
Cessie juga mengikuti arah pandangan dokter Julio, dari arah depan tiba-tiba pintu itu terbuka, dan betapa terkejutnya Cessie melihat siapa yang berdiri didepan pintu dengan senyum manis terpancar di wajah mereka, cessie sampai mundur kebelakang dan sambil membekap mulutnya sangking tidak percaya, kalau ternyata orang yang berdiri di depannya adalah orang tuannya dokter Julio.
"Om, tante ada disini? Kenapa kak tidak bilang sama aku, kalau ternyata om dan tante juga ikut kesini"
"Kalau aku bilang itu bukan kejutan dong gimana sih Cess"
Cessie melangkah mendekati orang tua dokter Julio, dan langsung meneluk ibunya dan menyalami sang ayah," om tante apa kabar maaf sudah lama kita tidak ketemu, tapi om dan tante maki awet aja hehehe."
"Om dan tante baik-baik aja sayang kamu apa kabar"?
"Aku juga kabar baik tante."
Karena Cessie dan kedua orang tua dokter Julio sibuk peluk-pelukan jadi mereka lupa duduk.
"Sampai kapan kalian berdiri disitu apa kalian tidak mau duduk lagi, kakiku sudah gemetaran gara-gara tidak kuat berdiri"
"Hehehe maaf, yuk tante, om kita duduk dulu nanti kita diomelin"
Cessie menuntun ibunya dokter Julio untuk duduk, dan akhirnya mereka berempat duduk di meja yang sudah di sediakan sambil menunggu hidangan yang sudah di pesan.
"Nak, gimana dengan proses cerai kamu sudah selesai belum"
"Belum tante lusa baru putusan semoga semuanya lancar ya tan,"
"Nak boleh tidak jangan panggil tante dan om rasanya gimana gitu. Panggil ibu aja"
Orang tua dokter Julio ingin Cessie memanggil mereka ayah dan ibu sama seperti dokter Julio, karena katanya kalau sebutan tante rasanya gak enak didengar, padahal dari dulu juga Cessie memanggil seperti itu.
__ADS_1
"Ba, baik tan....eh ibu hehehe"
"Nak ibu dan ayah malam ini kesini bukan hanya karena permintaan Julio tapi juga keinginan ibu dan ayah, untuk melamar kamu jadi mantu ibu, mau kah kamu jadi mantu ibu."
Perkataan ibunya dokter Julio berhasil membuat Cessie terkejut bagaimana tidak, cerai aja belum apalagi Cessie juga lagi hamil apa ini tidak terlalu cepat, padahal Cessie juga belum siap untuk menikah lagi ia mau bebas dulu.
"A,apa bu...lamar? Apa Cessie tidak salah dengar bu, ibu bercandakan?"
"Tidak nak ibu tidak bercanda dan kamu juga tidak salah dangar, ibu dan ayah memang rencana melamar kamu untuk Julio soalnya Julio jomblo gak laku-laku, dia maunya sama kamu aja dia tidak mau yang lain."
"Tapi bu, apa ibu tidak melihat kondisi Cessie saat ini bu, Cessie saat ini lagi hamil bu, dan Cessie juga belum resmi Cerai bagaimana ceritanya ibu dan ayah melamar Cessie, apa ini tidak terburu-buru"
"Sebelum, kami kesini Julio sudah cerita semuanya tidak ada yang dia sembunyikan, karena Julio takut nanti pada saat dia duluan melamar kamu tapi ternyata kami menolak dan tidak menyukai kamu itu akan menyakiti perasaan baik kamu maupun Julio. Jadi sebelum itu terjadi kami sudah bicarakan dan ibu dan ayah sama sekali tidak keberatan apapun dengan kondisi kamu, jika Julio bahagia ibu dan ayah juga bahagia, lagian dari dulu memang ibu rencana menikahkan kalian tapi sayangnya Julio terlanjur kulia di luar negeri dan kamu juga keburu nikah."
Cessie yang mendengar semua penuturan ibunya dokter Julio sangat terharu, ia tidak menyangka ternyata selama ini orang tua dokter Julio juga menyayanginya. Tapi Cessie yang tidak pernah menyadari hal itu, sekarang Cessie percaya kalau cinta dan kasih sayang dokter Julio kepadanya bukan main-main.
Cessie memang masih memikirkan kondisinya saat ini, karena memang Cessie lagi berbadan dua. Jadi mau gimanapun tidak secepat itu mereka melakukan acara apa-apa. Itu yang sekarang Cessie takutkan.
"Isst tidak perlu berterimah kasih sayang, karena memang itu sudah pilihan kami jadi apapun kondosi kamu kami tetap menerimanya, kalau kami tidak menerima mana mau kami datang kesini menemui kamu"
"Iya nak jadi kalau soal hal lain kedepannya nanti baru kita bicarakan, tapi yang sekarang ini kamu jawab kami dulu biar hati putraku bisa tenang, kamu tidak kasian nak sama putra ayah dari tadi tidak tenang duduknya hahaha, nanti setelah kami dengar jawaban kamu baru kami mempersiapkan waktu untuk keluarga besar kita makan bersama"
"Ayah, ibu aku ini lagi hamil gimana kata orang kalau aku belum melahirkan bahkan belum resmi cerai sudah dilamar oleh pria lain, aku juga belum siap untuk menikah kalau saat ini ayah, bu."
"Memang siapa yang menyuruh kamu cepat menikah, tidak ada yang menyuruh kamu nak dan memaksa kamu untuk menikah. Julio sabar kok menunggu kamu sampai kamu selessi melahirkan, tidak ada maksud lain kami datang melamar kamu dalam keadaan seperti ini, tapi Putra kami ini takut duluan pria lain melamar kamu jadi dari pada hal itu terjadi mendingan dia ikat memang haahah"
Perkataan bu Rina membuat pipi dokter Julio merah merona karena malu, bu Rina jujur banget sih membuat putranya malu, tapi memang yang di katakan bu Rina ada benarnya juga, karena memang seperti itu faktanya.
__ADS_1
"Ah ibu, bikin malu Julio aja gak usa jujur kali juga bu"
"Hahaha ibu jangan godain putraku kasian dia lihat wajahnya itu sudah merah merona. Menahan malunya "
"Jawablah nak ini waktu semakin berjalan kita tidak akan makan kalau kamu belum jawab hahaa"
"Maaf bu, ayah a, aku tidak bisa...."?
"Ha...kenapa nak jadi kamu tidak bisa menerima lamaran dari kami, jadi kamu tidak mencinta putra ibu nak"
Dokter Julio langsung syok mendengar perkataan Cessie, padahal belum juga selesai masih ada sambungannya tapi sayang sudah di potong oleh mereka.
"Apa....ka, kamu menolak lamaran aku Cess, kenapa, apa selama ini aku kurang baik, tapi tidak masalah karena cinta tidak bisa di paksa, nanti kalau dipaksa endingnya tidak bagus, tapi kamu tenang saja aku tetap mau jadi teman kamu kok walau kecewa ."
Sedangkan Cessie yang mendengar semua perkataan mereka hanya nyengir kuda, Cessie juga kanget ternyata dokter Julio dan orang tuanya salah paham dengan jawabannya, pada hal maksud cessie bukan itu.
"Ayah, ibu kak Julio. Maaf Cessie belum selesai bicara, kenapa langsung potong begitu"
"Apa...belum selesai" wah...kompak mereka bertiga haahah.
"Iya maksud Cessie itu tidak bisa menolak lamaran ibu dan ayah karena Cessie juga mencintai kak Julio."
"Apa......"?
*****
Hay para pembaca setia jangan lupa mampir ga( Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda)
__ADS_1