
Setelah semua sudah berkumpul dimeja makan akhirnya pak Yanto dan istrinya serta asistennya semua, mereka makan bersama, karena mereka mau berangkat lebih sedikit cepat agar jangan terburu-buru di jalan, semua makan dalam diam tidak ada satu orangpun yang berbicara, hanya bunyi piring sendok saja, setelah mereka selesai makan dan akhirnya mereka bersiap berisap berangkat ke bandara.
"Bik semua sudah siapkan, kalau begitu silakan semua masuk kedalam mobil dan kita berangkat ke bandara jangan sampai kalian tertinggal disini." ujar bu Sari godain bibik
"Sudah bu, ini mau masukan barang-barang kedalam mobil dulu, soalnya masih banyak barang yang belum masuk bu" ujar bibik.
"Biarkan aja disitu soalnya itu sangat berat jadi nanti pak Danang aja yang memgangkat barang besar itu, mana kuat bibik mengangkat koper sebesar itu." ujar bu Sari.
"Iya bik biarkan aja disitu nanti setelah Danang keluar suruh dia angkat dan masukan kedalam mobil. Bibik sama Naya masuk aja duluan kedalam mobil, dan kalian tunggu disini sebentar ya saya dan istri pergi ke sana sebentar." ujar pak Yanto
Bibik dan Naya nurut aja, mereka menunggu Danang datang dan masukan barang kedalam mobil, setelah itu barulah bibik dan Naya masuk kedalam mobil sambil menunggi pak Yanto dan bu Sari kembali.
Pak Yanto dan bu Sari gegas pergi ke rumah tetangga entah apa yang mau mereka bicarakan tapi sepertinya sangat penting dan mungkin ini menyangkut keberangkatan mereka keluar kota, bisa saja pak Yanto dan bu Sari minta tolong sesekali melihat rumah mereka.
Setelah selesai pak Yanto dan bu Sari bicara dengan tetangga sekalian pamitan, akhirnya mereka kembalih menghampiri asisten dan yang lain.
Mereka masukin semua barang bawaan mereka kedalam mobil, setelah sudah pastikan kalau semua sudah masuk setelah itu barulah mereka masuk.
"Karena semua sudah masuk saatnya kita berangkat ke bandara, pak Danang bawah mobil santai aja tidak perlu ngebut ini juga masih awal kok." ujar pak Yanto
__ADS_1
"Baik pak" jawab pak Danang
Akhirnya pak Tanto dan bu Sari serta yang lain saat ini mereka mengunakan dua mobil keluar dari pekarangan rumah dan memenuhi jalan raya, yang pasti para asisten dan satpam bahagia karena bisa pergi libur bareng bosnya jarang-jarang loh, mendapatkan bos sebaik pak Yanto dan bu Sari berani memboyong para asisten pergi berlibur padahal perusahaan mereka baru bangkrut, menyesal sih pasti tapi tidak perlu berlarut dan penyesalan dan kessdihan itu.
"Bik senang gak di ajak jalan, selama inikan bibik di rumah aja gak kemana-mana kan, jadi sekali-sekali bibik dan kamu juga Naya kamu masih mudah seharusnya bisa jalan-jalan kemana kamu mau. Jangan kerja terus" ujar bu Sari
"Senang lah bu, senang banget mala, sudah di bayar sama ibu dan sudah siapkan kebutuhan kami, makasih banyak ya bu, pak semoga Allah melimpahkan rejeki untuk keluarga pak dan ibu Amin." ujar bibik dan kedua satpam
"Kalian sudah lama disini juga jadi anggap aja ini bonus untuk kalian semua, tapi kalian tenang aja gaji kalian tetap aman jangan kuwatir jika saya potong gaji kalian, karena itu hak kalian untuk mendapatkannya." ujar pak yang, dan akhirnya mereka semua kembali hening, mereka berperang dengan pikiran masing-masing.
Pak satpam yang jadi supir kemudi dia menyetir mobil dengan santai tidak terlalu cepat, lagian mereka juga lewat tol jadi tidak macet masih sepi jadi perjalanan lancar.
Setelah selesai parkir dengan sempurnya akhirnya mereka semua turun dari dalam mobil dan segera mengeluarkan barang bawaan masing-masing kalau kedua koper bu Sari dan pak Yanto sudah di urus oleh kedua satpam. Karena kopee itu sangat berat.
"Bagaimana, sudah turun semua belum barang bawaan kita?, coba periksa lagi jangan sampai ada yang tertinggal di mobil" tanya bu Sari
"Sudah semua bu, sudah tidak ada yang tertinggal didalam " jawan Danang
"Ok baiklah kalau begitu kita masuk dulu kedalama bandara, kita cek in dulu biar nanti setelah itu kita langsung naik kedalam pesawat.
__ADS_1
Mereka melangkah kaki mereka masuk kedalam bandara, dan mereka cek in setelah cek in mereka menunggu ruang tunggu.
Sekarang bagaimana dengan nasib Nadia jika kedua orang tuanya pergi berlibur dan bersenang dengan para asisten, sedangkan Nadia terkurung didalam kamar petak dengan ketakutan. Karena takut tiba-tiba di datangi polisi, ternyata seperti itu ya kalau orang yang selalu membuat kesalahan, hidupnya tidak tenang yang ada hanya dihantui rasa takut yang berlebihan.
Padahal rencana Nadia pergi kerumah orang tuannya untuk meminta tolong belum dilaksanakan, selarang justru orang tuanya pergi berlibur. Namun bagaimana mau di tolong sedangkan orang tuanya saja sudah pergi berlibur dan tidak ada seorang pun yang tertinggal di rumah itu, justru rumahnya kosong dan terkunci semua, jadk nanti jika Nadia datang pasti tidak mendapati bu Sari dan pak Yanto dk rumah besar itu.
Sedangkan di bandara sekarang bu Sari dan yang lain sudah bersiap masuk kedalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan take off, mereka masuk kedalam pesawat dan mencari kursi masing-masing untuk duduk. Tak lama setelah itu akhirnya pesawat benar-benar terbang meninggalkan bandara dan terbang tinggi ke awan.
Bibik yang baru pertama kali naik pesawat jadi ketakutan karena melihat ketinggian itu sampai ia berkeringat dingin membasahi tubuhnya, sedangkan Naya yang duduk disamping bibik juga ikut tengang tapi kalau Naya masih agak sedikit rileks, kalau bibik yang benar-benar ketakutan.
"Bik, jangan takut gitu deh, membuat aku yang gak tenang lihat bibik, kalau bibik takut seharusnya tidak usa ikut tadi, dari pada bibik berkeringat dingin bengini awas jangan sampai bibik pingsan nanti, aku tidak sanggup mengurus bibik". Ujar Naya berbisik takutnya ada yang mendengar.
"Brisik kau Naya, kamu gak lihat tuh kita ada dimana tinggi kali kita diatas, kalau kita kenapa-kenapa bagaimana? Kamu mau tanggung jawab" tanya bibik.
"Yaelah bik, kita serahkan aja seluruh hidup kita kepada Tuhan, jangan takut hanya Allah yang pemengang hidup kita jadi tidak usa takut. Percayalah bahwa Allah pasti akan melindungi kita sampai tujuan, perbaiki tuh muka bibik lihat pucat pasih kayak mayat hidup aja"
Pukkkkkk!
"Ngaur aja kalau ngomong, masa aku dibilang kayak mayat hidup, aku ini manusia bukan mayat hidup tahu, tapi benar juga sih yang kamu bilang tadi hidup dan mati itu sudah di atur oleh Tuhan jadi memang seharusnya aku tidak perlu takut."
__ADS_1
"Nah gitu dong, itu baru namanya teman baik"