Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERINTAH PENYELIDIKAN


__ADS_3

Kehadiran Deanda secara tiba-tiba dalam kehidupan Evan waktu itu, membuat alam bawah sadar Evan yang masih begitu mencintai dan merindukan Alaya, seperti menemukan sosok Alaya pada diri Deanda, sehingga secara tidak sadar, membuat Evan sempat tertarik dengan Deanda, yang hanya menganggapnya sebagai seorang kakak laki-lakinya waktu itu.


Karena sama seperti dengan Evan yang sebenarnya begitu mencintai Alaya, Deanda juga begitu mencintai Alvero, hanya saja wanita cantik yang sekarang menjadi permaisuri Alvero itu, ketika itu dia masih butuh waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri, bahwa dia sangat mencintai Alvero, bahkan kehidupan mereka berdua, sudah saling terikat, sejak mereka masih sama-sama belum dewasa.


Sam sendiri tidak terlalu mengerti kehidupan Evan sebelum kecelakaan, apalagi tentang kisah cinta Evan dengan Alaya yang memang berlangsung singkat di luar negeri, karena waktu itu Sam belum menjadi asisten pribadi dari Evan.


Apalagi saat itu Evan yang belum menjadi seorang jenderal besar, lebih senang pergi sendirian saat melakukan tugasnya, seperti saat dia menyamar menjadi seorang pengusaha yang membutuhkan senjata selundupan, seperti waktu itu.


Cerita tentang kecelakaan yang sempat dialami Evan waktu itu, Sam hanya sempat mengetahui dan mendengarnya dari teman-teman sejawatnya di kemiliteran, ketika dia dipindahkan ke markas besar tempat Evan bekerja, ketika dia diangkat sebagai asisten pribadi Evan, setelah Sam menjalani begitu banyak tes untuk mendapatkan posisi penting itu.


Sebuah tes yang sengaja dilakukan oleh Evan sendiri untuk memilih asisten pribadi yang bisa dipercaya, loyal dan juga kompeten di bidangnya.


Bagi orang lain, Sam dianggap sebagai orang yang sangat beruntung bisa menjadi asisten pribadi dari seorang jenderal besar yagn dikenal hebat namun ramah dan baik hati seperti Evan.


Dan bagi Evan sendiri, bertemu dengan Sam adalah sebuah keberuntungan besar baginya, karena sebagai asisten pribadinya, Sam sudah melakukan tugas dan pekerjaannya dengan sangat baik, bahkan melebihi ekspektasi Evan.


“Saya setuju dengan apa yang Anda katakan Duke Evan. Tentang kecantikannya, jelas sekali putri Alaya jauh lebih cantik dari duchess Kattie. Anak kecilpun pasti bisa menilai itu secara langsung kalau bertemu dengan mereka berdua.” Perkataan Sam membuat Evan tersenyum kecil, dan membayangkan sosok calon istrinya yang tanpa sadar membuat dadanya berdesir karena itu.

__ADS_1


Cantik? Jangan dikata.... Dia memang sangat cantik….


Evan membenarkan perkataan Sam dalam hati dengan sedikit menelan ludahnya sendiri, karena semakin lama bayangan Alaya ada di otaknya, dadanya semakin berdeta dengan keras.


Untung saja yang diajak bicara oleh Sam tentang gadisnya adalah Evan, bukan Alvero yang pastinya akan sangat cemburu jika asisten pribadinya seperti Ernest atau Erich berani memuji kecantikan Deanda secara terang-terangan dan berlebihan di depannya, karena bagi Alvero hanya dia yang boleh menikmati kecantikan istri tercintanya itu.


“Sifat Putri Alaya sangat jauh berbeda dengan duchess Kattie. Putri Alaya orang yang suka menunjukkan dirinya apa adanya, tanpa berusaha menarik perhatian orang lain dengan sebuah kebohongan ataupun sifat yang di buat-buat dan palsu. Tanpa mengubah apapun yang ada pada dirinya, keberadaan putri Alaya sudah menarik banyak orang. Bahkan seperti Duke Evan tahu, termasuk para bangsawan dari luar negeri.” Sam terdiam sebentar sebelum melanjutkan bicaranya.


Evan langsung teringat Christopher dan Hugo begitu Sam mengatakan tentang hal itu, dan itu membuatnya sedikit menghela nafasnya.


Dari perkatan itu, Evan bisa mendengar pendapat Sam yang jelas-jelas menjadi pendukung Alaya, dan sekaligus bisa menilai orang seperti apa Kattie itu.


Evan sendiri mengakui perkataan Sam tentangnya semuanya benar. Sejak dulu, Evan tidak pernah suka dengan seorang wanita yang sikapnya terlalu agresif, apalagi kepada pria.


Seperti Kattie yang tiba-tiba menyatakan perasaan sukanya pada Evan, bagi Evan itu adalah salah satu ciri bagaimana Kattie adalah gadis yuang cukup agresif, tidak sabaran dan tidak berpikir panjang tentang proses sebab akibat, belum lagi permintaan anehnya untuk Evan membatalkan pernikahannya dengan Alaya.


“Gadis itu memang terlalu agresif, sebuah sifat yang akhirnya mempermalukan dirinya sendiri, padahal status duchessnya, harusnya bisa dia jaga dengan baik, agar orang lain menghormatinya.” Evan berkata kepada Sam sebagai tanda setuju dengan apa yang tadi diucapkan oleh Sam sebelumnya.

__ADS_1


“Karena kamu sudah bisa menilai orang seperti apa duchess Kattie, tolong kamu cek info lengkap tentang duchess Kattie, bahkan semua kegiatan dan orang-orang yang seringkali bertemu dengannya dan ada di sekitarnya. Selidiki semua hal tentang duchess Kattie, terutama yang berhubungan dengan kecelakaanku waktu itu.” Evan segera memberikan perintah pada Sam terkait dengan Kattie yang sikapnya hari ini sungguh membuat Evan, bahkan Sam curiga padanya.


“Melihat bagaimana sikap canggungnya dia tadi ketika aku membahas tentang peristiwa kecelakaanku waktu itu, aku mulai meragukan apakah benar waktu itu dia yang menolongku? Atau dia hanya berpura-pura menolongku. Aku merasa dia sudah memanfaatkan kasus kecelakaanku untuk kepentingannya pribadi.” Evan melanjutkan perintahnya pada Sam.


“Siap Duke Evan….”


“Selain itu, cek juga dokter Jordan yang dia maksudkan tadi. Siapa sebenarnya dokter yang begitu dia unggul-unggulnya itu. Cari info detail tentang orang itu dan apa hubungan dia dengan duchess Kattie atau keluarga Brown, termasuk semua hal yang dia lakukan yang berkaitan dengan kecelakaan yang aku alami beberapa tahun lalu.” Evan menambahkan lagi perintah kepada Sam.


“Siap Duke Evan. Akan segera saya lakukan semua perintah dari Duke Evan, secepat yang saya bisa.” Dengan sikap optimis Sam menjawab perintah dari Evan.


“Setelah ini, kemana Duke Evan berencana pergi?” Pertanyaan Sam, tanpa sadar membuat Evan kembali melirik jam di pergelangan tangannya.


Masih cukup lama dari waktu yang sudah disepakati, tapi tidak masalah bagiku. Lebih baik aku langsung ke Goldie Tavisha. Bisa mengobrol dengan tuan Red yang memiliki begitu banyak pengalaman adalah hal yang menyenangkan dan menambah ilmu bagiku.


Evan berkata dalam hati sambil tersenyum, mengingat beberapa kali saat dia pernah berbincang-bincang dengan Red hingga lupa waktu karena begitu asyiknya mereka saling bertukar pengalaman dan info tentang bagaimana mengatur strategi dalam pertempuran yang pernah mereka alami.


“Kita ke Goldie Tavisha sekarang saja.” Evan langsung memberikan info kepada Sam yang langsung menganggukkan kepalanya dan mengambil haluan jalan mobil yang dikendarainya, ke arah Goldie Tavisha.

__ADS_1


__ADS_2