
Ternyata sih Bella bukan teman yang baik, padahal Melli kelihatan gadis yang baik mau berteman dengan siapa saja.
Sinta sampai heran dengan perilaku Bella, kalau memang Bella gak suka dengan Melli tidak masalah, tapi jangan menghasut Sinta untuk menjauhi Melli.
"Sin aku hanya tidak suka kamu berteman dengan Melli dia bukan orang baik Sin. Mendingan kamu jadi temanku saja, aku lebih pantas jadi temanku dibandingkan Melli yuk, kita berangkat tinggalkan aja dia."
"Kenapa kamu tidak suka dengan Melli? Setahu aku Melli itu anak yang baik, apa ada yang salah dengannya. Atau jangan-jangan hati kamu yang bermasalah? justru kamu yang harus buang rasa iri hati itu jauh dari dirimu Bell, kalau memang kamu gak suka sama Melli silakan itu hak kamu, tapi atas dasar apa kamu gak suka sama dia dan sampai menjelekan dia."
"Sin kenapa kamu marah sama aku, padahal aku hanya ngingatkan kamu aja supaya kamu menjauhi Melli karena dia bukan gadis yang baik, kenapa sih kamu susa dibilangin padahal aku berniat baik mau nolongin kamu ?"
"Kamu gak perlu ajarin aku Bell karena aku tahu mana orang yang baik untuk di jadikan teman, dan mana orang yang harus dijauhi, jadi kalau aku disuruh memilih antara kamu dan Melli, jelas aku memilih Melli jadi temanku. Karena kamu gak pantas dijadikan teman. Dan satu lagi Bell jangan pernah kamu ajarin aku atau menghasut aku untuk jauhi Melli."
"Aku jadi kasian sama Melli, selama ini menpunyai teman ruba seperti kamu. Apa seperti ini sifat asli kamu yang suka menjelekan teman?"
"Sin kamu dengarin aku dulu, jangan salah paham sama aku, aku hanya mau kamu itu memiliki teman yang baik. Apa lagi kamu baru disinikan belum kenal siapa Melli, kalau aku sudah sangat kenal."
""Bell, jangan kamu suka menjelekan orang lain tapi kamu gak tahu introfeksi diri, lihat dirimu sudah benar belum, aku gak perlu tahu siapa Melli, karena aku percaya Melli teman yang baik."
__ADS_1
Pada saat Sinta dan Bella berdebat, tiba-tiba Melli muncul, ia heran kenapa Bella dengan Sinta sepertinya lagi bersitenggang.
"Loh ngapain kalian berdua ribut disini ada apa, bukannya berangkat kerja malam ribut gak lucu tahu, yuk kita berangkat"
Mereka berdua masih terdiam belum ada yang buka suara tiba-tiba Bella menyeringai licik.
Awas kamu Sinta akan aku buat kalian salah paham, mampus kamu, makanya jangan macam-macam sama aku.
"Mell....ini yang kamu bilang teman baikmu yang diam-diam dia menghianati kamu. Dan berani menjelekan kamu dibelakang, ini teman yang kamu bilang baik Mell, padahal selama ini aku baik sama kamu tapi kamu justru kamu memperlakukan aku seperti ini, kamu cerita menjelekan aku ke Sinta, dan tadi Sinta juga menjelekan kamu"
"Loh maksudnya apa sih Bell, Sin! coba kamu bicara dong jangan diam aja, apa benar yang dibilang Bella, tapi Bell bukannya aku gak percaya sama kamu. Tapi aku yakin Sinta bukan tipe teman seperti itu. Tadi aku tidur kok di kamarnya dan kami janjian pergi bersama, lagian tumben kamu mau nungguin aku bukannya kamu selalu pergi duluan ninggalkan aku"
"Apa.....kamu tidur di kamar Sinta? Untuk apa kamu tidur sama dia Mell, dia bukan teman yang baik buat kamu Mell. Kalau dia teman yang baik, gak mungkin dong Sinta menjelekan kamu, katanya dia terpaksa berteman sama kamu karena, dia gak punya temam. Makanya tadi dia ngajak aku pergi duluan tapi aku gak mau, aku bilang masih nungguin kamu"
Bella dari tadi bicara panjang lebar tapi Sinta diam, aja dia belum buka suara. Sinta justru tersenyum sambil mengelengkan kepala, ia benar-benar gak nyangka punya teman tukang fitnah seperti Bella, padahal tadi justru dia yang menjelekkan Melli dan mengajaknya pergi.
"Bell! Kita sudah lama berteman, tapi bukan begini juga caranya kamu mengaduh domba aku dan Sinta kan Bell? Aku binggung entah percaya sama kamu atau sama Bella. Karena kalian berdua sama-sama temanku."
__ADS_1
"Mell, kali ini kamu percaya sama aku, aku gak bohong Sinta hanya pura-pura mau jadi teman kamu aja tapi sebenarnya dia punya niat jahat sama kamu."
Bella melihat Melli menunduk kepala, kesempatkan Bella menatap tajam ke arah Sinta dengan tatapan ngejek" Mampus kamu Sin, aku yakin Melli lebih percaya sama aku kamu sih, di ajak jalan duluan kami gak mai rasain tuh."
Dari tadi Sinta diam aja dia belum mau balas perbuatannya, karena Sinta mau lihat Melli lebih percaya sama siapa, sama Sinta atau lebih percaya sama omong kosong Bella. Apalagi Melli anak yang polos. Jadi bisa saja ia percaya sama bualan Bella.
Karena tanpa pengetahuan Bella sedari tadi Sinta menyalahkan kamera hpnya dan menvideokan semua dari pembicaraan awal sampai Melli datang.
" Humm....untung saja tadi aku sempat kepikiran untuk nyalakan kameraku ternyata ada untungnya juga, sekarang aku biarkan dulu Bella begitu, tunggu pembalasan dariku Bell aku diam tapi kamu yang nyengol duluan. Sekarang aku mau lihat reaksi Melli, anak ini sangat polos soalnya. bisa jadi ia terpengaruh dengan omongan Bella."
"Mell, terserah kamu mau percaya sama siapa aku atau dia, tapi ingat Mell, orang yang sok polos dan baik didepan kamu justru dia yang akan menusuk kamu dari belakang. Bukankah kamu bilang kalau kalian sudah lama berteman? Berati kamu sudah tahu dong sifat aslinya atau ia hanya berlinding dibelakang topeng"
"He...Sin maksud apa ngomong begitu, memang aku dan Melli sudah lama berteman jadi ia tahu seperti apa sifatku. Kamu itu yang harus Melli hindari. Yuk Mell jangan kamu dengarkan omong kosong dia, dia itu hanya mau memanfaatkan kamu"
Bella menarik kasar tangan Melli dan mereka pergi begitu saja meninggalkan Sinta yang masih berdiri di tempat, ia bukannya marah sama Melli tapi justru kasian karena Melli bisa punya teman jahat seperti Bella.
Aku harus jauhkan Melli dari manusia ruba itu, enak aja kamu menfitna ku. Lihat aja apa yang akan aku lakukan terhadap kamu. Bella, bukannya aku tidak mau membelah diri, tapi karena waktu tidak pas, ini sudah jam kerja jadi kalau aku bongkar semua, pasti memakan waktu panjang. Jangan karena masalah perempuan ini aku jadi gak ke tempat kerja
__ADS_1