
“Eh… tidak Putri, hanya nama Putri Alaya yang saya tahu.” Alea di seberang sana berkata sambil meringis mendengar teguran dari Alaya.
“Senang sekali melihat Putri Alaya sudah sehat kembali. Eh, tapi kenapa Putri tidak segera kembali ke istana kalau memang sudah sehat? Ada dimana Putri sekarang? Lalu… kenapa Putri menghubungiku dengan nomer tidak dikenael? Apa Putri sekarang sedang dalam masalah?” Berbagai pertanyaan dari Alea membuat Alaya tersenyum melihat bagaimana semua pertanyaan itu menunjukkan perhatian yang besar dari Alea untuknya.
“Kenapa pertanyaan terus keluar tanpa henti seperti itu? Kamu ini....” Alaya langsung berkata sambil pura-pura memberengut, seolah-olah sedang menunjukkan rasa tidak suka.
“Ah… maaf Putri, habisnya, saya begitu penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada Putri Alaya. Tapi yang penting sekarang, Putri Alaya sudah pulih kembali, hal lain bis akita pikirkan belakangan.” Alea berkata sambil terkikik geli.
Alaya yang saat itu menemani Alaya untuk bermain di Goldie Tavisha memang tahu kalau hari itu, Evan membawa pergi Alaya ke tempat kediamannya, tidak membawanya pulang ke istana.
“Ada sesuatu yang sedang aku rencanakan. Ada hal penting yang harus aku lakukan. Karena itu aku belum bisa kembali ke istana. Kalau sudah ada disana, semua yang aku lakukan pasti tidak bisa sebebas kalau aku ada di luar istana.” Mendengar perkataan Alaya, Alea langsung mengernyitkan dahinya.
“Eh?” Alea merasa aneh dengan perkataan yang diucapkan oleh Alaya barusan, dan mulai merasa khawatir putri cantik itu sedang merencanakan suatu hal yang aneh.
Dan itu… pasti ada kaitannya dengan Evan. Memikirkan itu membuat Alea langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kenapa putri Alaya tidak menyerah saja terhadap rencana-rencananya terhadap duke Evan? Kalau dipikir-pikir melihat bagaimana cara duke Evan membawa dan melindunginya ketika di Goldie Tavisha, dari sikapnya terlihat jelas kalau duke Evan benar-benar menyayangi putri Alaya. Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua yang aku tidak tahu?
Alea mulai menerka-nerka tentang apa yang sudah terjadi sebenarnya dalam hatinya.
Apa duke Evan menyembunyikan sesuatu dan itu diketahui oleh putri Alaya? Apa ada rahasia besar yang disembunyikan oleh duke Evan? Apa sebenarnya duke Evan sudah menikah diluar sana? Atau memiliki anak diluar nikah? Atau mungkin duke Evan adalah seorang penyuka sesama jenis? Meskipun pada akhirnya tidak terbukti, tapi yang mulia Alvero juga pernah digosipkan sebagai penyuka sesame jenis. Atau… akh! Kenapa pikiranku jadi kacau seperti ini ya?
Alea beteriak dalam hati dengan hati yang masih merasa begitu penasaran dengan apa yang terjadi antara Evan dan Alaya. Dan itu membuat pikiran liarnya mulai menebak-nebak ke sana kemari tanpa dasar yang jelas.
__ADS_1
Meskipun Alaya adalah seorang gadis yang keras kepala dan juga tidak mudah untuk mengalah dan menyerah, tapi Alea tahu kalau Alaya adalah gadis yang baik dan juga menyayangi orang-orang di sekitarnya, meskipun itu bukan orang yang terlalu dekat dengannya.
Tapi sikap Alaya terhadap Evan, darin situ Alea bisa melihat ada suatu yang aneh, yang sedang berusaha disembunyikan oleh Alaya.
Lagipula dari apa yang sudah dilakukan oleh Alaya selama ini, Alea bisa menilai kalau Alaya sepertinya sudah mengenal Evan sebelumnya.
Entah apa hubungan mereka berdua sebelumnya, yang pasti Alea bisa melihat kalau Alaya sepertinya sudah mengenal Evan jauh sebelum mereka dipertemukan dalam acara pertemuan keluarga besar Carsten dan Adalvino.
"Memang apa yang sebenarnya sedang Putri Alaya rencanakan?" Alea akhirnya bertanya dengan wajah penasarannya.
"Aku sudah merencanakan sesuatu yang bagiku mungkin akan berhasil, hanya saja untuk saat ini aku tidak mau memberitahukan kepada siapapun tentang rencanaku, karena aku sendiri sebenarnya tidak yakin aku mampu menjalankan rencanakaku ini."
"Apa maksudnya Putri? Kenapa bisa begitu? Apa yang sebenarnya menjadi rencana Putri?" Alea kembali bertanya kepada Alaya.
"Hah?" Alaya hanya bisa melongo mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Alaya padanya.
"Sudahlah Alea! Jangan dipikirkan lagi. Lebih baik kamu membantuku sekarang supaya aku bisa menyiapkan rencanaku." Alaya langsung berkata sambil menarik nafas dalam-dalam dan memandang ke arah langit-langit kamar hotel yagn ditempatinya.
"Kalau begitu, apa yang bisa saya bantu Tuan Putri?" Alea segera bertanya kepada Alaya.
"Sepertinya duke Evan menyimpan handphone dan dompet milikku ketika aku tidak sadarkan diri beberapa waktu ini." Alaya berkata dengan nada ragu, dan tentu saja dia tidak berani menuduh Evan sudah mencuri handphonenya, hanya bisa mengatakan kalau Evan mungkin menyimpan handphone itu.
"Kalau begitu duke Evan pasti akan segera mengembalikannya kepada Putri. Putri tinggal menunggu waktu, pasti duke Evan akan mengirimkannya kepada Putri Alaya...."
__ADS_1
"Justru itu, aku harus menghubungi seseorang sebelum duke Evan menemuiku lagi..."
Dan aku yakin, laki-laki itu akan menemuiku di hotel ini. Saat itu terjadi, itu adalah kesempatan baik untuk membuat dia menjadi muak padaku.
Alaya melanjutkan kata-katanya dalam hati, karena tidak ingin didengar oleh Alea.
"Untuk itu, aku ingin kamu mencari info tentang nomer handphone Lucy, desainer yang memiliki butik di dkeat alun-alun kota Tavisha." Alaya langsung mengatakan tujuannya kepada Alea.
"Oo... miss Lucy ya. Nyonya Rose beberapa kali pernah memintaku mengambil pakaian untuk para putri dan pangeran yang dipesan di sana." Alea langsung menanggapi perkataan Alaya.
"Ya benar. Dia salah satu desainer yang aku merasa cocok dengan model-model pakaian-pakaian yang sudah dia buat selama ini."
"Saya punya nomer miss Lucy. Tunggu sebentar Putri...." Alea dengan cepat membuka kontak yang terdaftar di handphonenya dan mencari nama Lucy dan menyebutkan beberapa nomer yang menjadi nomer dari Lucy.
"Oke, terimakasih untuk bantuannya Alea."
"Eh... tunggu Putri, apa Putri tidak perlu nomer yang lain?" Alea yang masih merasa begitu penasaran dengan kondisi Alaya kembali bertanya.
"Tidak." Alaya langsung menjawab singkat pertanyaan dari Alea, karena baginya, baik Alvero maupun Deanda atau bahkan Larena dan yang lain jika ingin menghubunginya pasti akan bisa mendapatkan info tentang keberadaannya dan bagaimana cara untuk menghubunginya.
Apalagi Alaya tahu, bahwa Alvero juga sudah mengetahui keberadaannya di hotel Tavisha dari Evan, terbukti dari perkataan pelayan yang mengantarkan makan siangnya tadi, tanpa sadar bahwa yang sudah mengatur semuanya selama Alaya berada di hotel itu adalah Evan dengan seijin Alvero tentunya.
Alaya yakin, tidak perlu menunggu waktu yang lama pasti diantara mereka yang dia sebutkan dalam hati tadi akan segera menghubunginya, dan itu artinya dia sudah harus segera kembali ke istana.
__ADS_1
Dan Alaya ingin saat dia kembali ke istana, sudah tidak ada ganjalan tentang hubungannya dengan Evan yang ingin segera dia selesaikan secepat mungkin.