Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
370


__ADS_3

Tidak lama kemudian mobil pak Arya tiba di rumah sakit, tapi untung perutnya Faya sudah mendingan jadi Faya sudah tenang begitu juga bu Intan walaupun bu Intan menangis dalam diam tapi bu Intan tetap tenang. Setelah keluar dari dalam mobil pak Arya menuntun bu Intan dan Faya mereka bertiga jalan bersama melalui koridor rumah sakit dan menuju ke ruangan dimana Cessie dan sekretaris Lita di rawat. Dari jauh dokter Julio dan Aris sudah melihat pak Arya dan bu intan serta Faya datang Aris langsung berlari menghampir mereka.


"Bu, ayah, sayang kalian sudah sampai." Tanya Aris.


"Nak apa yang terjadu kenapa adik kamu bisa kena tabrak siapa yang melakukan itu ayah tidak akan mengampunihnya kurang ajar sekali." Ujar pak Arya.


"Ayah tenang dulu ya nanti Aris jelaskan tapi lebih baik ayah duduk dulu biar tenang ada Julio dan pak Galu juga disini ayah."


"Ayah, ibu maafkan Julio yang tidak bisa menjaga istriku dengan baik Julio gagal jadi suami yang siaga ayah buktinya dia kritis di IGD apa yang harus Julio lakukan ayah kasian Abian ayah"


Baru saja pak Arya membuag bokongnya di atas kursi dokter Julio langsung memeluk pak Arya dan menangis meluapkan semua emosinya yang sudah terpendam dari tadi" sedangkan pak Arya mengelus pundak dokter Julio sambil berkata," kata siapa kamu gagal sebagai suami, kamu suami yang terbaik untuk Cessie,6 jadi jangan menyalahkan diri kamu tenangkan diri kamu ya nak" ujar pak Arya.


Sekarang bu Intan sudah tenang begitu juga Faya, akhirnya Aris menjelaskan semua kepada bu Intan, pak Arya dan Faya soal kecelakaan yang menimpah Cessie, saat mendengar seketika pak Arya marah dan katanya harus memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.


Tapi Aris juga menjelaskan bahwa sekarang pelaku sudah di tangkap dan di tahan di kantor polisi untuk minta keterangannya.


"Kurang ajar tuh perempuan berani sekali dia mencelakai putry saya, saya tidak akan mengampunihnya kalau terjadi apa-apa dengan putry saya, saya membuatnya menyesal seumur hidup.


"Ayah tenang ya orangnya sudah di tangkap jadi kita tunggu saja semoga dia mendapatkan hukuman yang lebih berat, dan semoga adik cepat sadar."

__ADS_1


Pak Arya juga emosi karena berani sekali dokter Linda menabrak Cessie tepat di depan perusahaan, pak Arya sampai heran dengan pemikiran dangkal seperti dokter Linda yang tidak berpikir sebelum bertindak, saat mereka asyik duduk seorang dokter keluar dari dalam ruangan dan memanggil keluarga dari kedua korban.


"Keluarga dan bu Cessie dan ibu Lita" semua bangkit berdiri dan mendekati dokter.


"Ada apa dok? kami semua keluarga dari bu Cessie dan ibu Lita ada yang mau dok sampaikan silahkan? tidak terjadi sesuatu dengan merekakan dokter" tanya pak Arya.


"Syukur pak kedua pasien sudah melewati masa kritis, namun untuk cepat sadar kita harus sabar menunggu, karena biarpun kondisi sudah normal tapi belum tentu secepat itu mereka sadar kita harus menunggu ya pak, namun jika ada yang mau jenguk silahkan bisa masuk sekaligus dua orang juga tidak masalah, karena sebentar lagi observasi untuk memindahkan kedua pasien ke ruang rawat inap."


Semua keluarga yang didepan ruangan bersyukur karena akhirnya Cessie dan sekretaris Lita melewati masa kritis mereka.


Akhirnya setelah mereka berunding dokter Julio dan pak Galu yang duluan masuk lantaran dokter Julio adalah suami Cessie sedangkan pak Galu adalah calon suami sekretaris Lita.


Sekarang kamu jawab jujur kenapa kamu mencelakai ibu Cessie dan ibu Lita kamu tahu resikonya bukan"?


"Maaf pak saya tidak melakukan apapun, jadi tolong jangan sembarangan menuduh saya, karena saya tidak akan bicara, lagian kalau memang mereka kecelakaan mungkin karena dosa mereka sendiri kenapa aku yang ditangkap."


"Saudari Linda jangan mempersulit penyelidikan kami karena saudari tahu sendiri kalau saudari bohong terus seperti ini dan tidak mau jujur saya takut anda makin memberatkan hukuman anda nanti, kamu mau hukuman kamu lebih berat dari sebelumnya" ujar pak polisi mendengar itu dokter Linda langsung panik karena takut hukumannya makin berat.


"Iya, ya saya ngaku, memang saya yang menabrak mereka tadi pagi tadi rencana saya menabrak hanya istrinya pak Julio saja karena saya sakit hati dengannya, kenapa bukan saya yang dipilih menjadi istri sedangkan perempuan itu. Saya emosi sehingga saya merencanakan ini sudah jauh-jauh hari jadi lepaskan saya ya pak jangan bukun saya nanti orang tua saya marah sama saya pak."

__ADS_1


"Itu sudah menjadi resiko untuk saudari Linda yang bertindak sebelum berpikir terlebih dahulu, anda kami tahan, tidak bisa pulang karena anda sudah di tetapkan sebagai tersangka"


Mendegar itu mata dokter Linda membulat sempurna dokter Linda tidak menyangkah jika dirinya ditetapkan menjadi tersangkah, berarti dia tidak akan ketemu dokter Julio lagi dan pasti berimbas ke pekerjaan, itu artinya ibu dan ayahnya pasti mirka.


"Jangan pak saya mohon lepaskan saya pak saya harus pulang nanti ibu dan ayah saya marah dan saya harus operasi pasien hari ini pak, kasian pasiennya pasti sudah menunggu" dokter Linda memohon untuk dilepaskan namun tiba-tiba ada yang memamggil namanya yang tidak asing baginya suara itu sangat dokter Linda Kenal.


"Lin..." panggil orang tersebut.


Dokter Linda menolek dan betapa terkejutnya ia melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Kedua orang tua itu dengan tatapan senduh dan amarah menatap dokter Linda membuat dokter Linda bergidik ngeri.


Plakkkkk.....!


"Siapa yang mengajari kamu untuk melakukan kejahatan seperti ini ha...selama ini ayah dan ibu kamu selalu mengajarkan hal-hal baik untuk kamu, tapi kenapa kamu jadi seperti ini, kamu itu sudah punya tunangan tapi dengan teganya kamu tiba-tiba memutuskan hubungan dengannya dan kenapa sekarang jadi begini kamu jawab"


Dokter Linda mendapatkan satu tamparan dari sang ibu, sebenarnya bukan tamparan itu yang membuat dokter Linda sakit hati dan terkejut, melainkan sifat sang ibunya yang berani menamparnya padahal selama dokter Linda sebesar ini tidak perna sekalipun dokter Julio mendapatkan tamparan dari sang ibu maupun sang ayah. Sehingga hal itu membuat dokter Linda terkejut dan sakit hati.


"Ibu menampar Linda....? ibu jahat sekali berani menampar Linda seharusnyq ibu dan ayah datang kesini untuk menolong Linda dan keluarkan Linda dqri sini bu bukannya marahin Linda.


Kurang ajar Linda bicara begitu sama orang tuannya.

__ADS_1


__ADS_2