
Cessie yang awalnya hanya ingin merebahkan badannya untuk menghilangkan pengel di punggungnya ternyat ikut tertidur, karena kecapean dan sofa juga sangat empuk membuat Cessie merasa nyaman dan akhirnya kantuknya tidak bisa terhindarkan Cessie tertidur dengan pules.
Biasanya Cessie yang selalu datang ke ruangan Aris untuk ngajak pulang ternyata sudah jam setengah lima Aris tunggu-tunggu Cessie tidak kunjung datang, akhirnya Aris inisiatif untuk mendatangi Cessie di ruangannya.
Aris tidak pake mengetuk pintu lagi Aris langsung mendorong pintunya dan hendak masuk kedalam ruangan Cessie.
Klekkkk!
Setelah Aris masuk ia hanya menghela napas panjang melihat Cessie sudah tertidur di sofa dengan wajah yang sangat teduh sekali.
"Aduh...lihatlah anak ini sangat cerobo sekali tidurnya di sofa gini kalau tiba-tiba balik badan terus jatuh gimana" Aris mengerutu dalam hati.
Aris yang melihat Cessie tidur dengan tenang tidak tega membangunkannya, Aris sudah bersiap untuk mengendong Cessie tapi dia ingat kalau masih ada barang-barang Cessie yang harus di bawah kalau Aris mengendong Cessie terus barang-barangnya siapa yang bawah.
Lebih baik minta tolong sekretaris Lita untuk membawah barang-barangnya, akhirnya Aris urunkan mengendong Cessie ia bergegas keluar dan memanggil sekretaris Lita.
Tok tok tok!
Klekkk!
Sekretaris Lita yang melihat pak Aris berdiri di hadapannya menjadi gugup dan menundukan kepala tapi tidak lama sekretaris Lita menatap Aris dan bertanya.
"Eh pak Aris ada apa, ada yang bisa saya bantu pak" tanya Lita dengan senyum manisnya sekretaris Lita biasa aja seoalah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Maaf sekretaris Lita saya mau minta tolong, tolong bantu saya bawah barang-barang bu Cessie kebawah, karena bu Cessie ada ketiduran jadi saya mau mengendongnya tapi saya binggung bagaimana cara bawah barang-barangnya."
Mendengar itu sekretaris Lita melewati Aris dan masuk keruangan Cessie dan benar saja memang Cessie tidur pulas di atas sofa, sekretaris Lita juga tidak tega membangunkan Cessie akhirnya ia membereskan barang-barang Cessie dan menentengnya di tangannya.
"Yuk pak gendong bu Cessie biar aku membawah ini"
__ADS_1
Aris yang sudah siap mau mengendong Cessie, ternyata Cessie langsung sadar.
"Loh kak dengan sekretaris Lita mau ngapain di ruangan ini" tanya Cessie binggung. Sedangkan kedua orang itu saling pandang.
"Deg......" ya ampun kala aku menatap pak Aris seperti itu mana tahan aku, makin sakit hati ini.
Akhirnya sekretaris Lita membuang muka dan kembali menatap ke arah Cessie sembari berkata.
"Bu, ini sudah jam pulang kerja jadi tadi pak Aris mendapati ibu tidur di sofa, pak Aris tidak tega membangunkan ibu dan rencana pak Aris mengendong ibu dan saya membawah barang-barang ibu tadi makanya kami berdua disini."
"Haha maaf tadi aku hanya rebahan ternyata benaran ketiduran memang sudah jam berapa" tanya Cessie
"Sudah jam lima bu" jawab sekretaris Lita.
"Waduh sudah sore ternyata, yuk kalau begitu pulang kita, sekretaris Lita belum pulang"?
"Yaudah kalau begitu kami duluan ya, hati-hati di jalan kalau pulang" ujar Cessie dan Aris
"Makasih bu, pak" jawab sekretaris Lita senyum.
Akhirnya Cessie dan Aris gegas keluar dari ruangan dan melangkah ke arah lift dan turun kebawah dan mereka langsung masuk kedalam mobil lalu pergi, sedangkan sekretaris Lita masuk kedalam ruangan dengan detak jantungnya tidak aman karena tadi di tatap oleh Aris.
"Gak aku gak bisa begini terus, aku harus bisa melepaskan cinta ini. Ingat Lita pak Aris sudah punya calon istri jangan hanya karena cinta kamu, merendahkan harga diri kamu jadi perempuan gak benar.
Ingat Lita, jangan seperti sekretaris pak Surya dulu menjadi duri dalam rumah tangga bu Cessie, padahal kurang baik apa coba bu Cessie lihatlah nasib mereka berdua seperti apa berakhir di penjara.
Biarpun hatinya sekretaris Lita selalu bergejolak tetapi pikiran sekretaris Lita masih normal jadi ia bisa mengendalikan dirinya jangan sampai dia terjatuh.
Setelah bersiap, sekretaris Lita gegas keluar dari ruangannya dan masuk kedalam lift, tidak lama kemudia sekretaris Lita keluar dari lift dan gegas pergi. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat ada seseorang yang manggil namanya.
__ADS_1
"Sekretaris Lita" panggil orang tersebut.
Sekretaris Lita berhenti melangkah dan menoleh ke belakang ia ingin pastikan siapa yang manggilnya teryata manajer Galu yang manggilnya.
Sekretaris Lita menaikan kedua alisnya, binggung karena selama ini ia jarang ketemu dengan manajer Galu. Bahkan mereka tidak selalu dekat kok bisa tiba-tiba manajer Galu memanggilnya ada apa.
"Eh...manajer Galu apa kabar sudah lama kita tidak bertemu walaupun satu kantor karena setiap kirim berkas selalu melalui gmail jadi jarang tatap muka, oh ya ini sudah jam pulang kantor kok manajer Galu masih disini." tanya sekretaris Lita
"Ia sekretaris Lita memang sudah lama kita tidak ketemu sehingga membuat saya Rindu sama kamu haahha, maaf sekretaris Lita kalau saya menganggu tapi kira-kira nanti malam sekretaris Lita ada waktu gak, saya sengaja menunggu sekretaris Lita karena pengen ngajak sekretaris Lita makan di luar."
Perkataan pak Galu berhasil membuat jantung sekretaris Lita tidak aman karena baru kali ini ada seorang cewok ganteng dan maco mengajaknya makan malam, apalagi sekarang sekretaris Lita lagi patah hati jadi ia tidak mau menyianyiakan kesempatan ini karena kapan lagi cobak.
"Serius pak Galu mau ngajak saya makan malam, kita tidak sedekat inikan pak"
"Saya serius sekretatis Lita, kalau saya tidak serius untuk apa saya masih disini, mungkin sudah dari tadi saya pulang untuk apa saya disini menunggu kalau saya hanya mau main-maim saja mendingan saya pulang dan istirahat"
"Kenapa pak Galu tidak mengajak pacar atau istri bapak aja, jangan sampai ada kesalah pahaman di antara kita"
Sekretaris Lita hanya tes aja karena Sekretaris Lita tahu kalau pak Galu memang belum punya istri tapi siapa tahu aja sudah punya calon, nanti sekretaris Lita di cap pelakor lagi.
"Haahha...sekretaris Lita kamu lucu deh jangankan punya istri pacar aja tidak punya, saya bukan tipe suka mempermainkan perasaan wanita sekretaris Lita. Kalau memang saya sudah punya calon tidak mungkin saya ngajak sekretaria Lita untuk makan malam bersama dengan saya, jadi sekarang sekretaris Lita mau gak."
Sekretaris Lita berpir sejenak sendangkan pak Galu masih menunggu jawaban dari sekretaris Lita, tidak lama kemudian sekretaris Lita mengangguk kepala tanda ia mau.
Akhirnya sekretaris Lita setuju ikut makan malam dengan pak Galu, jawaban sekretaris Lita membuat pan Galu senang banget kelihatan dari wajahnya.
"Yes....akhirnya Lita mau juga semoga kedepannya dia merasakan cintaku padanya, aku pengen jadikan dia istriku, dia perempuan yang baik dan lemah lembut semoga kamu nyaman ya sama aku, percaya aku akan membuat kamu bahagia.
Wah....semoga Aris tidak menyesal.
__ADS_1