
Keesokan harinya baru jam enam, seorang wanita cantik sudah berdiri di depan cermin memandangi dirinya dari atas sampai bawah ia tersenyum sambil bergumam tapi masih bisa terdengar"
"Sempurna..surya dan nadia saya datang semoga gak stok jantung kalian berdua masih ada, mulai hari ini penderitaan kalian berdua akan dimulai, karena selepas kalian berdua hengkang dari perusahaan arya grup jangan harap ada perusahaan yang mau menerima kalian,"
"Saya mau lihat sejauh mana mantan mertua ku, berbangga diri karena anak dan menantu pilihannya, dari kemarin surya wa dan telpon nonstop tapi aku tak perna mengubris"
Dari pagi jam enam cessie sudah bagun dan mandi bersiap untuk berangkat ke kantor, bersama dengan aris dan pak arya namun karena sangking bahagianya bu intan ia juga turut ikut mengantarkan anaknya, di hari pertama masuk kantor, bisa dilihat betapa sayangnya pak arya dan bu intan kepada putry nya itu.
Sedangkan aris juga melakukan hal yang sama, ia juga hari ini berpenampilan sangat rapih dari sebelumnya dan ini lebih tampan.
Selama cessie menikah dengan surya ia gak perna memperhatikan penampilannya dan bahkan bila mereka bepergian cessie hanya mengoles make up tipis aja di wajahnya biar gak terlihat terlalu kusut.
Namun kali ini cessie benar-benar memperhatikan penampilannya ia terlihat sangat angun, membuat laki-laki mana pun yang melihatnya melogo. Cessie hari ini memakai stelan jas beserta celana warna merah dengan haihils senada beserta dengan tasnya.
Tak lama pintu di ketuk dari luar.
Tok tok tok!!!
"Masuk pintu gak dk kunci" ujar cessie.
" Sayang, wah.....anak ibu cantik sekali ya makin angun lagi." ujar bu intan
"Eh ibu...memang cessie cantik karena nurun dari ibu yagak bu, kalau ibu gak cantik pasti cessie juga gak cantik, tapi karena ibu cantik seperti bidadari dan hatinya juga lembut, jadi nurun ke cessie." ujar cessie
Cessie memeluk bu intan" bu makasih ya sudah sejauh ini ibu dan ayah memberikan kasih sayang untuk cessie, gak bisa di hitung dengan apapun bu, tapi cessie belum bisa jadi anak yang baik, cessie selalu mengecewakan ibu dan ayah, tapi ini pelajaran untuk cessie bu".ujar cessie
"Setelah cucu ibu lahir cessie berjuang untuk membahagiakan ibu dan ayah, apa lagi sudah ada kak aris. Makasih untuk doa yang selama ini bu panjatkan untuk cessie."
__ADS_1
"Nak kamu bicara apa? Ibu dengan ayah lakukan semua untuk kamu, dan soal yang lalu tak terlu di ingat lagi, sekarang kamu persiapkan diri kamu untuk menghadiri persidangan kalian nanti, tunggu aja surat panggilan untuk surya." ujar bu intan
"Dan kamu nak harus jaga kesehatan ya, ibu gak mau terjadi sesuatu untuk anak ibu dan cucu ibu."
" Iya bu tadi malam pak rendy sudah telpn cessie katanya sudah selesai didaftar ke pengadan, sekarang hanya tunggu surat panggilan dan menjalani sidang pertama."
"Ibu gak usa kuatir tentang kesehatan cessie bu, karena cessie bisa menjangan hari senin rencana cessie mau pergi periksa bu, karena kehamilan cessie sudah masuk enam minggu." ujar cessie
"Memangnya kamu sudah perna periksa nak,"tanya bu intan.
"Sudah bu, pas tahu surya menghianati cessie besoknya cessie pergi cek ke dokter." ujar cessie.
Setelah selesai ibu dan anaknya bercengkrama mereka mau turun ke bawa, karena sudah mau sarapan, apa lagi pak arya dan aris juga sudah menunggu namun belum juga mereka mau beranjak untuk turun ke lantai bawa. Suara bariton bibik sudah mengema memanggil ibu dan anak nya untuk sarapan.
" Parmisi nyanya dan nona cessie tuan dan den aris sudah menunggu du meja makan" ujar bibik.
Setelah bibik pergi bu intan dan cessie segerah turun kebawa, namun baru juga sampai di lantai bawa pak arya dan aris di buat melogo melihat penampilan cessie pagi ini.
"Ya ampun ayah apa aris lagi dalam alam mimpi melihat bidadari cantik baru turun dari khayangan, sedangkan pak arya juga merasakan hal yang sama melihat anak gadisnya sangat angun dan berwibawa. Aris sampai berulang kali mengucat matanya pikir salah lihat dan karena belum percaya ia menampar pilirnya sendiri.
Prakkkk!
"Argh....sakit, berati ini benaran". Ujar aris.
"Kamu benaran nak ini adik kamu seperti bidadari turun dari langit haahha". Ujar pak arya terkekeh.
"Aris gak percaya punya adik secantik ini, sepertinya aris harus jaga ekstra ketat agar sementara waktu jangan ada yang ambet dulu hahha." ujar aris
__ADS_1
"Hahahah, mana bisa nak adik kamu masih hamil jadi ayah belum injinkan untuk dekat dengan siapa pun dulu, kalau teman gapapa tapi kalau ke hal lain nanti aja." ujar pak arya
"Ayah, kak kalian berdua kenapa lihat cessie dengan ibu seperti itu, kayak lihat hantu di pagi hari" ujar cessie
Membuat kedua pria itu ngakak. Sambil berkata" bukan lihat setan dik tapi kak dengan ayah baru selesai menyaksikan ada dua bidadari baru turun dari khayangan." ujar aris membuat kedua wanita itu binggung perasaan gak ada bidadari disini.
"Iya nak benar kata kak kamu" tambah pak arya.
"Loh terus mana bidadarinya ayah." tanya cessie.
"Ini kedua bidadari ayah" ujar pak arya membuat cessie dan bu intan ngakak. Bu intan dan anaknya itu baru menyadari, kalau dari tadi sang suami dan anak laki-lakinya bahas mereka berdua. Jadi mereka tersenyum.
"Yuk sini makan, biar kita berangkat ke kantor." ujar pak arya.
****
Sedangkan di kontrakan nadia, masih pagi-pagi sudah ada pertengkaran kecil antara surya dan nadia, karena surya nekat mau ke rumah cessie sedangkan nadia gak mau, takutnya nanti kalau surya datang dan memohon, cessie akan luluh dan memaafkan surya, bisa hancur rencana nadia, apa lagi ia sudah berkorban sejauh ini.
Jadi nadia benar-benar melarang surya datang menemui cessie. Tapi surya juga gak mengindahkan perkataan nadia, ia sekarang hanya memikirkan nasib mama dan adiknya, jadi biar ia memohon sama cessie agar, cessie mau menumpang bu ayu dan sinta di rumahnya lagian rumah itu hanya di tinggal sama cessie pikir surya.
Memang surya sudah putus urat malunya, sudah di usir juga masih mau datang lagi, mungkin ia pikir cessie perempuan lemah. Jadi bisa di kelabui dengan kata manis.
Padahal surya gak tahu kalau selama ini cessie sabar karena ia belum tahu penghianatan itu.
Dari semenjak surya di usir surya, diam-diam ia berusaha menghubungi cessie baik telpon mau pun kirim pesan, tapi tak ada satu pun yang di respon oleh cessie.
Biarpun nadia gak setuju surya kerumah cessie tapi surya tetap nekat, surya abai dengan semua omelan dari nadia, bahkan sudah mulai ada timbul penyesalan dalam diri surya tapi dasarnya egois dan kepedean surya berpikir kalau nantk cessie yang akan memohon sama dia minta balikan.
__ADS_1