Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
187


__ADS_3

Setelah selesai dengan drama dari Cessie, sekarang Aris juga rencana mau cerita soal lamarannya dengan Faya. Tapi sayangnya mengingat waktunya tidak mendukung karena sebentar mereka akan meeting penting. Jadi Aris urungkan hanya saja Aris berikan kode kalau ia juga pengen bicara sesuatu hal penting, dan tidak kalah penting dari ceritanya Cessie.


"Ayah, ibu adik sebenarnya Aris juga mau menyampaikan sesuatu hal penting, hanya saja Aris melihat waktunya terus berjalan apalagi sebentar lagi ada meeting penting di kantor jadi mungkin Aris pulang saja baru Aris cerita"


"Waduh, ayah. Anak kita dua-duanya sekarang punya cerita masing-masing jangan-jangan semalam putra kita pergi membawah hasil yang bagus. Makanya mau bicara soal kapan kita pergi melamar gadis itu".


Wah..ternyata tebakan bu Intan tepat sasaran bisa juga bu Intan membaca gerak-gerik Aris, membuat Aris salah tingkah sedangkan Cessie sudah senyum-senyum sendiri.


"Iya bu papa juga berpikir begitu, tapi nantilah kalau putra kita pulang dari kantor baru kita interogasi dia, sekarang biarkan saja dulu dia berangkat kerja takutnya nanti mereka terlambat ke kantor"


"Ok deh pah, kali ini ibu loloskan putra kita pergi tapi ada hutang penjelasan untuk kita pah, janga lupa nak kamu hutang penjelasan untul ayah dan ibu."


"Iya yah, ibu nanti Aris akan jelaskan semua sama ibu dan ayah, tapi setelah pulang dari kantor"


Setelah selesai bicara Cessie dan Aris pamit kekantor meninggalkan kedua orang tuannya masih duduk di meja makan, karena memang sekarang pak Arya sudah jarang kekantor, pak Arya hanya pantau dari rumah saja melihat perkembangan perusahaan lewat kiriman gmail aja.


Pak Arya dan bu Intan mereka berdua memikirkan kehidupan kedua anaknya kedepan, dan nanti kalau cucu mereka sudah lahir itu juga mereka harus pikirkan agar cucunya tidak kekurangan perhatian dan kasih sayang.


Mereka tidak mau nanti pas Surya keluar dia berkesempatan untuk merebut hati anaknya. Dan mengambil hak Asuh anaknya itu, maka mulai sekarang pak Arya dan bu Intan juga harus memikirkan kehidupan cucu mereka. Apalagi kalau Aris sudah menikah dan punya anak pasti makin seru.


"Pah, ibu tidak bisa bayangkan kalau seandainya cucu pertama kita lahir terus nanti kalau Aris sudah menikah dan punya anak. Betapa bahagianya kita punya cucu yang lucu-lucu dan imut"

__ADS_1


"Iya bu, papa juga mikirin itu biarlah mereka bahagia kita sudah tua bu, tidak tahu kapan kita akan kembali ke sang pencipta hanya sekarang kita berikan yang terbaik untuk mereka selagibkita masih ada."


Sedangkan Cessie dan Aris dalam perjalanan menuju ke Kantor, karena Cessie sangat penasaran jadi ia tidak mau menunggu lama apalagi sekarang mereka berdua ada didalam satu mobil jadi kesempatan untuk bertanya.


"Kak apa yang mau kak ceritakan ke ayah dan ibu. Kok kayak serius banget, sekarang aku disini kak jadi ceritakan lah ke aku, aku tidak bisa menunggu sampai pulang kerumah itu sangat lama haha"


"Hahaha kamu ini ya dek selalu bikin gemas aja, iya kak akan ceritakan sama kamu, kalau semalam kak sudah melamar Faya menjadi istri kak, kamu mau kan dik kak nikah dengan Faya"


"Apa.....kak melamar Faya....yang benar aja kak"?


"Iya dik kak serius sejak kapan kak bohong sama kamu"


"Kok bisa kak, coba cerita dong bukannya kak hanya ngajak Faya makan malam biasa aja. Tapi kak tahu tidak sebenarnya Cessie bahagia banget mendengarnya kak."


"Iya kak memang dari awal Cessie hanya suka kalau kak nikah sama Faya karena Cessie sudah sangat mengenal Faya dia gadis yang baik hati."


"Itu juga yang membuat aku jatuh cinta dengannya dik karena dia juga sangat menyayangi kamu. Kalau seandainya dia tidak menyayangi kamu mungkin kak juga belum tentu memilih dia menjadi istri kak" gumam Aris dalam hati.


"Terus...terus kak cerita dong aduh...so sweet banget kakku ini."


"Jadi sebenarnya rencana awal memang kak hanya ingin makan malam biasa aja sama Faya. Tidak ada niatan sama sekali untuk melamarnya waktu selesai telpon di kantor sama dia, kak kepikiran untuk buat suasana makan malam agak sedikit indah begitu akhirnya kak boking restoran di ruang vip. Sekalian ada juga pemain biola disana, tapi entah kenapa pas kita dalam perjalanan pulang hati kak seperti kayak pengen jadikan Faya menjadi bagian dari hidup kak, seolah kak takut kalau terlambat Faya jatuh ke laki-laki lain."

__ADS_1


"Pada akhirnya pas kita sampai di rumah kak kembali telpon pihat restoran untuk menghiasi ruangan itu dengan bunga mawar dan membuat tulisan I Love You. Pas kak pergi jemput Faya, baru kak pergi singah ke toko emas dan belikan dia cincin satu, malam itu kak pikir dia tidak menerima kak, ternyata kak salah dia dengan senang hati menerima kak."


"Tapi dia ragu karena dia takut kamu marah dek, karena kak ngajak dia cepat nikah tapi dia bilang takut kalau nanti kami duluan nikah sedangkan kamu belum."


"Ya ampun anak itu memang kebiasaan selalu mementingkan perasaan orang lain ketimbang perasaannya sendiri, aduh so sweet pokoknya kak harus traktir aku makan yang enak merayakan kebahagiaan kak."


"Seharusnya adik yang traktir kak kan adi juga di lamar sama Julio, gimana kalau kita gantian, nanti kamu ngajak Julio makan malam bersama kita berempat, itu kak yang bayar nanti nekst kita makan lagi dan kamu dik yang bayarin."


"Ok siapa takut"


"Kak dengarkan Cessie baik-baik, Cessie tidak masalah kak menikah, justru Cessie sangat bahagia karena akhirnya kakku yang paling ganteng ini menikah. Mendingan kak menikah secepatnya itu lebih bagus kak."


"Iya dik makasih ya, kamu adik kak yang paling baik dan pengertian. Kak bangga sama kamu dan kaka sangat bahagia memiliki adik sudah cantik baik hati lagi."


"Makasi juga kak, karena selama ini kak sudah menjaga dan melindungi Cessie. Kak adalah kak terbaik bagi Cessie, Cessie sangat bahagia kalau kak juga bahagia. Saatnya kak harus mencari pasangan hidup"


"Hahaha kamu lucu ya dik, kalau kayak gitu gimana Julio tidak jatuh cinta sama kamu coba. Kamu sangat imut dan sangat cantik untung kamu hamil perut agak buncit kalau tidak, orang berpikir kamu masih anak gadis yang baru tamatan SMA yang masih unyu-unyu"


" Aha...kak pandai mengombal pantas aja Faya langsung jatuh cinta karena pasti termakan rayuan gombal inikan. Makanya lamaran kak langsung di terimah begitu saja tanpa penolakan sama sekali"


"Ah...kamu ya dek, bisa aja ngomongnya kak itu tidak pintar mengombal dik, tapi memang dasarnya Faya juga sudah jatuh cinta sama kak makanya di juga mau menerima kak begitu saja, namanya cinta itu buta jadi segalah sesuatu bisa di butahkan oleh cinta begitu juga cintaku ke Faya dan cinta Faya ke kak. Dan juga cinta kak ke kamu dan ibu terus ayah tidak ada batasnya dek"

__ADS_1


****


Hay para pembaca Setia mampir ya(Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda).


__ADS_2