
Saat ini pak Yanto dalan perjalanan menuju ke kantor polisi, karena sudah janji dengan Damal, dalam mobil menuju ke kantor polisi hati dan perasaan pak Yanto tak tenang, dan pak Yanto juga sudah siap dengan segalah yang resiko yang akan terjadi baik itu kabar buruk maupun kabar baik.
Karena surat yang di kirim oleh orang misterius itu membuat hati pak Yanto gak tenang, namun nasib sialnya tiba-tiba hp pak Yanto berbunyi, pak Yanto berusaha mengapai hpnya yang sengaja di simpan di depan mobil tapi sayangnya, setelah di ambil tiba-tiba jatuh kebawah kursi.
Namun bukannya pak Yanto pingirkan mobil dulu baru ambil, ini mala pak Yanto berusaha mengambil hpnya dari bawah kursi. Akhirnya usaha pak Yanto berhasil mengambil hpnya, namun sayang pas pak yanto mengangkat kepala ternyata mobilnya sudah keluar dari jalur dan masuk ke jalur lawan arah, bersamaan dengan itu truk besar dengan muatan penuh dengan kencang melaju dari arah depan.
Tringgggggg.......klakson berbunyi nyaring terdengar dari truk besar itu,
Dengan Cepat pak Yanto membanting setir dan hampir menabrak trotoar, untung pak Yanto sangat lincah dan rem mendadak namum tetap aja dada dan kepalanya agak sedikit terbentuk ke setir mobil.
"Hummmmm...Ya Allah" pak Yanto menarik nafas panjang dan membuang dengan kasar bahkan badannya gemetaran hebat, pak Yanto gak yakin, kalau seandainya ia menabrak mobil truk besar itu, bisa selamat apalagi ia melihat betapa kencangnya mobil itu melaju dengan begitu kencang . Pak Yanto gak bisa bayangin.
Kalau seandainya pak Yanto menabrak truk itu kemungkinan hancur berkeping-keping tapi untung Tuhan masih menolongnya.
"Ya Tuhan untung saya masih selamat"
Pak Yanto bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan masih sangat baik. Dan bisa selamat dari maut.
Setelah pak Yanto menarim nafas panjang karena bisa selamat dari maut, pak Yanto segerah mengambil hpnya dan melihat, siapa yang menelpon tadi ternyata dari nomor kantor, akhirnya pak Yanto telpon balik.
Namun betapa kangetnya pak Yanto tahu kalau ternyata yang telpon itu berasal dari sekretaris pak Yanto yang menyapaikan kalau perusahaan Arya grup. Memutuskan kerja sama dengan perusahaan pak Yanto, seketikan badan pak Yanto lemas dan sesak nafas. Untung ada obat yang selalu pak Yanto bawah dan langsung meminumnya.
Setelah selesai minum pak Yanto menenangkan dirinya dan melanjutkan perjalanan ke kantor polisi, walaupun pak Yanto tahu kalau saat ini perusahaan dalam bahaya, yaitu dalam masa sulit karena penanam saham terbesar adalah perusahaan Arya grup, sekarang perusahaan itu sudah memutuskan kotrak kerja sama dan pasti mereka akan rugi besar sampai berapa miliyar.
__ADS_1
Mobil pak Yanto melaju menuju ke kantor polisi gak lama, mobil berbelok masuk kedalam area parkir, pak Yanto langsung keluar dari mobil ternyata Damal sudah menunggunya.
"Pak sudah sampai, silahkan pak kita langsung masuk kedalam saja."
Pak Yanto gak mau menundah dan menunggu lama-lama karena, memang pak Yanto rencana setelah selesai dari kantor polisi, ia dan Damal langsung ke kantor.
Setelah melalui pemeriksaan akhirnya pak Yanto dan Damal di injinkan masuk dan langsung ketemu dengan polisi.
"Selamat siang pak polisi" ujar pak Yanto menyapa pak polisi.
"Siang juga pak, ada yang bisa kami bantu?"
"Jadi begini pak........."
Pak polisi yang mendengar cerita pak Yanto hanya manggut-manggut...setelah selesai pak Yanto jelaskan barulah pak polisi bicara.
"Jadi begini pak, memang perempuan yang atas nama Nadia itu di tahan bersama dengan seorang laki-laki yang bernama Surya, namun pada saat mereka di tangkap dan dibawah sampai disini, terjadi suatu insiden yang membuat bu Nadia akhirnya di larikan ke rumah sakit, tapi sayangnya kami dari pihak kepolisian menerima berita dari anggota kami jika tadi malamternyata bu Nadia kabur dari rumah sakit dan sampai sekarang belum tahu bu Nadia ada dimana masih dalam pencarian.
"Nanti kalau sudah ada kabar baik kami akan memberikan informasih kepada bapak."
"Atau bapak mau ketemu dengan suaminya, karena sekarang suaminya ada di tahanan." ujar pak polisi.
"Tak usa pak, saya hanya mau ketemu dengan bu Nadia saja, kalau soal suaminya nanti lain kali aja saya akan kesini lagi"
__ADS_1
"Kalau boleh tahu bu Nadia dan suaminya berkasus karena apa ya pak" Tanya pak Yanto
"Dari berita yang kami terimah kalau bu Nadia dengan suaminya mengelapkan dana perusahaan sebanyak dua miliyar pak"
Mendengar hal itu pak Yanto benar-benar terpukurl, kenapa anak semata wayangnya bisa melakukan hal buruk itu, dan karena kelakuannya sekarang semua berimbas ke bisnis orang tuanya dan perusahaan sekarang dalam masalah.
"Ya Tuhan kuatkan hambahmu, untuk menghadapi segala cobaan ini dan berikan hambah kesabaran."
"kalau begitu makasih banyak pak kami parmisi."
"Ok baik pak"
Setelah pak Yanto menerima berita yang valit dari kantor polisi, dengan berat hati pak Yanto dan Damal melangkah keluar dari dalam kantor polisi dan melangkah menuju parkiran.
"Dam kita langsung ke kantor ya, ada masalah besar di kantor saat ini saya binggung apa yang harus saya lakukan dam, saya susah paya merintis perusahaan ini dari nol dan sekarang sudah bangkit, ternyata hanya dalam sekejap mata anak kurang ajar itu menghancurkan semuanya "
"Iya pak Damal juga sudah di kabarin pak, tapi kenapa perusahaan grup dengan gampangnya memutuskan kerja sama dengan perusahaan kita pak? Kan semua ini masalah nona Nadia jadi seharusnya gak bisa masalah pribadi di sangkut pautkan dengan bisnis pak"
"Penarikan saham ini terjadi karena ulah anak kurang ajar itu Dam, jadi Tuan Arya marah makanya ia memutuskan kerja sama, sekarang ini perusahaan dalam masa sulit Dam saya takut kalau nanti masalah ini kedengaran ke penanam saham yang lain bisa saja mereka juga ikut menarik saham mereka, lagian bagaimanapun saya orang tuanya Dam jadi yang bertanggung jawab pasti saya ."
"Iya pak kita harus memikirkan cara untuk menyelamatkan perusahaan sebelum perusahaan kolaps pak."
Saat ini pak Yanto untuk sekedar mengangkat kepala aja rasanya sangat berat, pak Yanto merasa sudah jatuh karena anaknya sekarang mala ketimpah tangga lagi.
__ADS_1
Nadia mendingan kamu mati ajalah dari pada kamu ngusain orang tua kamu aja, lihat mama kamu sakit dan baru keluar dari rumah sakit, dan sekarang bapak kamu lagi hampir sedikit kehilangan nyawa.