
Tidak.
Sebuah pesan balasan yang sangat singkat, hanya satu kata saja sari Evan, membuat Sam mengernyitkan dahinya dengan wajah bingung, karena biasanya Evan tidak akan membalas pesannya dengan begitu singkat, tanpa penjelasan apapun.
Setelah ini, aku akan pergi ke istana mengantar putri Alaya, dan aku akan menyetir sendiri mobilku. Kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu.
Wajah Sam terlihat semakin bingung begitu membaca apa yang dtuliskan oleh Evan berikutnya karena selama ini Sam bisa melihat dari gerakan tubuh dan tindakannya putri Alaya selalu menghindari Evan, dan tidak mungkin mau berdekatan dengan Evan.
Akan tetapi sedetik kemudian sebuah senyum yang sangat tipis terlihat dari bibir Sam, begitu dia menyadari sesuatu hal baik yang mungkin saja sudah terjadi, setelah ingatan Evan kembali sepenuhnya padanya.
“Sepertinya, duke Evan sudah berhasil meluluhkan hati putri Alaya. Semoga bahagia selalu bersama putri Alaya, duke Evan….” Sam langsung bergumam pelan sambil menginjak gas mobil yang dikendararinya, menuju markas besar militer, melanjutkan tugas dari duke Evan untuk mengumpulkan lebih banyak bukti tentnag keterlibatan Hugo terhadap kecelakaan itu, dan juga memancing Kattie untuk keluar dari tempat persembunyiannya, dengan memanfaatkan dokter Jordan, dan menangkapnya secepat mungkin sebelum gadis itu membuat ulah lagi.
Sam sungguh menawarkan diri di saat yang tidak tepat sama sekali. Mana rela aku meninggalkan istriku sendirian di kamar ini. Apalagi dia sudah berjanji untuk memberiku kesempatan untuk bercinta lagi setelah dia beristirahat. Mulai detik ini, aku tidak akan pernah lagi membiarkan my princess sendiri dan jauh dariku. Aku akan selalu menjadi orang yang selalu mendukung dan melindunginya dengan baik.
Evan berkata dalam hati dengan mata hijaunya yang indah, menatap ke arah Alaya dengan senyum bahagianya.
Setelah beberapa waktu sebelumnya Evan selalu mendapatkan penolakan dari Alaya yang membuatnya merasa begitu penasaran kenapa sikap Alaya begitu antipati padanya, akhirnya, setelah semuanya terungkap, Evan bukan saja bisa bernafas lega, tapi dia begitu bahagia sekarang, seolah kebahagiaan yang dia dapatkan saat ini sungguh sempurna.
__ADS_1
# # # # # # #
“Aduh…. Bagaimana ini?” Alea terlihat berjalan mondar mandir di lokasi lobi hotel tempatnya menunggu Alaya, dan itu sudah memakan waktu yang cukup lama, lebih dari satu jam sejak dia datang, dan menerima pesan dari Alaya agar Alea tidak perlu menyusulnya ke kamar, tapi Alaya sendiri yang akan turun menemuinya di lobi, tapi sampai sekarnag, sosok Alaya belum terlihat sama sekali, dan tidak adalagi pesan susulan untuk Alea dari Alaya.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada putri Alaya? Apa semuanya masih baik-baik saja di sana?” Alea berkata lirih sambil melirik ke arah jam yang ada di pergelangan tangannya.
“Wah, acara afternoon tea sekarang pasti sedang berlangsung, dan putri Alaya tadi menyatakan bahwa dia ingin segera pulang ke istana karena ingin mengikuti acara afternoon tea bersama yang lain. Dia juga bilang dia sudah rindu dengan nyonya Rose dan yang lain.” Alea berkata pelan seolah pada dirinya sendiri sambil terus berjalan mondar mandir kesana kemari dengan sikap tidak tenang.
“Apa lebih baik aku langsung ke kamar putri Alaya ya?” Alea kembali bergumam pelan.
Tapi jelas-jelas tadi bagian front office hotel mengatakan kalau duke Evan sedang menemui putri Alaya tadi. Rasanya tidak sopan sekali jika aku menemui langsung putri Alaya, sedangkan ada duke Evan yang sedang bersamanya.
Kalau aku terus berdiam diri seperti ini, bagaimana kalau ternyata sudah terjadi pertengkaran hebat diantara mereka berdua? Putri Alaya, meskipun dia seorang gadis, tapi dia tidak akan mau menyerah saat menghadapi duke Evan yang entah kenapa begitu tidak disukainya itu.
Alaya kembali berkata dalam hati, membuat dirinya tiba-tiba bangkit dari duduknya, dan kembali mendekat ke arah bagian front office, untuk menemui petugas yang ada di sana.
“Nona, bisakah Anda sedikit membantuku?” Alea langsung bertanya kepada petugas front office hotel.
__ADS_1
“Baik Nona Alea, kira-kira apa yang bisa saya bantu untuk Anda?” Dengan sikap ramah, pegawai hotel itu menjawab pertanyaan Alea.
“Begini, seperti yang Nona tahu, sore ini putri Alaya berencana pergi dari hotel ini dan kembali ke istana. Putri Alaya pasti sudah mengkonfirmasikan hal itu kepada pihak hotel kalau putri berniat melakukan check out hotel sore ini juga.”
(Dikutip dari pusba.uma.ac.id, check out adalah bentuk ungkapan dalam bahasa Inggris yang berarti keluar, merupakan bentuk antonim dari kata check-in . Berdasarkan penjelasan di atas check out hotel merupakan kegiatan seseorang saat meninggalkan atau keluar dari hotel yang dia tempati. Meninggalkan di sini berarti sudah tidak menginap lagi.
Waktu check out umumnya sama di setiap hotel, yaitu pada pukul 12.00. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.
Waktu check out bisa mengalami perubahan pada waktu-waktu tertentu, misalnya periode high season. High season ini seperti libur Lebaran, libur sekolah, serta libur Natal dan Tahun Baru.
Late check-out bisa dilakukan maksimal hingga pukul enam sore. Jika masuk pukul setengah tujuh malam, tamu sudah dikenakan biaya biaya tambahan satu malam. Tamu akan diingatkan untuk segera meninggalkan kamar sebelum pukul enam sore.
Sebenarnya tidak ada masalah jika seseorang jika check out lebih cepat, sedangkan jika terlambat malah yang menjadi masalah. Sebab jika seseorang terlambat check out, dias akan dikenakan biaya tambahan).
“Benar Nona, tadi memang putri Alaya sempat mengkonfirmasi tentang late check outnya yang seharusnya tadi siang pukul 12. Akan tetapi, kalau sampai saat ini putri Alaya belum keluar dari kamarnya, berarti pihak hotel mengasumsikan kalau putri Alaya memperpanjang waktunya untuk menginap di hotel ini.” Jawaban dari petugas hotel itu membuat Alea mau tidak mau tidak bisa menyampaikan protesnya.
“Lagipula Nona, bukankah hotel ini adalah milik keluarga Adalvivo? Sebenarnya, mau berapa lamapun putri Alaya berada di tempat ini, pasti tidak akan menjadi masalah. Apalagi ada yang mulia Alvero sebagai kakak kandung putri Alaya dan duke Evan sebagai suami putri Alaya, di balik sosok kuat putri Alaya. Dengan itu, apapun yang dilakukan oleh putri Alaya di hotel ini, pasti tidak akan ada yang berani untuk menegur atau menghalanginya.” Petugas hotel itu kembali melanjutkan bicaranya dengan senyum ramah terus tersungging di wajahnya, suatu keharusan dan hal yang wajib dilakukan oleh petugas front office.
__ADS_1
“Kalau begitu, tolong bantu aku sedikit. Tolong hubungi nomer kamar dimana putri Alaya menginap, dan tanyakan apakah aku masih perlu menunggunya, atau sebenarnya beliau memerlukan bantuanku, aku khawatir ada hal buruk yang sudah terjadi padanya, sehingga dia tidak bisa melakukan check out tepat waktu.” Perkataan Alea membuat petugas hotel itu mengernyitkan dahinya, merasa heran.