Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
339


__ADS_3

Nadia, masih belum percaya dengan apa yang dia dengar karena menurut Nadia tidak ada lagi orang yang peduli kepadanya, jadi itu membuat Nadia berusaha tegar tanpa mengharapkan siapapun datang menjenguknya. Karena Nadia penasaran akhirnya Nadia bertanya pada sipir tersebut siapa yang datang.


"Bu boleh tahu siapa ya, yang datang menjenguk aku" tanya Nadia.


"Maaf mbak, lebih baik mbak lihat sendiri saja nanti biar mbak tahu siapa yang datang" bukannya menjawab justru sipir menyuruh Nadia datang jumpai mereka dan lihat sendiri.


"Maaf bu, aku tidak ingin ketemu dengan siapapun jadi tolong sampaikan kepada orang tersebut biar pulang saja" memang Nadia tidak ingin ketemu dengan siapapun.


" Mbak yakin, tidak mau ketemu dengan mereka mbak tidak menyesal? soalnya yang datang adalah pasangan suami istri siapa tahu itu orang tua mbak Nadia." Jelas sipir


"Deg.....Serius bu"?tanya Nadia memastikan.


"Serius mbak tapi belum pasti juga kalau itu adalah orang tua mbak, lebih baik mbak temui mereka saja biar mbak tahu"


"Kalau begitu bawah aku ketemu dengan mereka bu sepertinya itu orang tua aku" Nadia semangat ingin ketemu dengan mereka karena dia yakin pasti sang ibu dan ayahnya, entah dapat keyakinan dari mana Nadia begitu sangat yakin.


Nadia bangkit dari duduknya dan langsung menghapus air matanya, sipir langsung buka pintu nya dan tangan Nadia diborgol sekarang penampilan Nadia sudah tidak terurus kurus wajahnya kusam dan rambutnya agak berantakan.


Setelah Nadia keluar dari ruangan langsung di kunci kembali dan sipir tersebut membawah Nadia ke ruang pengunjung.


Saat mendekati ruang pengunjung seketikan langkah Nadia terhenti, dan dada Nadia kayak tercekat begitu saat melihat siapa yang datang mengujunginya, air mata Nadia mengalir tanpa perintah.


"A-ayah...I-ibu kalian datang menjenguk Nadia bu, benaran ini kalian." Nadia langsung pake langkah seribu dan berhambur ke pelukan sang ayah dan ibunya, jelas dia tidak bisa meluk karena tanganya di borgol

__ADS_1


"Makasih bu, ayah sudah datang menjenguk Nadia disini maafkan Nadia bu...Nadia mohon maafkan Nadia atas semua kesalahan yang sudah Nadia perbuat...Nadia tidak pantas menjadi anak yang bisa membangakan ayah dan ibu, seharusnya ayah dan ibu tidak perlu ingat anak durhaka ini lagi, Nadia benar-benar menyesal karena tidak mendengar nasihat ibu dan ayah."


Nadia melorot kebawah dan berlutut di kaki kedua orang tuanya memohon ampun, Nadia mencium kedua kaki orang tuannya karena dia sudah berdosa terhadap mereka berdua, dia sebagai anak seharusnya membangakan orang tua bukannya membuat mereka menderita.


Bu Sari yang sudah tidak tahan menangis tersedu-seduh, melihat putry benar-benar beruba suatu kebahagiaan buat pak Yanto dan bu Sari.


"Sayang bangun jangan seperti ini, ibu dan ayah sudah maafkan kamu karena ada seseorang yang sangat kamu kenal, menyampaikan kepada kami dan memohon agar kami memaafkan kamu.


Nadia yang awalnya menunduk langsung mendongak kepalanya saat mendengar penuturan bu Sari.


"Maksud ibu seseorang siapa? " tanya Nadia.


Jadi ternyata saat Sinta, Bella dan Melli mereka pulang jenguk Nadia mereka singah di mall, untuk beli gaun untuk Sinta pake nanti malam dinner dengan Iksan, namun ternyata saat mereka bertiga masuk ke restoran untuk makan tidak segaja mereka bertiga bertemu dengan pak Yanto dan bu Sari mereka juga baru selesai dan mau makan.


"Eh...nak Sinta ya, ya ampun nak sudah lama kita tidak ketemu sejak pulang dari rumah sakit kamu apa kabar nak." tanya pak Yanto ramah


" Ah, iya pak Yanto, kan? ini ibu ya pak...iya pak sudah lama kita tidak ketemu"


Entah kenapa pada saat bu Sari melihat Sinta pengen ngobrol lebih dekat dengan Sinta, akhirnya bu Sari ngajak mereka bertiga duduk satu meja dan makan bersama karena bu Sari rencana akan traktir mereka.


"Nak tidak baik jika kita ngobrol sambil berdiri bagaimana kalau kita gobrol sambil duduk saja satu meja, kalian mau makan jugakan kebetulan sama kami juga mau makan" jelas bu Sari.


Akhirnya Sinta dan kedua temannya nurut saja dan mereka berlima duduk satu meja.

__ADS_1


Setelah mereka selesai pesan makanan ini kesempatan sebelum makanan datang bu Sari bertanya tentang siapa nama kakak iparnya, yang waktu itu di rawat di rumah sakit yang sama dengannya.


"Nak, maaf ibu, langcang bertanya tapi ibu hanya penasaran saja, waktu itu kata suami saya nak Sinta menjaga kakak ipar nak Sinta di rumah sakit, kalau boleh tahu siapa nama kakak ipar kamu nak dan siapa nama mas kamu" tanya bu Sari lembut.


" Oh, Iya bu. Memang waktu itu aku jaga kakak ipar yang tepatnya calon kakak ipar karena sekarang dia bukan siapa-siapa, karena setelah di rumah sakit ternyata dia kabur dari rumah sakit dan sekarang dia sudah di penjara."


"Deg....." jantung bu sari berdegup kencang saat mendengar kalau mantan calon kakak iparnya di penjara.


"Nama kakak saya Surya bu, dan nama calon mantan kakak ipar saya Nadia" Betapa terkejutnya bu Sari dan pak Yanto ternyata benar filingnya kalau Surya adalah kakaknya Sinta.


Setelah mereka cerita panjang lebar dan Sinta mengetahui kalau ternyata bu Sari dan pak Yanto adalah orang tua kandung Nadia, dan ternyata Nadia sudah di usir dan tidak mau di anggap lagi Sinta memohon kepada bu Sari dan pak Yanto untuk memaafkan Nadia. Karena Nadia sudah beruba dan kasian sekali begetu juga di Bella dan Melli karena mereka sendiri yang menyaksikan ketulusan hati Nadia meminta maaf kepada Sinta waktu di sel tahanan.


Mendengar penjelasan dari ketiga anak gadis itu membuat hati pak Yanto dan bu Sari terasa nyerih, seperti tertusuk ribuan belati, bahkan Sinta juga menambahkan kalau Nadia juga sudah sholat dan siap mau menutup auratnya.


Bu Sari dan pak Yanto sangat berterimah kasih kepada mereka bertiga.


"Jadi begitu ceritannya nak, Mantan adik ipar kamu yang memohon kepada kami untuk datang kesini menjenguk kamu dan dia juga meminta kami untuk membawahkan kamu ini" bu Sari menjelaskan semuanya kepada Nadia membuat Nadia terkejut Nadia sampai tidak percaya kalau ternyata kedua orang tuanya kesini karena Sinta yang memohon


Bu Sari menyodorkan dua paper bag ke arah Nadia, dan menyuruh untuk membukannya.


"Apa ibu" tanya Nadia.


"Buka saja dulu nak semoga kamu suka ya" saat Nadia bukan ternyata didalam paper bag itu ada mukena yang sangat cantik ada tiga kalau paper bag dua lagi itu makanan. Nadia sangat terharu dengan semua yang di bawahkan oleh sang ibu.

__ADS_1


"Masyaallah bu, cantik sekali mukenanya Nadia sangat suka bu, makasih bu, makasih" ujar Nadia penuh haru karena hari ini orang tuanya datang menjenguknya dan mereka membawahkan sesutu yang sangat berharga baginya.


__ADS_2