Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
249


__ADS_3

Setelah Faya melakukan aksinyanya ia tersenyum licik dan menyimpan kedua hp orang itu di balik pintu kamar hotel, maksudnya agar pada saat mereka menyadari kalau Faya menjebak merek dan mereka menghubungi pamannya. Tapi Faya sudah jauh pergi.


Faya saat ini keluar dari kamar hotel dan masuk kedalam taksi dan gegas ke bandara, karena dari tempat hotel yang di sewa oleh Faya tidak jauh dari bandara. Bisa dibilang Faya sengaja pesan hotel didekat kota agar nanti pas Faya kabur gak jauh-jauh kebandara lagian Faya juga boking tiket jam sembilan dan sekarang sudah jam delapan tiaggal satu jam lagi pesawat akan berangkan.


Setelah Faya sampai di bandara Faya langsung keluarkan uang warna merah dua lembar dan menyerahkan ke sopir taksi membuat sopir taksi terkejut, karena ongkos dari hotel ke bandara hanya dua puluh tujuh ribu. Tapi Faya kasih uang dua ratua ribu.


"Neng uangnya kebayakan neng ini ambil kembali," ujar pak sopir taksi.


"Tidak apa-apa pak itu rezeki untuk bapak karena sudah menolong saya, makasih ya pak" ujar Faya


"Makasih juga neng dan sama-sama" jawab pak sopir


Faya tidak mau membuang waktu jadi dia langsung masuk kedalam bandara dan cek ini terus langsung masuk ke ruang tunggu, lima menit sebelum Faya masuk kedalam pesawat Faya mengirim video yang di ambilnya di hotel pas Mega dan pak Ilham enak-enak.


Hahaha gila banget kelakuan Faya bisa-bisanya menjebat orang tua itu, untung Faya sangat pintar dan ia kirim pake nomor baru memang Faya punya dua nomor yang hanya diketahui oleh dua orang yaitu Cessie dan Aris.


Tidak lupa juga Faya mengirim pesan ke paman Bagas.


(" Hallo maaf, saya hanya mau beritahu kepada Anda bahwa saat ini saya melihat putry anda yang bernama Mega sedang melakukan hal asusila di sebuah hotel di pusat kota, jika anda berkenan secepatlah datang kesana karena samgat memalukan ") tidak lupa Faya menulis alamat dan nomor kamarnya.


Setelah selesai akhirnya ia langsung memblokir nomor hp itu dan tidak lama kemudian Faya masuk kedalam pesawat dan terbang ke kota. Selamat tinggal kampung orang jahat.


Mulai sekarang aku putus hubungan dengan kalian semua maafkan aku Masni aku tahu kamu anak baik semoga kamu bahagia.


Sedangkan di kediaman paman Bagas hari ini paman Bagas injin tidak masuk kantor karena sangat bahagia sebentar lagi dia akan dapat banyak uang dari Ilham pikirnya.

__ADS_1


Paman Bagas bersama istrinya lagi duduk santai sambil minum teh buatan istrinya sedangkan Masni sudah dari tadi berangkat kerja.


Namun tiba-tiba senyuman yang terpancar di wajah mereka hilang seketika, setalah mereka mendapatkan kiriman video dari nomor tidak di kenal dan juga alamat hotel.


"Bu siapa sih ini nomor baru loh kayaknya ada kirim video deh terus di kasih juga alamat, katanya dia melihat Mega dihotel bersama dengan seorang laki-laki" ujar paman Bagas.


"Coba pah buka apa isi video itu ada-ada aja siapa sih mau cari masalah saja padahal aku lagi bahagia"


Paman Bagas dan istrinya langsung memutar video itu dan seketika mereka syok dan hampir sedikit jantung paman Bagas berhenti berdetak.


"Apa.....ini pah, bukannya ini Mega dengan Ilham pah kok bisa sih kemana Faya, yuk pah kita harus buktikan kalau video ini salah jangan sampai kita di usir dari kampung ini gara-gara ula kedua anak kurang ajar itu."


Paman Bagas dan istrinya langsung masuk kedalam mobil dan menuju ke lokasih sepanjang jalan sih bibik tidak berhenti menangis membuat suaminya murka karena mendengar tangisan itu.


"Bu bisa berhenti menangis gak sih papa yakin kita salah lihat bisa jadi Faya dengan Ilham, lagian kalau mereka berdua ya lebih bagus kita minta lagi banyak uang karena sudah berani melecekan Faya sebelum menikah."


Brakkkkk... Paman Bagas dobrak .pintu begitu kuat parcuma saja karena kedua sejoli yang ada di dalam kamar justru masih sibuk mantap-mantap di di atas tempat tidur.


Melihat kelakuan anaknya yang sangat menjijikan paman bagas langsung berteriak.


"Ka, kalian biadab ngapain kalian itu ha...dasar anak kurang ajar kalian mencoreng nama keluarga."


Paman Bagas langsung memengang dadanya da jatuh tersungkur di lantai dan seketika lewat di tempat, alias mati. Sedangkan sang istri masih histeri antara marah dan sedih.


"Papa.....bangun pah jangan tinggalkan ibu pah bagun."

__ADS_1


Dengan amarah yang mengebuh-gebu sih bibik bangkit dari duduknya meninggalkan suaminya yang masih tergeletak di bawah lantai, dan melangkah menuju ke arah ranjang yang dimana kedua manusia menjijikan itu melakukan hal tidak senono.


"plakk...plakkkk bajingan menjijikan kalian berdua biadab, dasar kalian rendahan aku benci kalian berdua aku benci."


Kedua orang itu terkejut dan terperajat karena kanget mendengarkan teriakan bu Yana.


"I, ibu... Ngapain disini dan apa yang terjadi bu"


"Biadab kau anak durhaka anak murahan aku menyesal melahirkan kamu terkutuk lah kamu sudah membuat ayah kamu meninggal, tadi kamu keluar pergi menenani Faya untuk belanja kenapa kalian berdua disini"


Mega dan Ilham benar-benar syok mendapati tubuh mereka munggil tanpa memakai sehelai benagpun di tubuh mereka. Karena mereka berdua malu dilihat orang membuat keduanya bersumbunyi di bawah selimut.


Bu Yana dengan membabi buta menghajar kedua orang itu dan sampai tidak bisa mrmberikan mereka berdua celah,.


Bu Yana berali menatap seorang pengawai hotel dan sembali berkata, mas tolong panggilkan saya ambulans dan juga tolong panggilkan pak Rt agar mengarak kedua manusia menjijikan ini keliling kampung dia bukan anak aku lagi.


Pengawai hotel itu paham dan langsung pergi untuk melakukan seperti yang di katakan bu Yana.


Mega yang syok langsung histeri dan satu kali ia berikan tendangan ke Ilham, sih Ilham langsung terjun bebas dari tempat tidur.


Brakkkk!


"Argah....Mega kamu kok tega sih aku sih gak masalah kalau gak nikah dengan Faya juga gapapa lagian kamu juga sangat lihai kalau di atas ranjang, bagaimana kalau kita menikah saja gapapa kita bedah dua puluh tahun percayalah aku masih kuat"


Dengan santainya Ilham berkata begitu bahkan Ilham tidak terlalu terkejut dia justru senang karena dapat lebih muda dari Faya.

__ADS_1


Namun berbedah dengan Ilham Mega justru dengan emosinga memukul Ilham dan mengatakan kalau dia tidak sudih menikah dengan orang tua.


Tidak lama kemudian petugas ambulans datang bersamaan dengan kedatangan pak Rt dan beberapa warga, mereka membawa kedua orang itu kebalai desa dan mengarak mereka keliling kampung Mega sampai tidak punya muka, ia hanya menunduk kepala karena mendengar setiap hujatan yang terlontar dari mulut bibir warga yang menurut Mega mereka tidak punya hati sama sekali sedangkan paman Bagas langsung di makamkan sore itu juga.


__ADS_2