
“Wah, selalu saja terlihat keren. Mmmmm….” Alaya berkata sambil merentangkan kedua tangannya dan menarik nafas dalam-dalam, menikmati udara segar di pinggiran sungai Goldie Tavisha.
Alea yang melihat bagaimana senang dan cerianya Alaya setelah sampai di sungai Goldie Tavisha, hanya bsia tersenyum.
“Hati-hati Putri… banyak batu-batu licin di pinggiran sungai.” Alea berkata sambil mendekat ke arah Alaya yang semaikin mendekat ke arah sungai, berencana untuk membasahi kakinya di sungai yang airnya terlihat sangat jernih itu.
Meskipun Goldie Tavisha merupakan perbukitan yang banyak dijadikan destinasi wisata bagi para pelancong dalam negeri, akan tetapi, untuk sungai Goldie Tavisha yang ada di salah satu sisi hutan yang ada di Goldie Tavisha itu, tidak dibuka untuk umum.
Sungai Goldie Tavisha, memang terlihat cantik, asri dan teduh, meskipun sungai itu tidak terlalu lebar dan dalam, tapi kondisinya yang dijaga dengan baik oleh penduduk setempat, menjadi tempat yang terlihat mengagumkan sekaligus nyaman untuk dinikmati.
Dan yang pasti keindahan alam di sekitarnya membuat suasana yang bisa menenangkan jiwa bagi Alaya.
Apalagi dengan berbagai suara yang ada di sekitar tempat itu, membuat hati Alaya semakin bahagia.
Suara gemericik aliran air sungai, suara berbagai amcam binatang seperti kicauan burung, hewan-hewan melata yang bergerak diantara dedaunan, dan juga tonggeret yang bersahut-sahutan dan menambah suasana alam terasa semakin kental.
(Tonggeret, garengpung atau kinjeng tangis ditemukan masuk ke dalam ordo Hemiptera, family Cicadidae dan masuk ke dalam spesies Huechys sanguinea. Ada sekitar 3.500 spesies tonggeret yang sudah diketahui dan mereka semua termasuk dalam family Cicadidae. Tonggeret ini rupanya bisa dijumpai diseluruh benua, kecuali Benua Antartika yang notabene bersuhu sangat dingin.
Tonggeret ini adalah pemakan tumbuhan. Ketika makan perilakunya seperti belalang yang makan dengan cara mengunyah.
__ADS_1
Kebiasaan mengeluarkan suara merupakan ciri khas tonggeret jantan. Karena hanya jantan yang dapat mengeluarkan suara dengan menggetarkan organ yang bernama “tymbal”. Organ tersebut terletak di pangkal sayapnya. Alasan jantan mengeluarkan suara adalah untuk memikat tonggeret betina.
Serangga ini mempunyai sepasang mata faset yang letaknya terpisah jauh di kepalanya dan biasanya juga memiliki sayap yang tembus pandang. Bentuknya kadang-kadang seperti lalat yang besar, meskipun ada tonggeret yang berukuran kecil.
Banyak tonggeret memiliki daur hidup yang dipengaruhi musim. Di Indonesia, suara tonggeret garengpung yang nyaring akan muncul di akhir musim penghujan, saat serangga ini mencapai tahap dewasa, keluar dari bawah permukaan tanah untuk melakukan ritual musim kawin. Uir-uir dewasa baru keluar dari tanah di awal musim penghujan. Seusai kawin, betina meletakkan telur di tanah dan serangga ini mati. Tonggeret kadang-kadang dikira belalang atau lalat besar, meskipun mereka tidak mempunyai pertalian keluarga yang dekat. Tonggeret lebih mempunyai hubungan dekat secara taksonomi dengan wereng dan kutu loncat.
Beberapa jenis Tonggeret memiliki fase metamorfosa yang menakjubkan (biasanya yg berwarna hijau metalik terang dan yang berwarna merah), karena selama 17 tahun ia hidup dalam fase larva, sebelum akhirnya dalam 3 sampai 7 hari menjadi serangga dewasa dan segera memasuki fase repoduksi. Beberapa minggu setelah perkawinan Tonggeret akan mati).
Untuk melindungi keaslian dan keindahan sungai Goldie Tavisha, yang diijinkan untuk mengunjungi sungai itu hanya penduduk setempat, atau tamu-tamu khusus, yang pastinya Alaya sebagai putri Gracetian, dan juga dekat dengan Red maupun Alexis, selalu diijinkan untuk berkunjung ke tempat yang masih begitu alami itu.
"Tenang saja Alea. Aku akan berhati-hati." Dengan santainya Alaya justru berkata sambil melompat-lompat di atas bebatuan yang ada di antara sungai itu.
Alea yang awalnya merasa khawatir, akhirnya menarik nafas lega melihat bagaimana lincahnya Alaya bergerak.
"Ayo Alea! Kemarilah!" Alaya yang bahkan akhirnya turun ke sungai yang dalamnya setinggi pahanya itu berteriak kepada Alea yang langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Malas Putri, cuaca sedang dingin, airnya juga dingin. Aku kan sudah mandi tadi!" Alea membalas teriakan Alaya dengan posisi tetap diam di tempatnya, benar-benar malas untuk bergerak menyusul Alaya yang sudah menarik celana jeans yang dikenakannya sampai sebatas lututnya.
"Ih! Dasar pemalas, seperti kucing saja takut dengan air!" Alaya berkata sambil bergerak mendekat ke arah Alea yang perasaannya jadi tidak enak, karena dari gelagatnya, Alaya sudah terlihat pasti akan memaksanya ikut terjun ke sungai.
__ADS_1
Dan benar saja, begitu Alaya melihat Alea yang berniat menjauh dari tepi sungai, Alaya langsung bergerak cepat, dengan sedikit berlari mendekat ke arah Alea.
Dengan gerakan yang sebenarnya sudah bisa diduga oleh Alea, Alaya segera mengambil air sungai dengan kedua tangannya dan melemparkannya ke arah wajah Alea yang berusaha mengalihkan wajahnya dengan menoleh ke samping.
Tapi sayangnya tetap saja sebagian wajah Alea tetap terkena air, dan membuat Alaya justru tertawa senang melihat Alea yang langsung sibuk membersihkan wajahnya yang terkena air sungai yang dingin.
"Byur!" Tiba-tiba saja terdengar suara benda terjatuh di air, karena saat Alea masih sibuk membersihkan wajahnya, dengan tiba-tiba tubuhnya tertarik ke arah air, karena Alaya yang dengan isengnya menarik pergelangan tangan Alea hingga Alea tercebur ke air sungai seperti Alaya sendiri.
"Putri....!" Dengan nada protesnya Alea berteriak kepada Alaya yang langsung tertawa dan justru kembali mengambil air dengan kdua telapak tangannya kembali dan langsung melemparnya ke tubuh Alea.
Melihat tindakan dari Alaya, Alea tidak tinggal diam dan langsung membalas perbuatan Alaya, sehingga akhirnya mereka justru asyik bermain air berdua sambil tertawa-tawa, sampai mereka berdua basah kuyub.
Begitu asyiknya mereka berdua bermain air di sungai yang memang airnya terasa menyegarkan itu, sampai mereka tidak menyadari kehadiran Evan dan Rock yang hampir sampai di tepi sungai Goldie Tavisha itu.
Suara langkah kaki yang menginjak ranting, atau daun-daun kering yang menyebabkan suara gemerisik, membuat Alaya dan Alea yang terbiasa awas dengan sekelilingnya, langsung menghentikan gerakan mereka saling melempar air satu dengan yang lain.
Dan secara bersamaan baik Alea maupun Alaya langsung menoleh ke arah asal suara, dimana Rock dan Evan sedang berjalan mendekat ke arah mereka berdua yang sudah basah kuyub, dari atas kepala sampai ujung kaki mereka berdua.
Eh? Siapa itu? Apa aku tidak salah lihat?
__ADS_1
Alaya yang sedang menyipitkan matanya dan melihat ke arah Evan, yang posisinya masih cukup jauh dari posisinya berdiri terlihat mulai menebak-nebak siapa yang datang dari bentuk tubuh kedua orang itu.
Semakin Rock dan Evan mendekat, tentu saja Alaya bisa melihat dengan semakin jelas siapa yang datang, yang langsung membuat matanya melotot dengan wajah kaget dan tidak percayanya, seperti saat dia melihat film horor.