
Sayangnya, tindakan dokter Jordan yang berani-beraninya melakukan hipnoterapi pada Evan, bukan untuk membantunya agar pulih dari amnesianya dan juga meringankan rasa sakitnya, tapi justru membuatnya kehilangan ingatannya, membuat Alaya merasa tidak respek terhadap sosok dokter Jordan meskipun dia belum pernah bertemu dengannya secara langsung.
Sangat disayangkan, orang yang sebenarnya memiliki keahlian hebat seperti dokter Jordan, yang seharusnya bisa digunakan untuk membantu banyak orang, justru dibuatnya untuk mencelakai orang lain, dan mendukung penipu dan orang licik seperti duchess Kattie.
Alaya berkata dalam hati, berharap rencana Evan tentang Kattie melalui dokter Jordan bisa berhasil sukses malam ini.
Bagi Alaya, rasanya dia begitu tidak sabar untuk berhadapan dengan Kattie, dan memberinya pelajaran berharga, agar Kattie tidak bisa melupakan pertemuan mereka malam ini, dan bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji penjara.
Alaya sedikit menoleh begitu mendengar suara mobil yang tadi mengantarnya tiba-tiba pergi menjauh.
"Mereka sengaja menyingkir agar duchess Kattie yang sebentar lagi datang tidak curiga terhadap rencana duke Evan untuk menjebaknya mengakui semua perbuatannya dengan sukarela." Sam langsung memberikan penjelasan kepada Alaya.
"Apa karena itu juga, sebagian lampu di gedung praktek dokter Jordan juga dimatikan?" Alaya bertanya setelah melhat suasana praktek dokter Jordan yang di beberapa sisinya tampak gelap.
__ADS_1
"Benar duchess Alaya, karena sebenarnya ini sudah hampir tengah malam, jadi rasanya akan aneh kalau di saat jam praktek dokter Jordan sudah selesai, gedung ini masih terlihat terang benderang. Selain itu, pasukan kita bisa lebih mudah melakukan kamuflase jika kondisi sedikit gelap seperti sekarang ini." Sam kembali memberikan penjelasan kepada Alaya.
(Kata kamuflase dalam bahasa Indonesia dipinjam dari bahasa Belanda, yang pada gilirannya meminjam dari bahasa Prancis, 'camoufler' yang berarti 'menyamarkan'.
Dalam peperangan pada masa lampau kamuflase tidak banyak digunakan. Pasukan-pasukan pada abad ke-19 cenderung mengenakan warna-warna yang cerah dan berani, serta rancangan-rancangan yang mencolok. Semua ini dimaksudkan untuk membuat lawan kecil hati, meruntuhkan mental dan nyali, menarik rekrut, memperkuat ikatan dalam kesatuan atau mempermudah identifikasi satuan dalam kabut perang.
SSetelah menderita banyak korban, tentara Britania di India pada 1857 mencelup warna celana mereka yang merah menjadi warna-warna netral, mulanya dengan warna lumpur yang disebut khaki (dari bahasa Urdu yang berarti 'berdebu'). Ini hanyalah upaya sementara, dan baru menjadi standar di kalangan dinas militer di India pada tahun 1880-an. Tapi baru setelah Perang Boer Kedua pada 1802, seragam seluruh tentara Britania distandarkan dengan warna ini untuk seragam tempur mereka.
Tentara-tentara lainnya tetap mempertahankan warna-warna yang lebih cerah. Pada permulaan Perang Dunia I Prancis mengalami kekalahan besar karena pasukan-pasukannya mengenakan celana merah (garance) sebagai seragam mereka. Ini diubah pada awal 1915, sebagian karena korban yang jatuh dan sebagian lagi karena warna merah diproduksi di Jerman. Tentara Prancis juga mengadopsi jaket dengan warna baru "biru cakrawala". Tentara Belgia mulai menggunakan seragam khaki pada 1915).
“Apa menurutmu duchess Kattie benar-benar akan datang ke tempat ini dan mengikuti permainan kita?” Alaya yang mulai melangkahkan kakinya memasuki gedung milik dokter Jordan berkata sambil menatap ke sekelilingnya, dimana beberapa sudut ruangan memang tampak gelap, dan membuat orang ingin segera pergi ke tempat yang lebih terang tanpa perduli pada sekelilingnya.
Alaya sendiri yang memang memiliki ekmampuan beladiri cukup baik, beberapa kali bisa melihat adanya sosok orang-orang dengan sikap siaga sedang bersiaga dengan memanfaatkan sudut-sudut ruangan yang gelap, sehingga jika tidak diperhatikan dengan baik, orang yang berjalan di di gedung itu tidak akan melihat keberadaan mereka.
__ADS_1
“Sampai saat ini, pergerakan duchess Kattie yang sudah dalam pantauan tim kita, memang diinfokan sedang menuju ke tempat ini, bersama dengan beberapa orang yang mengawalnya.” Sam berkata sambil menunjukkan jalan kepada Alaya ke tempat ruangan praktek dokter Jordan, dimana lokasi itu tampak memiliki lebih banyak penerangan dibandingkan dengan tempat lain di gedung itu.
“Rasanya aku begitu tidak sabar ingin melihat wajah munafik duchess Kattie yang sudah begitu berani membuat ingatan duke Evan tentang aku menghilang.” Alaya berkata dengan nada suara terdengar begitu serius, menunjukkan bahwa dia begitu kesal dan marah denga napa yang sudah pernah dilakukan Kattie pada Evan.
Apalagi Alaya mengingat bagaimana saat itu tanpa tahu siapa duchess Kattie, Alaya sudah bersikapo begitu ramah dan tanpa ragu menjelaskan statusnya sebagai kekasih Evan saat pertama kalinya Kattie bertemu dengannya di luar negeri tempat tinggal Alaya untuk mengorek keterangan tentang hubungan Evan dan Alaya waktu itu.
Dasar rubah betina bermuka dua yang begitu licik dan tidak tahu diri. Hari ini aku harap adalah hari dimana kamu berhenti untuk menginginkan laki-laki milikku! Hari terakhir kamu bisa memikirkan berbagai cara licik untuk merebut Evan dariku!
Alaya berkata dalam hati sebelum akhirnya masuk ke senuah ruangan yang pintunya dibukakan oleh Sam.
Ruangan itu bukanlah ruangan tempat praktek dokter Jordan, tapi ruangan itu tepat berada di samping ruangan tempat dokter Jordan menjalankan prakteknya, dan ada pintu penghubung antara ruangan itu dengan ruang praktek dokter Jordan.
Ruangan itu sengaja digunakan Evan untuk menunggu kedatangan Alaya, untuk kemudian bersama-sama dengannya menunggu kedatangan Kattie, dan melihat drama seru yang menjadikan Kattie sebagai tokoh utamanya.
__ADS_1