Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA KEDATANGAN PUTRA MAHKOTA CHRISTOPHER KE GRACETIAN


__ADS_3

Kenapa kak Alvero harus mengirim seorang pelayan untuk mengajakku bertemu? Kenapa tidak menghubungiku sendiri?


Alaya bertanya-tanya dalam hati sampai dia sadar bahwa sebelumnya memang dia memasang mode silent pada handphonenya, sehingga kemungkinan besar Alvero sudah menghubunginya tapi tidak ada tanggapan darinya.


Seharian ini Alaya memang sengaja mengambil cutinya, setelah dia kehilangan mood untuk bekerja gara-gara rencana pertunangannya dengan Evan yang membuatnya kesal sekaligus galau.


Karena itu juga ketika sedang bersantai di kamarnya tadi, Alaya sempat tertidur dan bermimpi buruk, tentang peristiwa yang pernah dia alami ketika masih kecil, saat tubuh dan mentalnya belumlah sekuat sekarang ini.


Jika melihat Alaya yang sekarang, dengan kecantikan dan tubuhnya yang pada berisi, juga kemampuan beladirinya, orang akan sulit percaya bahwa dulunya di masa kecilnya, gadis cantik itu kondisinya sangat menyedihkan.


Mengingat bahwa dia sendiri yang sudah membuat handphonenya dalam mode silent, akhirnya Alaya langsung menghela nafasnya.


“Sampaikan pada yang mulia Alvero, aku akan mandi terlebih dahulu sebelum menemuinya.” Alaya berkata sambil tersenyum ke arah pelayan itu.


“Baik Tuan Putri, saya akan sampaikan pesan Tuan Putri pada yang mulia Alvero. Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu.” Alaya langsung menganggukkan kepalanya begitu mendengar perkataan pelayan itu.


“Ah ya Putri Alaya, apakah perlu saya panggilkan pelayan untuk membantu Tuan Putri mandi sore ini?” Alaya langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Setelah statusnya seabgai putri Gracetian kembali padanya, setiap pagi dia harus menjalani ritual pagi seorang putri, dengan dilayani sepenuhnya pada saat mandi di pagi hari.

__ADS_1


Meskipun Alaya merasa rishi dan tidak nyaman, tapi dia berusaha untuk mengikuti aturan baku yang ada di istana agar tidak menimbulkan masalah.


Tapi jika sore haripun dia harus menjalani hal semacam itu, rasanya Alaya tidak akan tahan dengan itu.


“Tidak terimakasih. Aku mau mandi sendiri sore ini. Dan infokan kepada pelayan untuk tidak perlu menanyakan hal seperti itu lagi padaku. Aku hanya akan mengikuti ritual mandi sebagai putri di pagi hari.” Perkataan Alaya membuat pelayan itu tersenyum sambil menganggukkan kepala tanda mengerti.


Wah… ternyata merepotkan sekali semua aturan istana. Aku benar-benar salut bagaimana bisa kak Deanda yang merupakan gadis dari aklangan rakyat biasa menghadapi kehidupan di istana. Kak Deanda pasti sangat mencintai kak Alvero. Kalau tidak, mana rela dia menjalani semua hal sulit ini setiap hari.


Alaya berkata dalam hati sambil melirik ke arah tumpukan buku tentang silsilah keluarga kerajaan yang harus dia pelajari, sama seperti ketika Deanda mulai memasuki gerbang istana kala itu.


Harusnya di jaman semodern ini, beberapa aturan baku dan tata cara kehidupan keluarga kerajaan di istana harus dikaji ulang dan diubah menjadi aturan yang lebih toleransi dan modern. Dan itu harusnya termasuk masalah perjodohan. Hah… kenapa aku jadi ingat lagi masalah perjodohan yang menyebalkan itu? Sungguh membuat orang stress.


“Lebih baik aku segera mandi dan menemui kak Alvero. Lagipula saat ini sepertinya aku juga sedang membutuhkan guyuran air dingin di kepalaku agar otakku bisa lebih rileks meskipun sejenak, supaya nanti malam aku bisa mendapatkan ide cemerlang untuk menghadapi duke Evan ke depannya.” Alaya berkata pelan sambil melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarnya, yang sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore, yang artinya, dia sudah melewatkan acara afternoon tea sore ini di istana.


“Kak Alvero pasti sengaja membiarkan aku melewatkan acara afternoon tea karena aku sedang ingin bersantai menikmati cutiku hari ini. Kecuali masalah perjodohanku dengan duke Evan, kak Alvero memang yang terbaik.” Alaya kembali berkata pelan sambil meraih pakaiannya di walk in closet yang ada di kamarnya.


# # # # # # #


Alvero dan Deanda sedang duduk bersantai di dekat kolam istana yang memang seringkali digunakan oleh Alvero dan Deanda untuk mengobrol santai, di sela-sela waktu afternoon tea yang sudah selesai dan mereka sedang menunggu waktu makan malam di ruang makan istana, sambil menunggu kedatangan Alaya.

__ADS_1


Tidak lama setelah mereka berdua berada di sana, tampak kedatangan sosok Alaya yang sudah terlihat lebih segar wajahnya setelah mandi dengan air dingin barusan.


“Kenapa lama sekali baru muncul? Apa kamu tahu kalau puluhan kali aku berusaha menghubungimu, tapi tidak ada respon sama sekali?” Begitu melihat sosok Alaya, Alvero langsung menyemprotnya, karena dia cukup kesal juga setelah tadi berkali-kali mencoba menghubungi Alaya, tapi tidak ada respon sama sekalia.


Hal itu juga yang menyebabkan Alvero segera meminta salah satu pelayan melalui nyonya Rose untuk segera mengirimkan pesan pada.


Karena sebenarnya bukan hanya sekedar afternoon tea atau acara makan malam di istana yang membuat Alvero ingin segera bertemu dengan Alaya, tapi karena ada sebuah kejadian penting yang sudah terjadi tadi siang di kantor Adalvino.


Dan peristiwa penting yang terjadi itu, berhubungan erat dengan Alaya, sehingga Alvero menganggap kalau Alaya harus segera mengetahui tentang berita itu.


“Maaf Kak, karena hari ini aku mengambil cuti, aku berpikir untuk sepanjang hari ini bermalas-malasan, bersantai dan menikmati hidupku dan mematikan bunyi notifikasi dari handphoneku.” Alaya langsung menjawab pertanyaan Alvero dengan cepat, sambil berjalan ke arah Alvero, berusaha untuk meredam kembali amarah Alvero yang terlihat begitu jelas dari wajah dan tatapan hazelnya yang tampak indah jika dia tidak sedang marah seperti sore ini.


“Kamu ini.... Aku sudah berusaha keras untuk menahan berita ini sejak tadi siang karena aku tahu, kamu sedang membutuhkan waktu untuk sendiri. Tapi sayangnya, aku tidak bisa menunda hal sepeting ini untuk waktu yang lama.” Perkataan Alevero membuat Alaya langsung mengeryitkan dahinya dengan wajah terlihat penasaran.


“Apa maksud kakak? Memang ada kejadian apa Kak? Perkatan Kakak sampai membuat bulu kudukku berdiri nih.” Alaya berkata sambil mendekat ke arah Alvero, yang terlihat sedang menghela nafasnya.


“Tadi siang pihak kerajaan Rodfeel mengirimkan email resmi berupa pemberitahuan kepadaku, yang mengatakan bahwa putra mahkota Chrisptoher berencana untuk berkunjung ke negara Gracetian.” Kali ini mata Alaya langsung membulat sempurna begitu mendengar perkatan Alvero tentang Christopher.


"Apa itu ada kaitannya dengan lamaran dia Kak? Mau apa putra mahkota Christopher datang mengunjungi Gracetian? Benar-benar tamu tidak diundang yang tidak diinginkan kehadirannya." Alaya langsung bertanya tanpa bisa menyembunyikan wajah tidak senangnya.

__ADS_1


“Aku tidak tahu pasti tentang itu. Menurut email resmi itu, hanya menyatakan kalau putra mahkota Christopher ingin mengunjungi negara Gracetian sebagai rencana kunjungan kerja antar dua negara yang bertetangga. Tidak ada penjelasan selain masalah itu." Alvero segera memberikan penjelasan pada Alaya.


__ADS_2