Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA MALAM INI


__ADS_3

"Percayalah itu bukan hal yang sulit untuk Ornado." Alvero langsung berkata sambil menepuk-nepuk bahu Enzo yang masih menatap ke arah Ornado dengan wajah bertanya-tanya, terlihat begitu penasaran.


"Kalau Evan setuju dengan penawaranku, sepertinya kita berdua harus lembur malam ini Elenora." Ornado berkata sambil menatap ke arah Elenora yang langsung menganggukkan kepalanya dengan wajah terlihat antusias mendengar kata-kata Ornado barusan.


Hal-hal yang berhubungan dengan peretasan data, selalu saja membuat Elenora tertarik dan bersemangat.


Melihat wajah Elenora yang jelas-jelas tidak akan menolak permintaan Ornado padanya, James langsung berjalan mendekat ke arah Ornado.


"Ad... apa harus malam ini? Bagaimana kalau besok pagi saja?" James berbisik pelan ke telinga Ornado yang langsung mengernyitkan dahinya mendengar permintaan dari James.


"Kenapa harus ditunda sampai besok pagi?" Ornado langsung bertanya kepada James dengan suara berbisik juga.


"Apa kamu tidak ingin bersama Cladia malam ini? Menikmati indahnya malam di kota Tavisha dari atap gedung ini?" James kembali berbisik kepada Ornado yang langsung menoleh ke arah James dengan tatapan mata tajamnya.


"Apa maksudmu? Cladia baru saja melakukan perjalanan udara dan sepanjang siang ini sibuk mengelilingi istana Gracetian, aku akan memintanya istirahat lebih awal malam ini agar kesehatannya tidak terganggu. Atau... jangan-jangan kamu sudah ada rencana tersendiri dengan Elenora malam ini?" kata-kata terakhir dari Ornado membuat James langsung memegang tengkuknya sendiri dengan sikap sedikit kikuk, karena tidak menyangka kalau Ornado secara tiba-tiba bertanya seolah dia bisa membaca pikiran James.


"Mmm... anu... sebenarnya...." James bergumam dengan sikap salah tingkah, sebelum akhirnya semakin mendekatkan wajahnya ke telinga Ornado.

__ADS_1


"Hari ini Elenora sudah bersih setelah kedatangan tamu bulanannya sejak minggu lalu." Mendengar jawaban James, Ornado hampir saja tersedak dengan air ludahnya sendiri dan hampir saja terbawa terbahak-bahak di depan yang lain.


Untung saja Ornado masih bisa menahan dirinya setelah melihat wajah polos dan berharap dari James yang memang baru saja menikmati pernikahannya yang terhitung masih baru juga bersama Elenora, membuat Ornado mengerti bagaimana perasaan James yang menunggunya waktu kapan berakhirnya tamu yang pasti mengganggu kegiatan ranjang mereka.


Meskipun dalam urusan percintaan Ornado tidak seintens dan seganas pasangan lainnya karena kondisi Cladia, akan tetapi Ornado tahu pasti bagaimana kegiatan itu adalah salah satu hal penting yang dinantikan oleh pasangan yang saling kasmaran dan menjadi salah satu hal yang membuat hubungan pernikahan semakin dekat dan bahagia.


Apalagi meskipun sebenarnya pernikahan Ornado sudah berjalan berbulan-bulan, tapi pada kenyataannya, Cladia baru benar-benar bisa menerima beberapa waktu yang lalu setelah banyak hal yang mereka lewati dan membuat Cladia harus mengakui bahwa Ornado adalah laki-laki yang terbaik untuknya, yang begitu mencintai dan melindunginya.


“Semua tergantung Evan. Belum tentu dia menerima penawaranku.” Ornado akhirnya berbisik pelan untuk menenangkan James.


“Tapi Ad….” James berbisik dengan suara memohon dan tedengar memelas.


“Bagaimana Evan, apa kamu akan bergerak sendiri atau menerima penawaran Ornado?” Alvero langsung bertanya kepada Evan yang dilihatnya masih terdiam tidak menjawab penawaran Ornado tadi.


“Terima saja. Aku juga ingin secepatnya membuat perhitungan dengan duchess Kattie.” Alaya berbisik pelan ke telinga Evan sudah hampir membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Alvero.


“Kalau Alvero sebagai raja Gracetian memberikan ijinnya, tidak ada alasan bagiku untuk tidak menerima bantuan yang akan mempermudah jalanku dan menguntungkanku.” Kata-kata Evan membuat Ornado tersenyum lebar sambil melirik ke arah James yang tampak menghela nafasnya begitu mendengar pembicaraan itu.

__ADS_1


“Jadi kapan kita akan memulainya Ad?” Dengan wajah terlihat bersemangat, Elenora segera mendekati Ornado sambil bertanya, membuat James hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Sebentar, aku akan menghubungi Afro.” Ornado berkata sambil sedikit menjauh untuk menghubungi Afro, sedang James langsung mendekat ke Elenora.


“Ti amore, tidak bisakah kamu bilang kepada Ad untuk menundanya sampai besok? Harusnya malam ini kamu adalah milikku sepenuhnya tanpa ada ganggiuan apapun.” James berbisik kepada Elenora yang langsung tersenyum sambil menoleh ke arah James, membuat kedua hidung mancung mereka hampir saja saling bertabrakan.


Hal itu tentu saja membuat kerinduan James terhadap tubuh Elenora semakin terpancing.


“Mmmm….” Dengan sedikit gugup Elenora yang memang belum sepenuhnya rasa percaya dirinya terbentuk, bergumam pelan keepada James.


“Ad, mungkin Elenora terlalu lelah jika harus bekerja malam ini. Bagaimana kalau masalah data dilakukan besok pagi saja?” Alvero yang melihat wajah tidak tenang dari James langsung memberikan usulannya, membuat Ornado menoleh ke arah Elenora.


“Sebenarnya aku barusan meminta Afro memimpin tim pengawal pribadiku yang datang bersamaku di Gracetian untuk melakukan penyusupan malam ini. Bagaimana Elenora?” Ornado berkata sambil mengingat bagaimana barusan dia memang sudah memerintahkan Afro untuk melakukan koordinasi dan memimpin rencana penyusupan di gedung perkatoran Hugo dan juga rumahnya.


Kedatangan Ornado memang disertai dengan beberapa pengawal pribadinya, hanya saja selama mendapatkan jamuan dari pihak istana Gracetian, para pengawal itu tinggal di hotel lain yang letaknya tidak jauh dari tempat dimanapun Ornado berada dan selalu siaga.


“Tidak masalah malam ini, supaya semuanya cepat selesai.” Elenora berkata dengan suara pelan, membuat James langsung mendekatkan wajahnya lagi ke telinga Elenora untuk menyatakan protesnya.

__ADS_1


“Aku yakin pengamanan data di tempat kediaman atau kantor duke Hugo tidak secanggih milik Dario yang akhirnya bis akita bobol. Beri aku waktu sebentar,… dan malam ini akan tetap menjadi milikmu sepenuhnya.” Sebelum James mengatakan apapun, Elenora langsung berbisik pelan ke arah James yang wajahnya langsung kembali ceria.


__ADS_2