
Damal dan pak Yanto dalam perjalanan menuju ke tempat Nadia ternyata lumayan jauh juga, hampir satu jam lebih baru mobil Damal berbelok masuk ke gang yang agak sempit, dan masuk ke sebuah kontrakan yang memilikk halaman yang agak luas, seperti banyak kontrkan, Damal dan pak Yanto menghentikan mobil dan langsung keluar.
Ternyata masih ada tetangga kontrakan itu di luar, Damal langsung mendatangi anak kontrakan yang sedari tadi sudah perhatikan Damal Dan Pak Yanto.
"Parmisi mas, mbak."
"Iya ada apa ya pak"
"Nih saya ada cari seseorang kalau menurut alamat, orangnya tinggal disini suami Istri kalau gak salah perempuan namanya Nadia boleh tahu di kamar mana ya mbak, mas?"
"Oh bu Nadia ya pak, itu kamarnya hanya saja mereka gak ada pak, didalam hanya bu Mertuanya aja tapi baru siuman dari pingsannya."
" Memangnya kenapa mas, dan kemana penghuninya"
"Tadi pagi mereka di tangkap polisi pak suami istri itu kalau saya gak salah dengar sih katanya kasus korupsi."
Mendengar itu, pak Yanto benar-benar syok sampai sesak nafasnya. Keringat bercucuran, membasahi tubuh pak Yanto.
"Maaf mas, apa mas tahu mereka di bawa ke kantor polisi mana"
"Maaf pak kami juga kurang tahu, coba bapak nyari di kantor polisi terdekat aja"
"Oh makasih banyak ya mas, mbak."
Damal berpaling dan menoleh ke Pak Yanto yang dari tadi diam saja di belakang gak ada satu katapun keluar dari mulutnya, ia seperti kaku dan susa mengeluarkan kata-kata. Damal melihat pak Yanto terduduk di tanah. Damal langsung berlari menghampiri pak Yanto.
__ADS_1
"Pak...bapak kenapa"?
"Gapapa Dam..yuk kita pulang, saya mau pulang dulu mau istirahat".
Terlihat sekali pak Yanto shok dan pas mendengar Kalau Nadia sudah di tangkap polisi, Pak Yanto mulai gak peduli lagi dengan pencarian Nadia.
"Kita gak cari nona Nadia lagi pak, kemungkinan di kantor polisi terdekat pak"
"Gak usa Dam biarkan aja dia situ, biar dia tanggung jawab atas apa yang dia perbuat."
Damal hanya menghela napas panjang, ia hanya mengikuti perkataan bosnya. Akhirnya mereka mengendarai mobil masing- masing dan pak Yanto kembali ke rumah sedangkan Damal melajukan mobilnya ketempat tujuannya
Pak Yanto yang pikirannya kalut mengenderai mobil dengan sangat kencang namun tiba-tiba ada pejalan kaki yang lantas menyeberang ke seberang jalan tikkkkkkk..
Orang-orang yang disekitar situ mereka memahari pak Yanto tapi, pak Yanto gak peduli
Baru juga masuk sudah di cerca dengan banyak pertanyaan, membuat pak Yanto hanya gelengkan kepala dan nyelonong pergi, tapi sebelum pergi, ia keluarkan amplok dari dalam bajunya dan melemparkan ke atas sofa tepat di depan bu Sari, membuat bu Sari terperajak kaget.
"Pah apa sih di tanyain dari mana, bukannya jawab mala main lempar aja, ini apa lagi."
"Bukankah itu yang mama cari, lihat aja biar puas dan setelah ini, kalau mama mau pergi cari ya silakan, kalau papa sudah gak peduli."
Setelah pak Yanto selesai bicara ia langsung masuk kedalam mandi gak menghiraukan teriakan sang istri yang menurut pak Yanto sangat egois.
Sedangkan, bu Sari yang di tinggal pergi oleh suaminya langsung meraih amplop itu dan membukanya, karena penasaran melanda hati dan pikirannya. Dan bu Sari merasa sikap suaminya gak seperti biasanya, apalagi sampai melempar begitu.
__ADS_1
Dengan hati-hati bu Sari membuka amplop dan mengeluarkan semua isinya, namun betapa terkejutnya ia melihat apa isi dari amplop, bu Sari membuka mulutnya sambil menutupnya dengan kedua tangannya dan perlahan ia mundur kebelakang.
Badan bu Ayu tergoncang hebat sama seperti pak Yanto tapi kali ini bu Sari lebih parah, apalagi bu Sari memiliki riwayat jantung dan darah tinggi. Bu Sari gak menyangka ternyata anak yang selama ini didik dengan penuh kasih sayang bisa menghancurkan semuanya.
Karena bu Sari sangat tahu Siapa itu pemilik perusahaan Arya grup mereka yang perna menolong perusahaan pak Yanto sehingga sampai sekarang masih berdiri, kalau gak sudah gulung tikar.
Itu yang membuat bu Sari benar-benar syok, dan seketikan ia terjatuh ke lantai dan pingsan, pak Yanto yang baru keluar dari kamar mandi karena selesi cuci muka, hendak mau ke ruang tegah langsung terkejut dan menjerit makala ia mendapati istrinya sudah tergeletak di lantai.
"Mama......bagun mah."pekik pak Yanto
Pak Yanto yang panik langsung mengangkat tubuh istrinya dan memanggil asisten rumah tangganya untuk ikut ke rumah sakit, karena memang di rumah pak Yanto ada dua asisten jadi satu ikut ke rumah sakit dan satu tinggal.
Pak Yanto langsung menghidupkan mobilnya dan melaju dengan agak sedikit kencang ke rumah sakit, tak lama mereka sampai di rumah sakit dan suster langsung membantu membawa bu Sari masuk kedalam ruangan untuk di tangani.
"Pak maaf sementara waktu bapak diluar dulu tunggu dokter selesai periksa."
Pak Yanto terpaksa dengan gontai ia melangkah ke kursi yang ada di ruang tunggu, ia terduduk lemas di salah satu kursi rumah sakit. Bersama dengan asisten rumah tangganya.
Namun dalam kemelukan hatinya, dari jauh mata pak Yanto gak sengaja menangkap dua orang berseragam polisi berdiri di depan sebuah ruangan. Seperti di jaga ketat, namun pak Yanto gak hiraukan, bisa jadi orang tahan yang lagi sakit dan di rawat disana makanya polisi menjaga takutnya kabur pikirnya.
Pak Yanto menunggu di depan IGD sekitar satu jam ia harap-harap cemas walaupun bu Sari kadang egois, tapi pak Yanto sangat menyayangi istrinya itu yang selama ini menemaninya. Jadi pak Yanto takut terjadi apa-apa sama istrinya, pak Yanto menarik napasnya.
"Kenapa beban ini sangat berat, kamu Nadia, semua ini gara-gara kamu, jadi jangan perna pulang lagi kerumah, papa gak akan menerimah kamu lagi sebagai anakku, sudah lama kamu pergi jadi aku anggap kamu sudah mati, kamu tahu betapa syoknya kami tahu tentang kelakukan kamu yang menjijikan itu"?
"Semoga gak terjadi apa-apa sama mama kamu, kalau berani terjadi sesuatu terhadap mama kamu, jangan perna kembali muncul di hadapaku lagi, masih kurang apa kami menyayangimu sampai kamu membuang kotoran di muka kami orang tuamu. Kamu menghancurkan semuanya Nadia, semoga perusahaan juga gak terjadi masalah kalau gak kamu lah orang yang harus bertanggung jawab"
__ADS_1
Hati siapa yang gak hancur mengetahui anak gadisnya melakukan kesalahan yang fatal, hanya karena keegoisannya, dalam sekejap mata semuanya hancur.
Sabar ya pak Yanto ini sebuah cobaan yang harus anda lewati dengan kuat.