalu memegang janji saya, termasuk sumpah setia keluarga Carsten pada Raja Gracetian yang selalu dipegang teguh oleh keluarga Carsten secara turun temurun." Dengan cepat Evan menanggapi perkataan Alvero, yang akhirnya memutuskan untuk mengabulkan persyaratan yang diminta oleh Evan, meskipun sebenarnya Alvero dengan berat hati menyatakan kesediaannya itu.


Benar-benar... apa ini adalah karma dari apa yang pernah kulakukan pada Deanda waktu itu? Menjebaknya dengan surat perjanjian yang sebenarnya membuat syarat-syarat yang dia ajukan tidak berlaku. Tapi aku berharap, seperti kasusku dan Deanda, hubungan antara Alaya dan duke Evan akan berakhir dengan baik dan bahagia.


Alvero hanya bisa berkata dalam hati tentang bagaimana saat ini, dia merasa syarat dari Evan itu merupakan balasan dari apa yang pernah dia lakukan pada Deanda sebelumnya.


Evan sendiri, begitu Alvero bersedia mengabulkan persyaratan darinya, tampak menyunggingkan sebuah senyuman tipis, karena baginya, saat ini adalah awal untuknya dan Alaya.


Dan dengan Alvero yang menyetujui syarat darinya, Evan berharap, apapun yang akan dilakukan Alaya ke depannya, dia bisa menghadapinya dengan baik, dan menghalangi Alaya yang jelas-jelas ingin menolak rencana perjodohan mereka.


“Terimakasih untuk kepercayaan yang diberikan Yang Mulia untuk saya bisa menjadi pendamping putri Alaya di masa depan.” Evan berkata dengan sikap tulus, membuat Alvero akhirnya membalas senyuman Evan, berharap laki-laki tampan yang sedang duduk di depannya saat ini, memang pilihan terbaik untuk bisa menjadi suami bagi Alaya di masa depan.


“Kalau begitu, kita harus kembali ke ruang makan istana, aku juga tidak ingin membiarkan duchess Danella menunggu kita terlalu lama. Apalagi, dengan bersedianya duke Evan untuk menerima rencana perjodohan ini. Aku harus mengumumkannya di depan para putri dan pangeran yang lain berita gembira ini.” Meskipun Evan cukup kaget dengan rencana Alvero yang tiba-tiba ingin mengumumkan perjodohan antara dirinya dan Alaya, tapi Evan memilih untuk diam, karena untuk hal itu, mutlak adalah hak dari Alvero.

__ADS_1


Ah, putri Alaya pasti akan kaget dengan apa yang akan diumumkan oleh yang mulia Alvero di depan banyak orang malam ini dan tahu bahwa aku menerima rencana perjodohan dari Yang Mulia tanpa menolak, seperti keinginannya. Mengingat bagaimana pemberani dan nekatnya gadis itu, dia pasti akan marah padaku. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya padaku setelah dia mendengar rencana perjodohan ini.


Evan berkata dalam hati, dan mulai membayangkan bagaimana reaksi Alaya saat mendengarkan pengumuman dari Alvero sebentar lagi.


__ADS_2