Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RAHASIA SEBUAH PENA


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dengan pena itu Evan?" Begitu Ornado selesai memerintahkan anak buahnya dan memutus sambungan komunikasi diantara mereka untuk sementara waktu, Ornado langsung bertanya kepada Evan yang tampak terdiam setelah dia melihat pena emas itu.


"Jika benar pena itu seperti yang pernah aku tahu, berarti kejahatan duke Hugo menghilangkan nyawa orang bukan cuma Ramon aja. Sepertinya lebih dari satu orang yang sudah menjadi korban kejahatan duke Hugo sampai mereka harus kehilangan nyawa." Evan berkata dengan mata hijaunya terlihat menerawang jauh.


"Pena milik siapa yang setahumu mirip seperti itu?" Alvero langsung bertanya kepada Evan yang menoleh ke arah Alvero begitu mendengar pertanyaan itu.


"Viscount Edward." Jawaban singkat dari Evan membuat dahi Alavero langsung mengernyit.


Alvero ingat, beberapa tahun lalu saat status Alvero masih merupakan putra mahkota Gracetian, Edward adalah salah seorang Viscount yang dulunya merupakan salah satu calon gubernur wilayah yang sekarang dipimpin oleh Hugo.


Kondisi kesehatan Edward yang saat itu kadang terganggu karena dia memiliki penyakit asma membuat Edward sempat ingin mengundurkan diri dari pencalonan itu, akan tetapi Alvero tetap bersikukuh agar Edward maju dalam pencalonan itu, karena bagi Alvero Edward adalah salah seorang viscount dengan track record yang sangat baik dalam kemampuannya memimpin dan mengelola daerah yang dikuasainya.


Apalagi saat itu Alvero menganggap penyakit asma Edward belum mencapai level yang mengkhawatirkan, karena untuk kondisi kesehatan bagian tubuh yang lain, Edward termasuk orang yang sangat sehat.


(Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak akibat peradangan dan penyempitan pada saluran napas. Asma dapat diderita oleh semua golongan usia, baik muda maupun tua.

__ADS_1


Penderita asma memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif dibandingkan orang normal. Ketika paru-paru terpapar pemicu asma, maka otot-otot di saluran pernapasan akan kaku sehingga membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, produksi dahak juga meningkat. Kombinasi dari kondisi tersebut membuat penderita mengalami gejala asma.


Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, ada beberapa hal yang kerap menjadi pemicu asma, yaitu: asap rokok, debu, bulu hewan, udara dingin, infeksi virus, paparan zat kimia.


Sejumlah pemicu tersebut dapat menimbulkan keluhan pada penderita asma, seperti sulit bernapas, batuk kering, mengi, dan rasa nyeri atau sesak di dada.


Serangan asma merupakan kondisi darurat yang membahayakan jiwa. Pada kondisi tersebut, dokter akan memberikan obat-obatan melalui nebulizer (nebulizer merupakan perangkat yang digunakan untuk terapi inhalasi atau terapi aerosol. Alat medis yang satu ini memiliki fungsi seperti inhaler, yakni untuk mengubah obat cair menjadi uap hirup lansung ke sistem pernapasan. Manfaat yang terkandung pada nebulizer tidak akan menimbulkan kecanduan pada penggunanya) atau infus. Bila diperlukan, dokter juga dapat memberikan terapi oksigen atau alat bantu pernapasan, seperti ventilator atau tabung oksigen).


Selama ini, Edward memang selalu membawa hand nebulizer kemanapun dia pergi, sehingga penyakit asmanya bukanlah hal yang membuatnya terganggu dalam melakukan aktifitas kesehariannya.


Evan maupun Alvero sama-sama ingat bahwa malam itu Edward meninggal karena asma setelah terjadi kebakaran di sebuah pembukaan gedung teater baru milik salah satu bangsawan Gracetian.


Di tengah-tengah acara pertunjukkan dari arah belakang panggung tampak asap mengepul dan memenuhi ruangan yang berada di lantai atas, membuat alarm tanda bahaya terjadinya kebakaran langsung berbunyi dengan nyaring.


Di tengah-tengah keributan, semua orang yang hadir langsung sibuk menyelamatkan dirinya masing-masing tanpa perduli dengan orang lain.

__ADS_1


Apalagi aliran listrik yang langsung padam dan membuat ruangan terlihat gelap gulita, membuat orang semakin panik dan tanpa perduli saling mendorong satu dengan yang lain.


Asap yang mulai masuk ke dalam ruangan di bagian penonton membuat orang tidak menyadari bahwa tubuh Edward sudah melorot ke bawah dengan tangan memegang dadanya yang mulai terasa sesak.


Beberapa waktu kemudian, Edward ditemukan sudah koma dan beberapa hari kemudian dinyatakan meninggal akibat gangguan pernafasan.


Evan yang merupakan sahabat Edward, sampai detik ini selalu berpikir bahwa kematian Edward murni karena kecelakaan, akanm tetapi melihat pena emas milik Edward yang merupakan hadiah ualgn tahun dari Evan, membuat Evan merasa kematian sahabatnya tidaklah sesederhana itu.


Pena itu memiliki logo keluarga viscount Edward di bagian dalam tutup pena, dimana hanya Edward dan Evan yang tahu tentang itu.


Di bagian atas pena itu ada seperti tombol, yang sengaja didesain khusus atas permintaan Evan, dimana tombol itu menghubungkan Edward dengan para pengawalnya sehingga jika dia menekan tombol itu, para pengawalnya akan segera datang karena menandakan Edward sedang membutuhkan bantuan secepatnya.


Andai saja dia ada di sana waktu itu dan bisa menyelamatkan Edward, menjadi suatu pemikiran yang selalu mengganggu Evan selama ini.


Pena yang selalu dibawa Edward kemanapun dia pergi, tiba-tiba saja ada di kantor Hugo, sudah pasti membuat pikiran Evan langsung berusaha untuk menebak-nebak apa yang sudah terjadi.

__ADS_1


Pena itu adalah pena kesayangan Edward, dan juga alat bantunya selama ini, sehingga bagi Evan, tidak mungkin Edward memberikannya kepada orang lain tanpa mengatakan apapun pada Evan.


Apalagi selama ini hubungan Edward dan Hugo tidaklah terlalu baik, karena beberapa kali mereka menjadi menempati posisi sebagai pesaing satu dengan yang lain dalam hal posisi mereka di dunia politik.


__ADS_2