Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
170


__ADS_3

Jantung sekretaris Lita benar-benar tidak aman. Dalam kondisi menengang seperti itu, Aris tiba-tiba bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan sekretaris Lita di ruangan meeting. Namun pada saat sampai diluar ruangan Aris tidak melihat sekretaris Lita keluar akhirnya Aris kembali lagi memanggil sekretaris Lita. Dasar Aris berani-beraninya kerjain sekretaris Lita jadi baperkan.


"Sekretaris Lita tidur disana ya kalau begitu biar saya kunci pintu dari luar", tutur Aris senyum, mendengar itu sekretaris Lita panik dan bergegas keluar. Membuat Aris tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sekretaris adiknya itu.


Sebenarnya sekretaris Lita cantik putih dan tinggi badannya juga bagus , hanya saja entah kenapa Aris kurang srek sama sekretaris adiknya itu, justru Aris lebih tertarik dengan Faya. Yang agak sedikit cerewet.


Sebenarnya Aris juga tahu kalau sekretaris Lita ada tertarik padanya, makanya Aris agak menjauh karena takutnya sekretaris adiknya itu berharap lebih padanya. Padahal Aris tidak punya perasaan apa-apa sama sekretaris Lita.


Dan perna sekali sekretaris Lita mendapati Aris dan Faya duduk berdua di ruangan Aris sambil makan dan bercanda, padahal selama ini Aris tidak suka ada cewek masuk ke ruangannya selain Cessie dan ibunya.


Waktu itu Cessie menyuruh Srkretaris Lita memanggil Aris, tapi palingan disuruh berdiri aja di depan pintu, tidak perna diijinkan masuk namun kali ini justru Aris berani membawah wanita kedalam ruangannya. Berarti wanita itu ada istimewa bagi Aris pikir sekretari Lita, ada sedikit rasa cemburu dan sakit hati.


Setelah sekretaris Lita keluar dari ruangan ia tidak berani menatap Aris dan langsung masuk kedalam ruangannya.


Begitu juga Aris langsung masuk keruangannya, namun justru langkahnya terhenti mana kala ia ingat kalau Cessie belum makan siang, Aris langsung pesan makanan untuk empat porsi satu dikirm ke kantor Faya tiga kirim ke kantor Arya grup.


Tak lama pesanan Aris datang, ia langsung menghubungi sekretaris Lita.


"Sekretaris Lita tolong ke depan ruanganku" sekretaris Lita hanya nurut saja dan pergi ke depan ruangan ternyata, Aris ada berdiri bersama dengan kurir.


"Ada apa pak Aris memanggil saya? ada yang bisa saya bantu pak?" tanya sekretaris Lita.

__ADS_1


"Ia sekretaris Lita aku butuh bantuanmu untuk makan makanan ini ya, habiskan biar tambah berisi" ujar Aris memang kocak juga.


"Makanan apa ini pak, ini untuk saya gitu, maksud pak Aris"? Tanya sekretaris Lita memastikan.


"Iya itu makanan bukan racun, ya untuk kamulah terus kaalu bukan untuk kamu jadi untuk siapa lagi."


"Ha.. Benaran pak, aduh pak Aris baik banget deh beliin aku makanan makasih ya pak, sering-sering begini juga tidak apa-apa" ujar Lita sumbringan, ia bahagia mendapatkan makanan dari Aris itu Artinya Aris perhatian sama dia pikirnya.


"Tidak apa-apa kebetulan aku beli tiga porsi jadi dapat promo, makanya di kasih gratis satu kebetulan kamu belum makan kan sekalian aja untuk kamu." ujar Aris berbohong, supaya sekretaris Lita jangan berpikir lebih jauh, padahal memang Aris segaja beli empat porsi.


Seketikanperasaan sekretaris Lita tidak enak dan kecewa. Padahal tadi dia sudah bahagia karena pikirnya aris perhatian sama dia makanya dibeliin makananya, namun ternyata hanya dapat gratisan promo.


Sedangkan didalam kamar Cessie mengeliat dari tidurnya, ia sadar dan duduk di ranjang karena kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul jadi. Ia masih duduk termenung.


Tapi setelah ia benar-benar sadar tiba-tiba ia berjingkak dari tempat tidurnya. Ya ampun aku ketiduran, ha... kenapa aku tidur disini bukannya tadi seingat aku tidur di sofa deh, mana bisa aku jalan sendiri kesini ya Tuhan, kenapa sampai ketiduran sih..."


Cessie panik dan gegas keluar dari kamar dan menuju ke ruangannya, namun tidak ada orang. Waduh...Lita benar-benar deh kenapa aku tidak di bangunin sih.


Cessie langsung lihat jam ternyata sudah jam makan siang bahkan sudah lewat, berarti sudah lama juga Cessie tidur, tapi pas bangun enak banget badannya.


Cessie yang biasanya telpon Lita dan menyuruh ke ruangannya, kali ini Cessie yang rencana akan langsung ke ruangan Lita mempertanyakan kenapa Lita tidak membangunkannya. Dan tadi dimana dengan meetingnya apakah sudah di censel atau dihandle sendiri oleh sekretaris Lita.

__ADS_1


Pas Cessie bukan pintu begini, justru dikejutkan dengan kedua orang yang berdiri tepat depan pintu Aris, Cessie penasaran ngapain mereka berdua disitu apa mereka sudah selesai meeting dan Aris yang mengantikannya terus Aris juga yang mengendongnya ke kamar.


"Kak Aris, sekretaris Lita ngapain kalian berdua berdiri disitu, oh ya maaf aku tadi ketiduran soalnya aku tidak enak badan, jadi dimana dengan meetingnya apa dibatalkan atau tadi kak yang menghandle. Lagian kenapa sekretaris Lita tidak bagunin saya?"


Kedua orang yang dihadapannya hanya menatap Cessie tanpa Suara membuat Cessie makin binggung"


"Kak Aris kenapa kalian berdua disini, dan ini apa?" tanya Cessie yang melihat bungkusan yang ada ditangan Aris dan sekretaris Lita."


"Dek maaf tadi kak tidak tega membangunkan kamu, soalnya sekretaris Lita sudah panik jadi kak hanya pindahkan kamu ke kamar dan kak mengantikan kamu di meeting tadi maaf ya kak sudah lancang."


"Ya Tuhan kak, kata siapa kak lancang bukannya dari awal Cessie menyuruh kak untuk memimpin meeting itu juga? tapi kak bilang kalau ada urusan. Tapi baguslah kak tadi pulang tepat waktu dan ada untungnya juga saya tidur hahaha. Tapi makasih loh kak sudah memindahkan Cessie ke kamar makasih kak, oh ya kak, gak ada kepikiran gitu untuk kasih saya makan, saya sudah lapar." ujar Cessie terkekeh


Melihat Cessie dan Aris bercanda, sekretaris Lita pamit masuk ke ruangannya karena merasa tidak enak berada di tengah-tengah kak beradik itu.


"Memang apa yang gak kak berikan untukmu adikku. Ayuk kita makan, kak juga sudah lapar nih. Akhirnya mereka masuk keruangan Cessie dan makan disana"


Aris memang kak yang baik ia bisa menghafal semua makanan kesukaan Cessie, jadi tadi dia belikan makanan kesukaan Cessie


"Kak tahu aja aku pengen makan makanan ini, aku benaran lapar banget kak, tapi untung aku punya kak yang baik dan perhatian sama aku, makasih ya kak sejauh ini kak baik sama aku dan kak begitu menyayangiku."


"Tidak perlu minta makasih dek. Seharusnya kak yang minta terimah kasih untuk kamu. Karena sudah mau menerima aku sebagai kak kamu, biasanya kalau hanya sebatas anak angkat begini, diperlakukan kurang baik oleh anak dari ayah angkat itu, tapi disini aku merasa kalau aku ketemu dengan orang tua kandungku yang melahirkan aku, kamu tahu dek kaka sangat bahagia dan bangga sama kamu, kamu perempuan yang baik dan lembut hatinya."

__ADS_1


__ADS_2