Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
246


__ADS_3

"Tenyata kedua ponakanku sudah pada besar semua kalau seperti itu kenapa bukan mereka salah satu saja yang di nikahkan dengan orang tua ini, kenapa musti aku yang jadi korbannya padahal aku sudah punya calon suami dan paman dengan bibik juga sudah tahu keterlaluan mereka jadi maksudnya aku yang di jadikan tumbal mereka."


"Aku pikir selama ini paman Bagas orang baik ternyata manusia bermuka dua. Kalau di bilang nyesal sih iya tapi mau bagaimana lagi semua sudah terlajur aku yang bodoh tidak mau dengarkan perkataan Cessie. Tapi tidak apa-apa juga karena dengan kedatangan aku kesini aku tahu siapa mereka apalagi selama ini aku juga sering kirim uang ke mereka"


"Nak bagaimana dengan pekerjaan kamu di kota lancarkan semuanya" tanya bibik


"Syukur bik semua lancar aku kesini juga karena cuti makanya aku harus cepat pulang, bik sebenarnya paman mau bicara apa sih sampai menyuruh Faya pulang kesini Faya sibuk loh bik"


"Kamu sabar aja dulu nduk nanti kalau paman kamu sudah pulang baru kamu tahu alasan kenapa paman dan bibik menyuruh kamu pulang kesini, lagian untuk apalagi kamu kerja nak, sedangkan kamu nanti menikah dengan anak orang kayak jadi tidak perlu capek-capek kerja lagi tinggal duduk diam dirumah dan mengurus suami. Kamu tidak usa pulang lagi nduk kekota karena setelah kamu menikah pasti tetap tinggal disini sama suami kamu nduk"


Oalah...ternyata benar Faya memang sudah di jodohkan oleh paman dan bibiknya dengan pria tua bangka itu astaga apes banget hidup kama Faya semoga kamu bisa lolos ya dari tangan jahat paman kamu itu. Faya pura-pura gak mengerti dan mau bertanya lagi namun tidak disangka ternyata paman Bagas pulang tumben hari masih siang begitu tapi sudah pulang.


"Assalamalaikum....." ujar paman bagas menyapa orang yang ada dalam rumah


"Walaikumsalam..." dan di jawab juga oleh Faya, bibik dan juga Ilham.

__ADS_1


"Wah...kamu sudah sampai ya nak maaf tadi paman agak sedikit sibuk jadi paman gak sempat jemput kamu, tapi gapapa biar kamu lebih dekat lagi dengan nak Ilham. Karena sebentar lagi kalian anak menikah" ujar paman Bagas


Paman Bagas membuang senyum ke arah Faya dan Ilham tanpa merasa bersalah namun Faya langsung menyangga perkataan paman Bagas, tapi dengan tenang Faya gak mau marah-marah nanti bisa mengacukan rencananya kalau dia marah nanti paman dan bibiknya tahu kalau dia tidak setuju jadi mereka ekstra menjaganya jadi Faya pura-pura biasa saja padahal dalam hati menjerit.


"Maaf paman maksud paman apa ya, aku nikah dengan siapa, paman tahukan calon Faya di kota"?


"Iya karena kamu sudah sampai disini jadi paman akan jelaskan ke kamu, memang kamu belum istirahatkan cape kamu tapi lebih baik kamu tahu sekarang agar nanti kamu tidak kanget lagi, jadi sebenarnya paman meminta kamu kesini karena paman tidak sukan dengan pria kota itu."


"Jadi paman sudah mencarikan calon suami yang terbaik untukmu nak Ilham ini dia banyak tahu tentang ajaran agama jadi setelah kamu menikah dengannya kamu belajar agama karena selama ini nak Ilham sudah banyak membantu keluarga kita nak"


"Semenjak orang tua kamu meninggal paman dan bibik yang merawat kamu jadi kamu harus balas budih karena paman dan bibik sudah menerima uang satu miliyar dari nak Ilham sebagai mahar kamu.".sambung paman Bagas


"Paman, bibik bukankah selama Faya kerja di kota selalu kirim uang untuk paman setiap bulan Faya kirim lima juta, kenapa paman dan bibik bisa melakukan ini terhadap aku dimana hati nurani kalian kenapa tidak Masni atau Mega aja yang menikah dengan laki-laki ini lagian bukan aku yang makan uang itu."


"Hey jaga ucapan kamu ya Faya anak-anak saya itu masih punya masa dengan lagian kamu juga sudah cukup umur apa salahnya kamu berbakti pada paman dan bibik, masih untung kamu di carikan calon suami yang baik dan kaya dari pada laki-laki kota itu belum tentu punya harta yang banyak untuk kasih ke paman dan bibik palinga anak gelandangan"

__ADS_1


"Bibik memang benarkan perkataanku kalau memang bibik dengan paman mau punya menantu kaya raya kayak laki-laki ini, ya nikahkan Masni saja dengan pria ini kenapa harus aku, lagian umur aku dengannya aja sangat bedah jauh kayak bapak sama anak, kok bisa-bisanya paman bicara begitu bilang kalau calon suami saya disana anak gelandanga. Paman mau anak gelandangan atau mau tukang sapu jalan kek itu tidak berpengaru untukku yang penting aku bahagia dan dia juga menyayangiku" ujar Faya agak sedikit emosi


"He Faya kamu anak tidak tahu di untungnya kamu lupa dulu siapa yang merawat kamu, seharusnya kamu tahu balas budilah walaupun nak Ilham umurnya sudah jauh lebih tua dari kamu tapi dia masih kuat kok. Dan juga pasti kamu akan bahagia karena dia berikan segalanya untuk kamu, seharusnya kamu bersyukur paman dan bibik sudah baik hati memilih pasang yang baik untuk masa depan kamu. Ini justru kamu mala marah"


Aduh kasian kamu Faya ternyata kamu di jebak sama paman dan bibik kamu yang mata duitan itu tapi kamu tenang saja jika kamu tidak pulang pasti babang tanpan datang untuk memcarimu. Yang penting sekarang kamu harus kendalikan emosi kamu agar tidak membuat kondisi semakin keru nanti paman dan bibik kamu justru mengurung kamu di rumah lagi dan kamu tidak memiliki kebebasan untuk kabur.


Kamu harus pintar Faya kamu harus tahan dan sabar menghadapi mereka lebih baik kamu iyakan aja kemauan mereka biar mereka merasa senang dan tidak menekan kamu, tapi kamu diam-diam kaburlah dari situ dan langsung pulang ke kota. Karena babang tanpan kamu pasti akan sedang menunggumu.


Faya menghela napas panjang karena dia merasa lelah baru saja sampai belum juga istirahat sudah di timpah dengan beban berat. Makanya Faya dibilangin itu harus dengar-dengaran sekarang kamu sudah rasainkan.


"Dasar manusia penjilat aku akan membuat kalian menyesal karena berani memperlakukan aku seperti ini baiklah aku akan mengikuti permainan kalian aku mau lihat siapa pemenangnya nanti aku yang menyesal atau kalian yang menyesal karena berani memperlakukan aku seperti ini." gumam Faya dalam hati.


Faya menatap mereka satu persatu baru tersenyum lebar menurut paman dan bibik bahkan Ilham senyum Faya adalah senyuman bahagia tapi menurut Faya senyuman kebencian.


"Baiklah paman, bibik Faya siapa menikah dengan pak Ilham tapi boleh Faya minta satu hal"

__ADS_1


"Apa....nduk kamu serihs mau nikah dengan nak Ilham, ya ampun nduk makasih bibik sangat senang akhirnya kamu tahu cara balas budih."


Perkataan Faya berhasil membuat ketiga manusia itu kegirangan karena mereka pikir Faya benar-benar menerima perjodoham itu. Jadi tidak perlu mereka paksakan lagi dan kalau Faya berhasil menikah dengan Ilham berarti setiap bulan pundi-pundi uang akan masuk terus ke rekening paman Bagas itu yang membuat mereka sangat bahagia.


__ADS_2