
Sedangkan setelah dokter Julio pulang dari tempat Cessie ia langsung menuju ke rumah sakit karena harus menangani pasien, Dokter Julio sanpai di rumah sakit dan langsung di beritahu oleh suster jika sebentar lagi ada pasien yang akan bersalin dengan operasi sesar. Yang akan di lakukam oleh dokter Julio.
"Maaf dokter pasieannya sudah siap dan sebentar lagi kita akan melakukan operasi sesar dok" ujar Suster
"Baiklah siapkan semua alat-alat dan kita ke ruang operasi, apakah pasien sudah dipindahkan keruang operasi atau belum?" tanya dokter Julio.
"Sudah dokter sementar lagi di urus oleh suster Ana"
Dokter Julio dan suster menuju ke ruang operasi dimana seorang ibu hamil yang sudah menunggu. Akhirnya dokter Julio berikan suntikan bius untuk meredahkan sakitnya pada saat menjalani operasi Walaupun nanti setelah operasi dan habis waktu biusnya tetap juga merasakan sakit tapi setidak nya selama berjalan operasi si wanita tidak merasakan sakit.
Setelah selesai dokter Julio berikan obat bius mulailah mereka persiapkan untuk operasi dokter Julio di bantu oleh dokter Beatrix dan dua suster lainnya. Sebenarnya hanya dokter Julio juga bisa saja namun biar lebih bagus kalau ada bantuan dari dokter beatrix.
Hampir satu jam dokter Julio melakukan operasi sesar akhirnya selesai juga semuanya berjalan dengan lancar keringat dingin bercucuran dari wajah dokter Julio dan dokter Beatrix, sedangkan suster berusaha melap keringat kedua dokter itu.
Pada saat dokter Julio melakukan operasi sesar ia membayangkan jika yang ia operasi itu adalah Cessie, betapa berjuangnya seorang ibu untuk melahirkan anaknya harus merasakan sakit, perutnya di sayat-sayat dan keluarkan anaknya dari dalam. Dan nanti susa paya mengurus anaknya.
Hanya membanyangkan aja dokter Julio sudah merasa nyerih di hatinya, dia baru menyadari ternyata ibunya seperti ini saat melahirkannya dan nanti istrinya juga akan seperti ini.
Padahal sudah sekian banyak pasien yang ia tanganin tapi kali ini dokter Julio baru menyadari betapa besar pengorbanan seorang ibu.
Tampa terasa bulir bening lolos begitu saja. Tapi dengan buru-buru dokter Julio menghapus air matanya jangan sampai ada yang melihatnya. Apalagi ada suster dan dokter Beatrix, malu dong seorang dokter menangis.
Akhirnya dokter Julio keluar dari ruang operasi dan masuk keruang dokter. Ia hendak menganti pakiannya.
__ADS_1
Disana ternyata ada beberapa dokter yang siap untuk pergi menangani pasien masing- masing, ada dokter spesialis jantung dan ada juga dokter yang lain.
"Dokter Julio baru selesai operasi, bagaimana lancar"? Tanya teman sesama dokter
"Iya dok semuanya lancar, bukankah dokter juga ada jadwal operasi sebentar lagi?" jawab dokter Julio
"Iya dokter Julio ini juga mau siap, pasiennya lagi dipindahkan ke ruang operasi dulu" ujar sang dokter mereka semua tahu kalau dokter Julio adalah pemilik rumah sakit itu, tapj tidak sekalipun dokter Julio berlaku sesuka hati, dokter Julio adalah orang yang profesional dalam pekerjaan.
Setelah selesai bicara dokter Julio keluar dari ruangan dan gegas masuk ke ruang pribadinya, karena dokter Julio sangat haus ia ingin minum. Dokter Julio ambil minum dan menghilangkan hausnya.
Setelah dokter Julio selesai minum baru ia ingat kalau hpnya tinggal di dalam mobil tadi..
"Astaga hp ku tinggal didalam mobil pasti Cessie hubungi"
"Hay dokter Julio mau kemana buru-buru amat, kayak ada hal penting aja" tanya dokter Linda tapi sayangnya.
Dokter Julio hanya membuang senyum, dan tidak menanggapi pertanyaan dokter Linda, membuat sih dokter cantik kesal karena di abaikan oleh sih dokter ganteng.
"Ishhh sebel banget deh.. lihat dokter Julio cuek banget padahal sudah banyak cara yang aku lakukan tapi sama aja tidak di hiraukan olehnya, awas aja akan ku buat kamu dokter jadi suamiku nanti."
Dokter Linda berlalu pergi dengan hati yang kesal.
Sedangkan dokter Julio sudah sampai di mobil dan langsung mengambil hpnya ternyata benar ada pesan dari Cessie, dokter Julio segera membuka pesan dan membacanya, seketika pesan itu membuat hati dokter Julio gak enak ada rasa cemburu di hatinya, pas tahu kalau Cessie mau ke rumah Iksan. Tapi dokter Julio tidak mau egois karena Cessie kesana bukan karena Iksan melainkan Dira yang memintanya.
__ADS_1
Akhirnya dokter Julio balas pesan dari Cessie dan memberikam ijin kepada Cessie untuk pergi ke tempat Iksan dengan syarat harus dengan Aris dan tidak boleh pulang malam.
Setelah selesai dokter Julio membals pesan dari Cessie ia gegas kembali ke ruangan ternyata pas masuk ada kue entah siapa yang menaronya diatas meja dokter Julio, namun dokter Julio bukannya makan justru ia mengambilnya dan memberikannya kepada seorang suster. Kebetulan dokter Linda lewat dan melihatnya ia bergegas mendekati dokter Julio dengan suster sembari berkata lirih.
"Maaf dokter Julio aku yang naruh kue itu aku pikir dokter suka" ujar dokter Linda terlihat kecewa.
"Maaf dokter Linda makasih karena sudah perhatian tapi lain kali tidak perlu repot-repot lakukan itu."
Setelah selesai bicara dokter Julio langsung pergi meninggalkan suster dan dokter Linda.
Akhirnya dokter Julio kembali masuk kedalam ruangannya dan merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruangannya itu, karena ruangan pribadi jadi ada juga tempat tidur Karena rasanya lelah sekali apalagi dokter Julio shift malam jadi dia harus istirahat dan sebentar lagi akan mengurus pasien nanti malam.
Sedangkan di kantor Cessie sudah baca pesan dari dokter Julio, bahwa dokter Julio mengijinkannya pergi ke tempat Iksan membuat Cessie sedikit agak legah karena sudah dapat ijin, sekarang tinggal ijin sama pak Arya dan bu Intan lagi semoga respon mereka baik takutnya mereka tidak setuju kalau Cessie pergi ke tempat Iksan.
setelah selesai Cessie memeriksa semua berkas Ia merebahkan tubuhnya di atas sofa karena rasanya pengel banget puggungnya, mungkin karena kelamaan duduk sehingga agak sedikit panas.
"Hummm lebih baik rebahan sedikit dulu menghilangkan rasa pengel ini sebentar baru pulang, kak Aris mungkin masih sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi biarkan saja tidak perlu menganggunya nanti juga pasti datang kesini."
Akhirnya Cessie merebahkan tubuhnya diatas sofa dan memainkan hpnya ia melihat banyak chat masuk dari grup wa teman-teman kulianya pada ngajak reunian, sebenarnya Cessie juga pengen tapi karena melihat kondisinya sepertinya tidak memungkinkan.
Cessie memutuskan untuk tidak ikut teman-temannya reunian, akhirnya Cessie menyimpan kembali hpnya tapi tiba-tiba dia ingat dengan mbak Eva.
"Oh ya sudah lama aku tidak hubungi mbak Eva apa kabar ya mbak Eva ah nanti aja deh aku hubunginya."
__ADS_1