Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
82:82


__ADS_3

Pak yanto benar-benar kecewa dengan nadia anak gadis satu-satunya bisa-bisanya membuang sampah kemuka ayahnya sendiri, kalau sampai semua teman-teman bisnis pak yanto tahu kelakuan putrynya pam yanto bisa gawat.


Selama inj pak yanto sudah berusaha keras untuk membangun kembali perusahaan itu dengan susah paya, jadi pak yanto gak mau karena ulah anak gadisnya itu semua hancur


Tak seorang pun di dunia ini yang tak lepas dari masalah, pasti ada aja masalah yang selalu kita hadapi, tapi masalah yang kita alami memiliki fersi berbeda dan masing-masing, kadang ada masalah yang datang karena dengan sadar kita yang melakukan masalah itu sendiri, ada juga masalah datang karena perbuatan orang lain tapi kita yang kenah imbasnya dan ada juga masalah datang karena tanpa sadar kita melakukan kesalahan itu.


Tapi sekarang masalah fersi pertama dan kedua yang sudah nadia lakukan, ia melakukan tapi orang tuanya yang kenah, malu, kecewa sedih campur aduk jadi satu. Seperti yang pak yanto alami saat ini, orang tua itu merasakan malu karena anak gadis satu-satunya membuat masalah dan mencoreng nama orang tuanya.


Pak yanto juga kecewa karena anak yang di anggap baik dan di sayang sangat mengecewakan, ia melakukan hal yang menjijikan, karena pak yanto yakin kalau nadia itu belum menikah walaupun sudah hamil , namun jika nadia benaran sudah menikah bisa juga nadia jadi istri siri dari laki-laki itu, dan sekarang pak yanto sedih karena putri yang ia banggakan dan sayangi ia berani membohongi orang tuanya dan meninggalkan anak bahkan suaminya hanya demi berselingkuh.


Pak yanto sangat frustasi, mau bagaimanapun kesalahan yang nadia lakukan ia sebagai seorang ayah pasti merasa gagal mendidik nadia sehinggi ia salah langkah dan jatuh kedalam masalah, pak yanto berpikir kalau ia harus mencarinya nadia sampai dapat dan bila perlu nadia di seret kembali kerumah, kalau nadia gak mau juga mendingan usir aja dan gak perlu menganggap dia ada


Pak yanto keluar dari kamar dan masih mendapati istrinya duduk di ruang tamu sambil nonton, pas bu sari melihat suaminya datang ia dengan sumbringan menyuruh pak yanto untuk duduk di sampingnya. Karena ada hal yang ingin bu sari bicarakan dengan pak yanto. Mengenai ke rumah iksan nanti.


"Pah duduk disini, papa kenapa? Pas keluar dari ruang kerja kok muka pada kusut begitu, apa ada masalah kerjaa pah." ujar bu sari yang heran melihat sang suami keluar dari ruang kerja gak ada semangat hidupnya, dan mukanya pak yanto kusuk banget, padahal tadi sebelum masuk baik-baik aja pikir bu sari.

__ADS_1


Pak yanto masih diam ia malas menangapi pernyataan istrinya, karena selalu gak nyambung kalau bicara dengan bu sari.


"pah, ini loh, mama dari tadi sudah pikirkan, kalau kita harus ke rumah iksan ya pah, siapa tahu cucu mama disana mama kangen loh pah, takutnya nanti pas nadia kembali ia marah sama kita pah, karena mama sama papa gak pernah pergi melihat anaknya" ujar bu sari sengaja mengeluarkan jurus merayu agar suaminya mau ikut kesana.


Sebenarnya pak yanto sudah malas membahas masalah ini dengan sang istri, tapi biar aja pak yanto ceritakan semuanya ke bu sari agar bu sari gak nuntut lagi pergi ke rumah iksan pikirnya.


"Mah, sudah ya, gak usa mikirin anak itu lagi, dan juga mendingan kita gak usa pergi kesana mah parcuma juga, nanti kalau iksan gak terimah kita bagaimana, kalau hanya gak mau ketemu sama kita gapapa, tapi kalau sampai kita di usir mama gak malu."


" Papa tenang aja kita ga bakal di usir sama iksan, karana ia masih menunggu kepulangan nadia"


Bu sari tercengang kanget mendengar perkataan suaminya, tapi dasarnya bu sari egois dan keras kepala ia mala gak percaya tapi kembali menuduh iksan lagi yang selingkuh makanya nadia juga selingkuh, sudah tahu anaknya yang salah, bukannya kasih pelajaran ini mala belain terus makin menjadi-jadilah.


"Bisa jadikan pah, nadia selingkuh karena iksan yang duluan selingku dari nadia, tapi pah seharusnya papah senang dong kalau memang bebar nadia hamil itu artinya sebentar lagi kita punya cucu" ujar bu sari sumbringan namun ia gak tahu suaminya sudah mau menerkamnya.


Kali ini bu sari benar-benar menguji kesabaran pak yanto, karena pak yanto sudah muak dengan semua omong kosong istri nya, pak yanto langsung banting meja yang ada di depan membuat bu sari terkejut setegah mati.

__ADS_1


Brakkkkk!


"Diammmm....sampai kapan pun papa gak mau punya cucu haram."


" Kamu mah sebagai istri gak perna mau mendengar dan menghargai saya sedikitpun sebagai suami, kamu istri macam apa ya, sudah berulang kali juga di jelasin apa muka kamu ini di buat dari apa sehinggi lebih kuat dari tembok, belain terus anak itu nanti saat dia buat masalah dan masuk penjara mendingan kalian berdua aja sana masuk sama-sama biar gak usa ngusain hidup papa mah"


"Bukannya papa gak sayang sama nadia, saya sebagai ayah merasa gagal, karena gak bisa mendidiknya dengan baik, seharusnya mama itu sebagai istri yang baik berikan solusi yang baik juga agar masalah ini selesai dengan baik, bukan mala selalu belain dan mengkambing hitamkan orang".


Sudah tahu nadia salah tapi masih juga belain dia dan parahnya lagi, mama selalu menuduh iksan yang selingkuh memangnya mama punya bukti, jangan suka menuduh orang sembarangan mah, karena takut kalau benar nadia yang selingku apa mama gak malu sudah menuduh orang.


"Papa cape mah, cape bicara sama mama tapi gak sekali pun mama mendengarkan perkataan papa, terus guna apa lah papa disini sebagai suami...guna apa mah...jawab jangan diam."


Kali ini emosi pak yanto benar-benar menakutkan, membuat bu sari seketika diam dan wajah pucat pasi karena selama ini, pak yanto gak perna sekasar dan seemosi itu. Baru kali ini, jadi bu sari merasa sangat takut.


Mampus kamu kan bu sari jadi istri ngeyel banget sih, sekarang di bentak sama pak yanto baru ketakutan, jadi istri kok egois banget

__ADS_1


__ADS_2