
Keesokan harinya masih pagi-pagi semua penghuni hotel sudah pada bagun termasuk Iksan dan rombongannya, mereka semua bangun untuk bersiap jam tujuh setelah selesai sarapan mereka lanjutkan perjalanan pulang semua sudah siap termasuk Dira juga sudah siap.
"Wah...putry bunda cantik sekali...wajahnya berseri-seri semalam tidurnya nyenyak tidak sayang sama bunda Sinta." Tanya mbak Alana
"Hehehe.. nyenyak sekali bunda karena bunda Sinta memeluk Dira jadi Dira tidak merasa kedinginan...justru Dira senang tidur dengan bunda berdua, bunda Sinta dengan bunda Alana Dira senang punya dua bunda yang sayang sama Dira"
"Terus kalau Tidur sama ayah bagaimana...nyenyak tidak tidurnya" tanya mbak Alana lagi .
"Kalau tidur sama ayah sih nyenyak juga tapi kalau di rumah ayah sering tinggalkan Dira sendirian kalau Dira sudah tidur ayah kabur,...karena Dira itu sengaja tidur mau lihat ayah kabur tidak ternyata saat ayah tahu Dira sudah tidur ayah justru keluar dari kamar dan pergi"
Pengakuan Dira membuat yang lain terkejut termasuk Iksan karena Iksan tidak menyangka ternyata selama ini putry nya hanya pura-pura tidur dan memperhatikannya, jelas perkataan Dira membuat Iksan syok...
"Astaga jadi selama ini putry ku tahu kalau aku selalu keluar kamar padahal aku keluar juga bukannya kemana-mana aku ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, tapi ternyata putry ku tahu jangan sampai dia berpikir kalau aku tidak menyayanginya padahal aku lakukan semua itu demi dirinya" gumam Iksan dalam hati.
__ADS_1
"Tapi Dira tahu kok ayah, kalau ayah itu meninggalkan Dira bukan karena ayah tidak sayang sama Dira, tapi karena ayah mau bekerja keras untuk Dira jadi Dira tidak marah kok sama ayah Dira senang punya ayah seperti ayah Iksan." Ujar Dira tiba-tiba kembali membuat orang itu terkejut.
"Kamu tahu dari mana sayang kalau ayah meninggalkan Dira karena kerja cari uang untuk Dira" tanya Iksan di sambut anggukan yang lain kalau Sinta diam sama
" Dari bunda Sinta...bunda Sinta bilang ayah itu sangat menyayangi Dira sehingga ayah keluar saat Dira tidur itu karena ayah harus kerja di ruangan kerjan ayah, agar bisa mencari uang yang banyak untuk Dira makanya bunda Sinta bilang Dira harus menyayangi ayah dan jangan membenci ayah karena meninggalkan Dira."
Perkataan Dira sontak meluluh lantakan hati orang yang mendengar sampai mbak Alana meneteskan air mata, begitu juga yang lain Iksan memeluk Dira dengan penuh kasih sayang...dan menatap Sinta dengan penuh cinta karena Sinta sudah mengajari dan menjelaskan semuanya kepada Dira kalau tidak Dira bisa akar pahit dengan Ikasan.
Mbak Alana memeluk Sinta dan mengucapkan terimah kasih karena sudah menyayangi Dira, dan sudah mau menjelaskan kepada Dira sehingga Dira tidak memandang buruk ayahnya.
"Iya mbak sama-sama lagian Dira itu anak Sinta mbak jadi Sinta menyayanginya. Sama seperti Sinta menyayangi mas Iksan dan semuanya, Sinta hanya tidak mau Dira mengirah mas Iksan tidak mau menjaganya namanya juga anak kecil mbak jadi pikirannya masih anak-anak."
"Bella bilang apa mas...mbak Sinta yang tepat jadi ibunya Dira....jadi secepatnya melangkah ke jejang pernikahan jangan lama-lama nanti di ambil orang baru tahu rasa....lagian selesai menikah juga mbak Sinta tetap kulia juga bukannya selesai menikan langsung berhenti kulia"
__ADS_1
"Iya adik bawel.....tidak bisa diam bawel teruslah nanti mas carikan kamu pasangan agar kamu tidak jomblo terus, bukan hanya kamu kalian berdua....biar nanti kalau kami sudah menikah kalian berdua bisa ditemani oleh pasangan kaliam berdua." ujar Iksan membuat Bella memutar bola matanya.
"Cari calon dari hongkong memangnya mas punya teman cowok..yang masih jomblo jangan ane-ane deh mas mereka sudah menikah mau jodohin dengan kami berdua ogah ah...lebih baik kita jamblo ya Mell dari pada di katain pelakor aduh amit-amit jambang bayi. Bayangin saja sih down apalagi benaran dijambak sama istri sah di caci maki dan di permalukan di depan banyak orang rasanya ngeri."
"Ya, Allah. Pikiran kamu jauh sekali dik siapa juga yang mau carikan kamu suami orang sih, mas bukan tipe pria seperti itu dik, jadi menjual adiknya sendiri ke pria hidung belang gila anak ini pikirnya negatif saja...jangan kamu berpikir mas ini duda jadi tidak punya teman masih jomblo ya, teman mas itu rata-rata jomblo seumuran kalian"
Iksan merasa lucu dengan daya pikir Bella....Iksan bukan pria jahat yang mau menikahkan adiknya dengan pria yang tidak jelas,....Iksan pria yang baik dan dia tahu mana temannya yang baik dan yang jahat sehingga Iksan heran kok bisa adiknya berpikir begitu tapi tidak masalah sih kalau Bella berpikir begitu berarti Bella anak gadis yang baik tidak mau merusak rumah tanggah orang lain.
"Dik mas kamu itu punya banyak teman bisnis yang masih belum menikah jadi siapa tahu aja kamu jodoh dengan salah satu teman mas kamu, biar bisa menjamin kehidupan kalian berdua nanti, karena setelah Sinta dan mas kamu menikah perusahaan Iksan nanti ..akan kamu tangani karena mas mau pulang ke luar negeri"
"Apa....keluar negeri"? Ujar Bella....dan Melli kompak kalau Sinta sudah di beritahu oleh Iksan jadi Sinta tidak masalah. Yang penting Iksan menyayanginya kemana pun Iksan pergi Sinta tetap ikut.
"Sudah....sudah.....siap-siap kalian biar kita pulang nanti terjebak macet lagi di jalan nanti saja kita bahas masalah itu sekarang kita pulang atau kalian mau tinggal disini ya sudah...aku pulang sendiri saja. Sama Dira dan calon istriku hahaaha"
__ADS_1
Akhirnya mereka kembali bersiap dan sarapan, setelah selesai sarapan akhirnya mereka bersiap pulang. Kali ini jalan tol agak sedikit lancar itu yang membuat mereka bisa bernafas lega karena mereka tidak sampai cape di jalan.
Sepanjang jalan pulang kerumah kali ini Melli dan Bella tidak tidur justru mereka sangat ribut didalam mobil membuat suasana mobil makin seru karena Dira juga tidak mau kalah Dira bercerita tentang temannya yang ada di sekolah playgroupnya katanya teman cowoknya itu sangat tanpan dan baik membuat yang lain tertawa.