Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
IJIN YANG BERSYARAT?


__ADS_3

Tidak banyak tempat yang pernah dikunjungi oleh Cladia, membuat setiap tempat baru merupakan tempat yang menarik baginya, apalagi istana Gracetian memang dinobatkan sebagai bangunan istana paling indah dan megah di dunia, sehingga daya tariknya sungguh membuat Cladia tidak bisa berhenti untuk mengaguminya, dan ingin tahu lebih banyak tentang istana itu.


“Boleh kan Al? Cuma kali ini saja kesempatannya.” Pertanyaan Cladia membuat Ornado yang tadi sedikit melamun karena memikirkan apa yang sudah terjadi pada Cladia selama ini langsung memandang ke arahnya.


“Mmmm… asal jangan terlalu lama, karena aku khawatir fisikmu tidak akan kuat. Kalau sudah merasa lelah lebih baik kamu segera beritahukan kepada Deanda kamu ingin berhenti lebih dahulu. Kamu butuh istirahat yang cukup dan….”


“Terimakasih Al!” Tanpa perduli dengan kata-kata Ornado selanjutnya Cladia langsung berkata dengan nada ceria sambil mencium bibir Ornado yagn secara otomatis langsung terdiam seketika itu juga, karena tindakan Cladia sudah seperti senggaja membungkam bibirnya agar tidak lagi bicara.


Tanpa diberi aba-aba tindakan Cladia padanya membuat Ornado langsung menggerakkan tangannya yang satu untuk memeluk tubuh Cladia, menariknya mendekat ke arahnya, sedang tangannya yang lain bergerak cepat kea rah tengkuk Cladia agar bisa menahan kepala Cladia sehingga dia bisa memperdalam ciuman yang sudah terlanjur dimulai oleh Cladia.


Sayangnya, sebuah ketukan di pintu membuat dengan gerakan cepat Cladia menjauhkan diri dari Ornado yang hanya bisa menahan nafasnya, sekaligus menenangkan hatinya agar juniornya ikut kembali tenang.


“Itu pasti Deanda dan yang lain. Maaf Al… aku harus pergi sekarang.” Dengan wajah penuh senyum dan sikap bersemangat, Cladia berkata kepada Ornado yang hanya bisa membalas perkataan Cladia dengan senyum sedikit dipaksakan, karena sedang sibuk membuat libido dalam tubuhnya kembali menurun.


“Al….” Menyadari Ornado tidak sepenuhnya menanggapi perkataannya, Cladia segera memanggil nama Ornado kembali, sehingga pria itu langsung memandang ke arah Cladia.

__ADS_1


“Mmmm?” Ornado bergumam pelan dengan nada tanya sambil menaikkan salah satu alisnya yang melengkung sempurna di atas mata birunya yang selalu menatap Cladia dengan penuh cinta itu.


Melihat sikap ogah-ogahan dari Ornado, tiba-tiba saja Cladia kembali mendekat ke arahnya, dan langsung melingkarkan kedua lengannya ke leher Ornado.


“Setelah semua acara hari ini selesai, nanti malam kita akan lanjutkan lagi yang barusan.” Kata-kata Cladia spontan membuat Ornado menatap ke arah Cladia dengan tatapan tidak percaya sekaligus bersemangat.


Sebentar kemudian Ornado mendekatkan wajahnya ke wajah Cladia, berusaha untuk mencium bibir mungilnya, akan tetapi dengan cepat Cladia menjauhkan wajahnya, bahkan menjauhkan dirinya dari Ornado.


“Nanti Al, tidak sekarang.” Cladia berkata sambil terkikik geli, membuat Ornado hanya bisa menghela nafas panjang melihat bagaimana cara Cladia menggodanya.


Dan mengingat bagaimana sulitnya dulu untuk dia bisa sekedar memegang tangan Cladia, dan sekarang Cladia bahkan berani memulai untuk menyentuhnya, membuat Ornado langsung tersenyum menatap ke arah Cladia dengan penuh cinta.


“Oke, aku pergil dulu. Kalau kamu mau, kamu bisa mencari Dave atau Alvero untuk mengobrol dengan mereka, atau silahkan kalau mau berlatih beladiri seperti biasanya.” Cladia berkata sambil berjalan ke arah pintu keluar kamar tamu yang ditempatinya bersama Ornado.


“Rugi sekali aku jauh-jauh datang kemari hanya untuk berlatih beladiri, lebih baik aku menyimpan tenagaku untuk nanti malam.” Ornado berkata sambil menyusul Cladia untuk keluar dari kamarnya, karena perkataan Cladia memberinya ide baru untuk menemui Alvero karena beberapa waktu lalu Alvero mengatakan kalau dia ingin memamerkan anak kuda keturunan dari black thunder, kuda kesayangan Alvero yang sempat membuat Ornado terkesima dan ingin memiliki kuda seperti itu.

__ADS_1


“Kamu mau ikut berkeliling istana?” Cladia yang melihat Ornado tiba-tiba sudah berdiri di dekatnya dan tangannya terulur untuk membuka pintu kamar langsung bertanya kepada Ornado.


“Seperti katamu, lebih baik aku menemui Alvero, karena ada urusan yang harus aku selesaikan dengan Alvero berkaitan dengan black thunder.” Mata Cladia sedikit membulat mendengar apa yang dikatakan oleh Ornado.


Sejak beberapa waktu lalu, Cladia memang sudah mengetahui kalau suaminya itu begitu tertarik dengan sosok black thunder yang merupakan kuda pribadi Alvero, yang seringkali membuat orang terkesima dengan tubuh gagahnya dan kemampuannya untuk berlari secepat kilat, yang ketangguhannya bisa disandingkan dengan kuda pacu terkenal bernama Citation.


(Citation adalah salah satu kuda pacu yang terkenal. Karis Citation berakhir lebih dari 70 tahun yang lalu, namun prestasinya begitu melegenda sehingga namanya tetap hidup sampai saat ini.


Selama karirnya, Citation berhasil memenangkan 16 balapan beruntun dari balapan taruhan utama. Dia memenangkan Triple Crown Amerika Utara pada tahun 1948, dan selama 25 tahun berikutnya, tidak ada kuda laun yang berhasil melakukannya.


Citatoon telah mengatasi rintangan besar awal tahun itu ketika joki lamanya meninggal. Ia mengungguli kompetisi dengan margin besar.


Pada tahub 1949 karir Citation sempat terhenti ketika arthritis memaksanya untuk mengambi cuti satu tahun dari balap kompetitif. Dia kembali pada tahun 1950 untuk mengklaim kemenangan ke-16 berturut-turut yang merupakan rekor tak terpecahkan selama hampir 50 tahun.


Setelah kekalahan sempat mematahkan kemenangan beruntunnya, Citation berhasil memenangkan Piala Emas Hollywood, menjadikannya kuda pertama yang menghasilkan satu juta dollar dalam kemenangan).

__ADS_1


Beberapa waktu lalu Alvero memang sempat mengatakan kepada Ornado kalau ada seekor kuda betina yang sedang hamil keturunan dari black thunder, dan itu membuat Ornado merasa penasaran apakah anak dari black thunder akan sehebat ayahnya, karena Alvero menjanjikan kepada Ornado untuk boleh memiliki anak dari black thunder.


“Semoga anak black thunder akan sehebat ayahnya.” Ornado berkata sambil membuka pintu kamar, dimana seperti kata Cladia, sudah ada Deanda, Evelyn dan Laurel berdiri di depan pintu menantinya.


__ADS_2