
Tanpa banyak kata sekretaris Lita maju dan memeluk pak Galu sekretaris Lita mencium kening pak Galu terus menerimah bunga itu dan membantu pak Galu bangkit berdiri.
"Aku menerimah lamaran kamu mas karena memang aku juga sangat mencintai mas" pak Galu sangat bahagia mendengar pengakuan sekretaris Lita langsung memeluk sekretaris Lita, dan mengangkat tubuh sekretaris Lita sampai berputar-putar hal itu membuat sekretaris Lita merentangkan tangannya dan memeluk leher pak Galu.
"Makasih banyak sayang kamu mau menerima lamaran mas makasih banyak, coba periksa bunganya ada apa didalam bungan itu sayang jangan main simpan saja" ujar pak Galu
Sekretaris Lita hanya menurut saja dan memeriksa bunga itu ternyata ada cincin bermata biru didalam bunga itu membuat sekretaris Lita membulatkan matanya dengan sempurna. Sekretaris Lita senang pak Galu mengambil cincin itu dan menyamatkan di jari manis sekretaris Lita setelah itu pak Galu kekuarkan sebuah kotak berwarna merah berbentuk love dari dalam saku jasnya dan langsung membuka kotak itu makin membuat sekretaris Lita terkejut.
"Ya ampun mas... serius ini buat aku?...seharusnya mas tidak perlu melakukannya, ini pasti mahal banget mas cantik sekali aku suka mas "
" kalau suka sini sayang biar mas pakekan apapun yang mas lakukan semua hanya untukmu mulai saat ini...kamu tanggung jawab mas sayang. Makasih banyak ya kamu mau jadi istri mas nanti."
Pak Galu yang memakaikan kalung ke leher sekretaris Lita dengan gelang dan juga anting.
"Hummm sangat cantik sayang."
"Makasih banyak mas sudah memberikan semua ini untuk aku"
Saat ini sekretaris Lita dan pak Galu merasakan kebahagian. Sedangkan di tempat lain Aris sudah sampai di tanah Aris dan langsung menuju ke rumah dengan wajah ditekuk.
__ADS_1
Faya yang menawarkan dirinya untuk menjemput Aris justru di tolak oleh Aris, mungkin Aris tidak mau ketemu dengan Faya dulu.
Sekitar jam empat akhirnya Aris sampai dirumah bu Intan dan Cessie yang sementara duduk santai di ruang tengah dibuat terkejut dengan kepulangan Aris.
"Bu, dik kok duduk disini ayah belum pulang ya dari kantor" tanya Aris bukannya ucapin salam dulu ini main masuk saja.
"Loh Nak kok kamu sudah pulang bukannya proyek belum selesai bahkan ini hari pertama cek proyek bukan? Oh, ya. Mana sekretaris Lita dia gak ikut kamu kesini nak? Biasanya kalau ayah bawah sekretatis Lita keluar kota pas pulang singah sini dulu baru sopir antar pulang ke apertemen"
"Iya kakak kenapa kakak sudah pulang dan mana sekretaris Lita jangan kakak bilang ada buat masalah lagi dengan sekretaris Lita, kakak sekretaris Lita itu sangat berguna dan memiliki potensi besar di perusahaan makanya ayah tidak mau sekretaris Lita sampai keluar dari perusahaan karena semua proyek besar yang kita tangani saat ini, itu semua berkat usaha sekretaris Lita."
Aris rasanya tidak tahu apa lagi yang harus dia sampaikan karena sekarang hubungannya dengan sekretaris Lita sudah tidak baik bahkan proyek itu juga sudah dibatalkan secara sepihak oleh pak Bambang.
"Apa...proyek batal?" Tanya Cessie dan bu Intan membuat Aris hanya menganguk saja.
"Ya Tuhan kakak bagaimana sih, apa yang kakak lakukan terhadap sekretaris Lita sampai sekretaris Lita bisa pulang dan kenapa proyek itu di batalkan oleh pak Bambang, pasti kakak buat masalah besar makanya membuat sekretaris Lita sakit hati dan pulang. Sekarang kakak pikirkan bagaimana caranya untuk kakak mendapatkan kembali proyek itu dan kakak harus cari cara untuk minta maaf dengan sekretaris Lita awas kalau sampai sekretaris Lita resign Cessie marahin kakak"
Setelah selesai bicara Cessie langsung gegas pergi karena sudah marah sama Aris membuat Aris merasa bersalah karena gara-gara keegoisanya membuat sekretaris Lita pulang dan Cessie marah mana lagi nanti kemarahan dari pak Arya.
Sekarang tinggal Aris dan bu Intan di ruang tengah, Aris hanya menunduk kepala tidak berani menatap bu Intan takutnya bu Intan marahin dia juga.
__ADS_1
"Nak lihat ibu, ceritakan semua masalah mu sama ibu kamu jangan ambil hati ya dengan adik kamu, kamu tahu sendiri adik kamu saat ini hormonnya tidak stabil jadi moodnya berubah -ubah, dia sebenarnya tidak marah sama kamu tapi dia hanya kanget mendengar penuturan kamu tadi sekarang sebelum ayah kamu pulang terus kamu kena marah jelaskan semua pada Ibu apa yang terjadi"
Aris merasa lega karena biarpun adik dan ayahnya nanti marahin dia tidak masalah yang penting bu Intan jangan karena lebih bahaya bu Intan dan Cessie marah ketimbang pak Arya.
Aris tidak mau menyembunyikan apapun dari masalah itu karena Aris mau masalah cepat selesai agar proyek kembali berjalan jadi Aris ceritakan semua kepada bu Intan sejelas-jelas mungkin.
"Jadi begitu ceritanya bu memang Aris yang bersalah bu Aris tidak bisa mengontrol emosi karena sekretaris pergi tanpa menunggu Aris, tapi itu salah Aris juga karena sebelumnya sekretaris Lita sudah mengingatkan Aris untuk tidak tidur lagi karena jam tujuh harus pergi bertemu dengan pak Bambang tapi Aris justru ketiduran"
"Aris merasa bersalah bu maafin Aris bu karena Aris semua jadi kacau begini apa yang harus Aris lalukan agar tidak dimarahin oleh adik dan ayah bu."
Bu Intan adalah seorang wanita berlembut hati jadi ia tidak marah, bu Intan hanya tersenyum mendengar pengakuan kesalahan dari putranya.
" Kamu tenang ya nak memang kalau ibu dengar dari penjelasan kamu memang salah karena sudah berkata kasar pada sekretaris Lita seharusnya kamu tidak melakukan itu dan kamu juga seharusnya berterimah kasih kepada sekretaris Lita karena sudah membantu perusahaan kita untuk maju. Tapi semua sudah terjadi, jadi ibu harap kamu harus datang ke tempat sekretaris Lita untuk minta maaf"
"Ibu yakin sekretaris Lita gadis yang baik dan pemaaf jadi pasti dia mau memaafkan kamu yang penting kamu datang minta maaf dengan tulus jangan karena takut dimarahain sama ayah dan adik kamu sehingga kamu terpaksa datang untuk minta maaf"
"Iya bu Aris benar-benar merasa bersalah dan Aris akan melakukan apapun agar sekretaris Lita mau memaafkan Aris jangan sampai adik tidak mau berbicara dengan Aris karena keegoisan Aris maafin Aris ya bu. Aris sudah melakukan kesalahan sehinggan menyebabkan kerugian besar untuk perusahaan."
"Kan masih banyak waktu yang diberikan nak sama pak Bambang jadi tunggu ayah kamu pulang biar kita bicarakan lagi barulah kamu pergi menemui sekretaris Lita untuk minta maaf."
__ADS_1